Penakluk hati

Penakluk hati
Pacaran


__ADS_3

Rian masih memeluk Fani dari belakang, sejak tadi dia memperhatikan lobster yang dimasak dengan bumbu kuah kental berwarna merah yang terlihat sangat enak.


"Masih lama ya kak?"


"Bentar lagi masak, kamu duduk sana! Jangan meluk-meluk lagi"


Kali ini Rian menuruti perintah Fani dengan baik, dia melepaskan pelukannya lalu duduk di meja makan, mungkin karna tidak ingin mengganggu istrinya yang sedang memasak.


Rian duduk manis di meja makan sambil menatap punggung Fani yang sibuk memasak.


Kalau seandainya kak Fani beneran jatuh cinta sama aku, apa dia bakal nunjukin sifat manjanya yaa?


Pasti imut banget kalau kak Fani bersikap manja.


Rian tersenyum membayangkan Fani bersikap manja pada dirinya.


Selama ini Fani hanya bersikap lembut pada Rian, dia tidak pernah bersikap manja, hal itu membuat Rian ingin melihat sikap manja istrinya itu.


Beberapa menit kemudian, Fani membawa lobster itu ke meja makan. Mereka duduk berhadapan, Fani mengambil beberapa sendok nasi lalu menaruhnya di piring Rian.


"Hm? Kenapa taruh nasinya cuman di piring aku kak?"


Rian menatap fani bingung, pasalnya Fani tidak mengisi piringnya dan membiarkan piring itu kosong.


"Aku belum lapar, kamu makan duluan aja"


"Tapi ini udah jam 10 pagi kak! Kak Fani juga gak sarapan kan? Kakak harus makan!"


Rian meraih sendok nasi lalu mengisi piring kosong milik Fani.


"Aku beneran belum lapar Rian"


"Kakak pengen kita puasa bareng?"


Kalau kakak gak mau makan aku juga bisa.


"Iyya aku makan sekarang"


Kalau kamu maksa, yaa mau gimana lagi


Sambil makan Rian sesekali melirik Fani yang duduk di hadapannya. Hingga akhirnya dia memulai pembicaraan.


"Kak"


"Hm?"


Fani tidak terlalu menanggapi Rian, karna dia sedang meminum air putih


"Mulai besok kita gak usah nyembunyiin hubungan kita lagi yaa"


Mendengar ucapan Rian, Fani seketika membulatkan matanya dan menatap Rian. Saking kagetnya dia hampir tersedak air minumnya.


"Maksud kamu kita biarin orang lain tahu? Aku gak mau Rian!"


Aku gak mau kalau sampai ketahuan nikah


"Maksud aku bukan ngasih tahu orang lain kalau kita udah nikah kak!"


Rian tahu apa yang aku pikirkan? Aku kan gak nyebut soal nikah?


"Aku gak mau kalau ada cowok yang deketin kakak lagi, termasuk siswa baru di kelas kak Fani itu"


Ucapan Rian terdengar agak sedikit kesal.


"Siswa baru? Maksud kamu Kevin?"


Iyya juga sih, sejak pertama ketemu Kevin di restoran mall, sikap dia udah jelas banget kalau naksir sama aku.


"Dia juga pernah ngajak kak Fani pulang bareng kan? Sebelum dia pindah ke sekolah kita"


Hari itu gara-gara kak Fani gak mau hubungan kami ketahuan, dia milih diantar Lina dan pulang hujan-hujanan bahkan sampai sakit!.

__ADS_1


"Iyya..hari itu aku pulang bareng Lina"


"Dan hujan hujanan sampai sakit"


Sambung Rian tepat saat Fani selesai bicara.


Fani memperhatikan ekspresi wajah Rian, dia masih ingat dengan jelas, besarnya kekhawatiran dan rasa bersalah Rian, karna membiarkannya pulang bersama Lina hari itu.


"Itu bukan salah siapapun Rian! Itu bukan salahmu ataupun salah Lina, aku yang ingin pulang bersama Lina hari itu, aku juga yang meminta Lina menurunkan aku di minimarket, meskipun jaraknya jauh dari rumah"


Memang benar, itu bukan salahmu ataupun Lina, karna itu adalah salahku sendiri.


Rian merasa jika hubungan mereka terus-terusan ditutupi, akan berdampak buruk pada mereka, seperti hari dimana Fani pulang bersama Lina.


Jika saja Fani tidak ingin menutupi hubungan mereka, dia pasti tidak akan terkena demam hari itu.


Rian berfikir semakin lama hubungan mereka disembunyikan, bisa saja akan timbul salah paham suatu hari nanti.


"Aku punya cara kak...agar kita tidak perlu menyembunyikan hubungan kita tanpa ketahuan nikah"


Aku harap kak Fani bakal setuju


"Caranya?"


"Kita pacaran aja kak!"


Ucap Rian sambil tersenyum pada Fani


"Pacaran?"


"Iya kak, kalau kakak bilang kita pacaran..aku bisa anterin kak Fani ke sekolah tanpa takut dilihat orang! Kita juga bakalan pulang bareng tiap hari, gimana kak?"


kalau kak Fani setuju, gak bakalan ada yang bisa rebut kakak lagi dari aku saat satu sekolah tahu hubungan kami.


"Kamu yakin orang-orang gak bakalan curiga?"


Idenya bagus sih, aku juga gak perlu repot nyari alasan lagi buat Lina..kalau Rian tiba-tiba nyamperin ke kelas kayak kemarin.


"Hem..kalau gitu mulai besok kita pacaran aja"


"Jadi kak Fani beneran setuju nih?"


mulai besok, semua orang bakal tahu kalau kak Fani sekarang pacar aku.


"Iyya"


skip


Karna hari ini hari Senin, para siswa-siswi SMA Nusa Bangsa berada di lapangan upacara bendera.


Lina sejak tadi celingukan mencari keberadaan Fani, tapi dia sama sekali tidak melihat batang hidung sahabatnya itu.


Mobil Rian baru saja memasuki tempat parkir sekolah.


"Kita telat kak"


"Aku tahu Rian"


Fani dan Rian keluar bersamaan dari mobil, mereka tidak peduli lagi jika ada beberapa siswa yang melihatnya. Toh mereka sudah sepakat untuk pacaran di sekolah.


Fani berjalan melewati kerumunan siswa kelas X dan XI, lalu dia melihat Lina yang berdiri di barisan kelasnya, tepatnya di barisan paling belakang.


Sedangkan Rian menuju barisan kelasnya, sampainya di sana, dia mendapat ejekan dari para sahabatnya.


"kamu sekarang jadi suka telat yaa bro?"


ucap Aldi sambil terkekeh kecil


"setelah Cuti 3 hari, sekarang malah telat, ini kedua kalinya kamu telat bro"


ucap Irwan menimpali

__ADS_1


"2 kali? aku baru kali ini telat bro! yang kemarin itu hampir telat, tapi belum telat"


ucap Rian membela diri.


Upacara berlangsung selama 45 menit, setelah itu para siswa kembali ke kelasnya masing-masing.


Kelas XII IPA 1


"kamu kok bisa telat sih fan?"


apa gara-gara Fani gak bawa mobil lagi yaa? udah hampir 2 Minggu Fani gak bawa mobil ke sekolah


"aku kesiangan Lin"


"kamu berangkat naik apa fan?"


"naik mobil"


"kamu yang bawa?"


"Bukan"


"kamu naik taksi?? Fani..kalau Lo mau aku jemput bilang aja ya fan! aku gak apa-apa kok"


"gak usah Lin, lagian aku gak naik taksi kok"


"terus kamu diantar siapa?"


"aku diantar Rian"


kamu kaget kan!


"Hah?! beneran Fan?? kok bisa?!"


apa jangan-jangan sejak kemarin mereka emang pacaran yaa?


"aki mau ngasih tau kamu sesuatu Lin, tapi gak usah histeris yaa?!"


Lina menatap Fani dengan serius, dia sedang menerka bahwa Fani akan memberitahukan tentang hubungannya dengan Rian.


"Aku pacaran sama Rian Lin"


Lebih tepatnya pacaran setelah Nikah


"Udah aku duga!!!"


ucap Lina dengan suara yang cukup besar.


"Heyy!! gak usah sampai teriak-teriak juga kali!!"


aku yakin! kamu bakalan lebih heboh dari ini Lin, kalau tau aku udah nikah.


Kelas XI IPA


Rian duduk di kursinya seperti biasa, Irwan duduk di belakangnya dan Kursi Aldi hanya berjarak 1 meter di samping Irwan.


Rian membalikkan badannya menghadap kedua sahabatnya itu.


"aku mau buat pengumuman sama kalian!"


aku yakin kalian bakal kaget!


"pengumuman apaan?"


ucap Irwan


sedangkan Aldi hanya menatap Rian, menunggu pengumuman yang dia maksud.


"Aku pacaran sama kak Fani!"


ucap Rian sambil tersenyum manis pada kedua sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2