
Satu Minggu telah berlalu, Rian terpaksa meminum obatnya dengan teratur, Fani benar-benar membuatnya patuh untuk minum obat.
Seperti yang dia katakan, selama 1 Minggu, dia mengantar dan menjemput Fani pulang sekolah, sebelum dia ke kantor.
Hari ini, Rian tidak hanya mengantar Fani ke sekolah, tapi dia juga masuk sekolah seperti biasa, karna hukuman skors nya sudah selesai.
perjalanan ke sekolah
Rian melajukan mobilnya menuju ke sekolah.
"Maaf yaa kak..1 Minggu ini aku sibuk terus, sampai aku gak punya waktu buat kakak"
ucap Rian dengan nada yang merasa bersalah.
Selama 1 Minggu, Rian mengerjakan beberapa proyek, dia hampir tidak punya waktu untuk bicara pada Fani, selain mengantar Fani ke sekolah dan menjemputnya, dia tidak punya waktu bersama Fani.
Rian Menjemput Fani saat pulang sekolah, setelah itu, dia kembali ke kantor.
Hari pertama bekerja, Rian pulang dari kantor jam 7 malam, tapi hari-hari berikutnya dia pulang jam 10 malam.
"Sekarang aku tau.. ternyata karna ini Bunda Lia gak mau kamu kerja"
pantas saja bunda Lia melarang Rian bekerja...saat bekerja, dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
"Kak Fani gak usah khawatir...aku gak bakalan kerja lagi kok, yang kemarin itu kan karna aku kena skors, jadi...waktu kerjaku udah habis"
Ayah kemarin juga udah bilang...aku gak perlu kerja lagi... katanya, bunda Lia gak mau kalau kak Fani kesepian di rumah.
"Iyya...tapi biasanya kalau kamu kerja emang gitu ya..? pulang jam 10 malam..?"
kalau ayah Aditya juga pulang jam 10 malam..apa bunda Lia gak marah yaa?
"gak kak... Kalau patuh sama jam kerja, aku harusnya pulang jam 7 malam, tapi karna 1 Minggu ini aku ngerjain proyek penting...jadi harus lembur tiap malam"
"Owh...gitu yaa"
"Selama aku gak ada...apa ada yang gangguin kak Fani? contohnya ngajak kakak pulang bareng"
Aku gak sekolah selama seminggu..tapi orang-orang udah tau, kalau aku dan kak Fani sekarang pacaran, para siswa yang selama ini ngejar kak Fani pasti gak tinggal diam..
"gangguin aku..? hm..gak ada kok"
aku gak mungkin bilang kalau aku ditembak beberapa cowok dalam 1 Minggu...dan di kolom mejaku tiap hari ada surat cinta...ini gara-gara semua orang tau kalau kita pacaran..
Ucap Fani dengan menundukkan kepalanya.
Rian melirik Fani saat dia menundukkan kepalanya.
"bagus kalau gitu..."
Kak Fani gak lagi bohong kan..? Kenapa kak Fani gak natap aku saat dia bicara..?
__ADS_1
Baru saja Rian selesai bicara.. tiba-tiba ponsel Fani berbunyi nyaring di dalam tasnya. Fani membuka tasnya lalu mengambil ponsel itu.
Rian melirik ponsel Fani,
tertera nama Lina di layar ponsel itu. sebelum Fani menjawabnya, Rian menyuruhnya untuk mengeraskan suara panggilan itu.
"jawab aja kak..tapi aktifkan speakernya yaa"
ucap Rian sambil tersenyum pada Fani
Fani menatap Rian sejenak, lalu menjawab panggilan Lina, dan mengaktifkan speakernya.
Mobil Rian sudah berada di parkiran, dia tidak langsung keluar dari mobil, karna dia memutuskan untuk mengantar Fani hingga depan kelasnya, dia menunggu hingga Fani selesai menjawab panggilan Lina.
"Halo Fani.."
ucap Lina di seberang telepon
"iya Lin...ada apa?"
"Lo gak masuk sekolah hari ini yaa?"
"gue udah di parkiran...emang kenapa Lin..?"
"Lo udah ngasih tau Rian kan ?"
Mendengar namanya disebut, Rian melirik layar ponsel Fani, lalu menaikkan kedua alisnya, seolah bertanya pada Fani, apa maksud ucapan Lina
aduh..gimana ni...Lina mau bahas itu... padahal aku baru aja bohongin Rian, kalau dia tau ada yang nembak aku..pas dia di skors, dia marah gak yaa...?
"Itu loh..surat cinta yang kamu dapat tiap hari, gara-gara satu sekolah pada tau..kalau sekarang kamu pacaran sama Rian"
Fani menelan slavinanya dengan agak kasar, dia tidak menjawab ucapan Lina lagi.
Sedangkan Rian, dia menatap wajah Fani dengan lekat.
surat cinta..? pantas aja kak Fani gak mau natap aku pas bicara..ternyata kakak beneran bohong...
"Kak Fani gak mau jelasin sesuatu..?"
ucap Rian dengan suara lembutnya.
Fani menatap Rian, terlihat jelas di wajah Rian, kalau saat ini dia sedang berpura-pura tenang.
sebelum menjawab ucapan Rian, Fani menutup panggilan Lina.
"Rian...itu..aku gak mau bikin kamu dapat masalah lagi karna aku, kamu kena skors karna aku..jadi..aku pikir, kalau kamu gak tau tentang ini kamu gak akan dapat masalah lagi"
aku gak mau bikin kamu masuk ruang BK dua kali, cuman karna hal kecil ini..
"Kalau aku tau soal surat cinta itu...kakak takut aku gak bisa nahan emosi terus berkelahi lagi?"
__ADS_1
kalau aku tau siapa orangnya...aku gak akan main tonjok lagi, tapi aku akan bikin dia sadar...kalau aku bukan lawan yang bisa dia kalahkan, jika yang dia mau adalah kak Fani..!
"Maaf Rian..."
kalau tau bakalan ketauan kayak gini..aku harusnya gak usah bohong..
"Aku gak akan berkelahi lagi kak..aku janji, tapi kak Fani juga harus janji.. jangan bohongin aku lagi.."
ucap Rian
"Iyya..aku janji"
"gini aja kak... surat cinta itu ada di kolom meja kak Fani kan?"
"Iyya, tapi aku buang surat-surat itu setiap hari..kalau hari ini masih ada, itu artinya dia naruh lagi"
"hari ini jangan buang suratnya kak...aku mau liat apa yang dia tulis buat kakak"
"Kamu mau liat isi suratnya..? kamu yakin?"
"kak Fani udah pernah baca suratnya?"
"nggak..aku selalu buang suratnya tanpa aku baca"
"Pulang sekolah nanti, kakak simpan surat itu di tas kakak"
Kalau nulis surat...ini pasti bukan kerjaan Kevin, dia bukan jenis orang yang suka bertele-tele...tapi, orang yang ngirim surat ini, dia pasti orang yang suka memendam perasaannya.
"Iyya"
kalau soal ditembak orang lain...apa aku perlu kasih tau Rian yaa..? kasih tau aja yaa?
"Kita turun sekarang yuk kak..5 menit lagi bel masuk bakalan bunyi"
Rian hendak membuka pintu mobilnya, tapi Fani menahan lengan kirinya.. agar tidak jadi keluar dari mobil.
"Ada apa kak?"
"masih ada satu lagi...bukan cuma soal surat cinta, tapi.. selama 1 Minggu ini, ada beberapa siswa yang nembak aku.."
ucap Fani sambil terus menatap Rian
"Wajarlah kalau kak Fani banyak yang nembak..kak Fani kan cantik..Tapi yang paling penting itu, Kak Fani nolak mereka semua..!"
Ucap Rian sambil tersenyum pada Fani, lalu mengecup keninnya sekejap.
Untung Rian gak marah... tapi, dia emang gak pernah marah sama aku sih..
-Fani
Aku udah menduga hal ini... orang-orang yang selama ini suka sama kak Fani, pasti muncul satu persatu... Itu karna mereka pikir, aku cuman sekedar pacar kak Fani, yang bisa mereka gantikan kalau kak Fani bosan. Sayangnya..mereka semua udah terlambat..Kak Fani udah jadi milik aku dan ikatan itu untuk seumur hidup
__ADS_1
-Rian