Penakluk hati

Penakluk hati
Ternyata dia Andika


__ADS_3

Fani dan Rian sudah sampai di rumah, Setelah berganti pakaian, Mereka duduk di sofa ruang tamu.


Rian menyalakan TV sambil memakan snack, Sedangkan Fani hanya duduk tanpa melakukan apapun.


Rian melirik Fani yang masih terdiam sejak mereka memasuki Rumah.


"Bukannya tadi kak Fani mau bilang sesuatu ya? sekarang kita udah di rumah kak"


ucap Rian lalu menatap Fani.


Fani masih bimbang, Dia ingin memberitahu Rian siapa pengirim surat itu, tapi mereka sudah sepakat untuk tidak membahasnya lagi.


Karna ucapannya tidak di balas, Rian mendekati Fani, lalu duduk di sampingnya.


"Ada apa Kak..?"


Kak Fani lagi mikirin apa sih..? sampai gak balas ucapanku..


Fani tidak mendengarkan ucapan Rian, di masih sibuk dengan pikirannya, Setelah beberapa saat, dia akhirnya menyadari bahwa Rian duduk di sampingnya, Fani kemudian menatap Rian dengan lekat.


tadi, Fani tidak membalas ucapannya, sekarang..Fani tidak menjawab pertanyaannya, Rian yang kini bertatapan dengan Fani merasa gemas dengan tingkah laku Fani.


Rian mengecup kening Fani dan mengelus pipinya, lalu tersenyum manis padanya.


Hal itu membuat Fani yakin, bahwa dia harus memberitahu Rian, siapa pengirim surat cinta itu.


"Aku mau bilang sesuatu"


Rian gak mungkin marah cuman karna aku mau bahas surat cinta itu lagi...selama ini, Rian bahkan gak pernah marah sama aku.


"dari tadi juga aku nanyain soal itu... tapi kak Fani gak respon ucapan aku"


ucap Rian lalu menarik tangan Fani agar duduk di pangkuannya.


"Kamu suka banget narik aku buat duduk di pangkuan kamu...aku ini berat Rian..!"


ucap Fani dengan nada sedikit kesal


"Tadi kak Fani mau bilang apa?"


ucap Rian tanpa peduli dengan ocehan Fani.


Fani menatap mata Rian, lalu memegang tangannya.


ini pertama kalinya kak Fani yang megang tangan aku lebih dulu... sebenarnya apa yang mau kak Fani bilang?...


"Aku mau ngasih tau kamu sesuatu"


ucap Fani dengan nada serius


Rian menatap Fani dengan lekat, dia menunggu ucapan Fani selanjutnya.


"Pengirim surat cinta itu, Andika Pratama...Aku seharusnya ngasih tau kamu hal ini dari kemarin"


Rian membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

__ADS_1


"Andika Pratama? Ketua OSIS kita? kak Fani yakin?!"


Andika Pratama...? kalau dia benar-benar orang yang ngirim surat cinta itu buat kak Fani, itu artinya dia adalah orang yang sama yang melakukan hal jahat 3 tahun lalu.


"Aku yakin...karna Lina liat Andika, pas taruh surat itu di kolom meja aku"


Dia juga nyebut aku mawar pas bertabrakan di koridor sekolah...


"Karna sekarang kita udah tau orangnya..Kakak tinggal menjauh dari orang itu, dan ngasih perhatian cuman sama aku aja!"


Aku harus jagain kak Fani, karna Andika muncul kembali... kemungkinan besar dia bakal ngelakuin hal yang sama lagi.


Rian pasti merasa tidak nyaman kalau ketemu Andika..tapi, setidaknya...dia gak bakalan berkelahi lagi, karna udah tau masalah ini.


batin Fani


Fani hanya tersenyum mendengar ucapan Rian.


"Kamu mau makan apa malam ini?"


ucap Fani yang hendak berdiri dari pangkuan Rian.


"Aku mau makan kak Fani aja boleh?"


ucap Rian lalu menarik kembali Fani agar duduk di pangkuannya.


"Kamu boleh makan apa aja..tapi aku masih mau hidup.."


Fani mencubit pipi Rian dengan kedua tangannya, lalu tertawa saat melihat ekspresi Rian.


"Kak Fani! aku gak bercanda tau..!"


Fani yang melihat wajah Rian seperti itu semakin tertawa lepas, dia memukul lengan Rian beberapa kali saat dia tertawa.


Melihat Fani yang begitu bahagia menertawakan dirinya, Rian ikut tersenyum lalu menggendong Fani menuju kamar.


"hey..turunin aku gak! kamu ngapain sih..?! aku mau masak dulu..!"


ucap Fani saat Rian tiba-tiba menggendongnya.


"Aku makan kak Fani dulu, baru kita makan malam"


ucap Rian sambil menggendong Fani yang sudah berada di tangga.


Skip


Rian baru saja selesai membersihkan dirinya, saat keluar dari kamar mandi, dia melihat Fani yang sedang memainkan ponselnya.


Rian duduk di sofa bersama Fani.


"Kak Fani gak mau mandi dulu?"


ucap Rian sambil melirik layar ponsel Fani.


"Iyya..ini udah mau mandi"

__ADS_1


Fani meletakkan ponselnya di atas meja, lalu berjalan menuju kamar mandi.


Rian meraih ponsel Fani, dan aplikasi pertama yang dia buka adalah pesan.


hanya ada Lina, Rio, dan pesan grup sekolah yang dia lihat. pesan dari Lina yang paling banyak, karna Rio hanya mengirim pesan singkat tentang lomba Minggu depan dan Fani menolak untuk ikut.


"Fani, kamu bisa kan ikut lomba Tari buat Minggu depan?, soalnya kelas kita masih kurang 1 orang buat lomba tari"


"Maaf aku gak mau"


Rian tersenyum membaca pesan singkat itu. sikap Fani benar-benar cuek pada siapapun, di pesan itu..Fani bahkan tidak menjelaskan alasan kenapa dia menolak permintaan ketua kelasnya.


Rian mulai membuka aplikasi makanan pesan antar di ponsel Fani, dia memesan gulai ikan dan udang goreng masing-masing 1 porsi, lalu mencari cake strawberry kesukaan Fani, setelah menemukan cake itu dia langsung memesannya.


setelah beberapa menit, Fani keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap, Fani tidak melihat Rian di kamar, akhirnya dia turun ke lantai bawah untuk mencarinya.


Dia mencari Rian di ruang tamu dan dapur, tapi dia tidak menemukannya, dia kemudian berjalan menuju belakang rumah.


Ngapain Rian duduk di belakang rumah kayak gini? disini dingin...


Fani melihat Rian yang sedang duduk di kursi panjang di samping kolam renang.


Fani menghampiri Rian untuk mengajaknya masuk ke dalam rumah.


"Kamu ngapain disini? kita masuk ke dalam yuk, disini dingin"


ucap Fani


"tadi aku mau liat bintang, tapi karna malam ini awannya nutupin bintang-bintang, aku cuman duduk natap langit doang kak"


ucap Rian menggenggam tangan Fani.


"Karna bintangnya gak ada, kita masuk aja yuk"


Fani menarik tangan Rian lalu masuk ke dalam rumah.


Tepat saat mereka sampai di ruang tamu, bel rumah mereka berbunyi.


"Itu mungkin makanan yang aku pesan, aku ambil makanannya dulu ya kak"


"Iyya"


Setelah mengambil makanan itu, Rian dan Fani menuju meja makan dan melahap makanannya.


"Kak Fani ikut lomba apa Minggu depan?"


Karna kak Fani nolak Lomba tari, mungkin kak Fani gak ikut lomba apapun ya..?


"Aku gak mau ikut lomba apapun, emang kenapa?"


"Minggu depan aku ikut lomba basket, kak Fani mau gak... nonton aku kalau lagi main? tapi kalau lagi ngantuk, kakak jangan maksain buat tidur di bangku penonton lagi yaa..!"


"Aku bakal nonton kamu kok,yang kemarin itu..aku emang gak mau nonton, tapi Lina gak mau nonton sendiri, jadinya aku terpaksa tidur di bangku penonton"


"Janji yaa kak? kalau aku gak liat kak Fani di bangku penonton, kak Fani harus kena hukuman...gimana?!"

__ADS_1


"Terserah kamu aja...lagian aku bakal nonton kamu, jadi gak perlu mikirin soal hukuman buat aku yaa..!"


ucap Fani sambil tersenyum.


__ADS_2