Penakluk hati

Penakluk hati
Perkelahian


__ADS_3

Setelah pengumuman dadakan Rian pada kedua sahabatnya, Irwan dan Aldi masih belum percaya dengan ucapan Rian.


Mereka tak habis pikir, bagaimana bisa Rian pacaran dengan Fani, Meskipun mereka tahu bahwa Rian mencintai Fani sejak lama.


Selama ini, di mata mereka Fani hanya menanggapi Rian asal-asalan, karna Fani memang tidak mudah untuk didekati oleh para siswa di sekolah.


"Kalian gak percaya?"


Ucap Rian melihat kedua sahabatnya yang hanya bengong mendengar ucapan Rian.


"Aku gak percaya kalau belum ada bukti"


Ucap Aldi dengan nada tidak percayanya


"Emang kapan kamu nembak kak Fani?"


Irwan menatap Rian penuh selidik


Rian menarik nafas dalam, lalu sedikit menjelaskan agar kedua sahabatnya percaya.


"Kalau kalian gak percaya, aku bakal nunjukin buktinya waktu makan siang nanti! Kalau soal nembak kak Fani...aku nembak pas pulang sekolah kemarin"


Aku gak bohong soal nembak kak Fani..toh aku emang nembak nya pas pulang sekolah, meskipun kemarin hari Minggu tapi tetap termasuk pulang sekolah kan yaa..


"Okay, aku tunggu buktinya aja yaa"


Ucap Aldi


"Kamu nembak kak Fani pas pulang sekolah dan Langsung diterima gitu aja? Gak salah nih?! Kak Fani kok gak plin-plan seperti biasanya?"


Bukannya kak Fani orangnya susah nerima dengan mudah yaa? Setahuku dia nolak semua cowok yang nembak dia, bahkan ada yang sampai pindah sekolah gara-gara malu, karna ditolak dengan kasar.


"Kalau itu sih mungkin karna aku ganteng kali yaa?! Makanya langsung diterima tanpa masalah"


Aku kan nembak kak Fani gak kayak yang lain, seandainya aku nembak kak Fani sebelum nikah, mungkin udah di tolak sih.


"Dia bilang apa waktu kamu nembak?"


Aku pernah liat kak Fani nolak cowok, dan dia benar-benar sukses bikin cowok itu sakit hati.


"Kak Fani bilang gini, 'kalau gitu mulai besok kita pacaran aja'"


Aku bahagia banget pas kak Fani setuju buat pacaran, jadi aku ingat dengan jelas setiap katanya!


"Hm gitu yaa?"


Ucap Irwan yang masih sulit untuk percaya dengan ucapan Rian.


"Kamu masih ragu ya kalau aku beneran pacaran sama kak Fani? Wajar kalau kalian ragu, kalian kan gak tau kalau udah hampir 3 Minggu aku nganterin kak Fani pulang tiap hari"


Bukan cuman nganterin pulang sih..tapi berangkat sekolah juga bareng.


Irwan dan Aldi menatap Rian agak heran, mereka saling tatap mencoba meyakinkan satu Sama lain bahwa mereka tidak salah dengar.

__ADS_1


"Aku gak salah denger nih bro?! kamu nganterin kak Fani pulang udah hampir 3 Minggu??"


Wah pantes aja langsung diterima..ternyata pdkt nya udah 3 minggu, apalagi muka Rian juga di atas rata²


"Ternyata selama ini pdkt nya lancar yaa bro"


Rian tersenyum pada kedua sahabatnya itu, mendengar ucapan mereka yang sudah sedikit percaya padanya.


Kelas XII IPA 1


Sejak tadi Kevin hanya memperhatikan Fani dan Lina, dia mendengar semua percakapan mereka berdua.


Kevin menahan amarahnya saat mendengar bahwa Fani telah dimiliki orang lain, dan orang itu adalah Rian, adik kelas yang telah menjadi saingannya sejak hari pertama sekolah.


Sialan..!! Seandainya kemarin lusa yang nganterin Fani pulang itu aku! Rian sialan itu gak bakalan bisa rebut Fani dari aku!!!


Kevin terus menerus menatap fani selama jam pelajaran berlangsung, dia berencana untuk menghajar Rian hari itu juga.


TingTing


Bel berbunyi nyaring yang menunjukkan waktu istirahat.


Rian berdiri dari kursinya lalu menatap kedua sahabatnya.


"Aku ke kelas kak Fani dulu yaa!"


Ucapnya pada Irwan dan Aldi


"Ok"


Rian menuju kelas XII IPA 1 dengan memamerkan senyum bahagianya pada siswa-siswi yang ia temui di sepanjang koridor sekolah.


Kelas XII IPA 1


Kevin langsung berdiri dari kursinya saat bel berbunyi, dia menghampiri meja Fani dan berdiri di depannya.


"Aku mau bicara berdua sama kamu!"


Ucap Kevin dengan suara yang cukup besar hingga di dengar oleh satu kelas


Fani menatap wajah Kevin yang terlihat sedang menahan amarah.


Dia sepertinya sedang marah...emang aku ada salah yaa sama dia? Kalau mau bicara berdua, dia mau nyuruh semua orang keluar kelas gitu? Kalau sampai Rian liat aku berduaan sama Kevin, dia bakal cemburu lagi.


"Kalau mau bicara..yaa bicara aja sekarang!"


"Kalian gak denger yaa? Aku bilang aku mau bicara berdua sama Fani!"


Ucap Kevin dengan suara tinggi dan mengintimidasi.


Para siswa yang masih berada di dalam kelas merasa takut dengan suara kevin, mereka segera keluar dari kelas, termasuk Lina yang sudah sangat kaget mendengar suara kevin.


Fani melihat semua teman kelasnya keluar kelas, dia tidak suka dengan sikap kurang ajar Kevin, fani berdiri dari kursinya hendak ikut keluar dari kelas, tapi Kevin mencekal lengannya dengan kuat.

__ADS_1


"Kevin..! Lepasin..!! kamu apaan sih? Ini bukan sekolah milik kamu! kamu gak berhak nyuruh mereka keluar kayak gitu!"


Fani berusaha melepaskan tangannya yang dicekal kevin, namun dia tak cukup kuat.


"Dengar Fani..!! Selama ini aku gak pernah ditolak sama cewek manapun selain kamu!! Dan kamu gak seharusnya nolak aku!! aku bakalan bikin Rian babak belur dan mutusin kamu!"


Plaak


Fani menampar pipi Kevin dengan tangan kanannya, dia benar-benar geram dengan sikap gila Kevin.


"Denger yaa!! Sejak awal aku gak suka sama kamu! aku tau kamu naksir aku pas pertama kali kita ketemu di restoran itu!! aku juga tau kamu pindah ke sekolah ini karna aku..!! Tadi kami bilang apa..??aku gak seharusnya nolak cowok kayak kamu..?!! kamj harus tau kalau gak semua cewek di dunia ini harus suka sama kamu..!!!"


Kevin menatap Fani dengan sangat marah, dia ingin membuat Fani jatuh cinta padanya, lalu membuatnya sakit hati karna diputuskan secara sepihak seperti wanita² yang selama ini dia pacari.


Rian yang melihat banyak siswa di depan kelas Fani menyela agar bisa masuk ke kelas itu.


Wajahnya langsung merah padam saat melihat Kevin yang sedang mencekal lengan Fani.


"Kak Fani..!!"


Mendengar namanya diteriakkan, Fani menoleh ke arah Rian, begitu pula dengan Kevin.


Senyum devil di bibir Kevin tiba-tiba muncul, saat melihat Rian yang sudah sangat marah.


Kevin mencium kening Fani sekilas lalu tersenyum pada Rian.


Rian yang melihat hal itu, menghampiri Kevin dan langsung melayangkan tinju padanya, dan akhirnya terjadi perkelahian di ruang kelas itu.


Wajah Rian sudah dipenuhi luka, begitu pula dengan wajah kevin. Beberapa siswa mencoba menghentikan perkelahian itu namun mereka kewalahan.


Hingga Fani akhirnya mendekati Rian.


"Riaan..!!! Riaan! Udah..!!"


Fani menarik tangan Rian agar melepaskan kerah baju kevin, dia benar-benar tidak menyangka sifat Rian yang lembut akan hilang seketika seperti ini.


Rian akhirnya melepaskan Kevin, lalu menatap Fani yang sedikit ketakutan. Fani menariknya menjauh dari Kevin, para siswa berdiri di samping Kevin dan Rian berjaga-jaga agar mereka tidak berkelahi lagi.


Pak Ridwan selaku guru BK, setelah dipanggil salah satu siswa akhirnya datang ke kelas Mereka.


"Kalian sudah merasa hebat ya..!! Berkelahi di sekolah pasti sangat menyenangkan bagi kalian!! Saya pastikan kalian tidak akan datang ke sekolah ini selama 1 Minggu!! Cepat ikut ke ruangan saya!!"


Ucap pak Ridwan dengan suara tingginya


Rian merasa khawatir saat ini, dia takut jika Fani membencinya, dia tidak bisa mengendalikan emosinya dan membuat Fani melihat perkelahian itu.


Sebelum keluar kelas dia menatap Wajah khawatir Fani.


"Maaf kak..."


Ucap Rian lalu keluar dari kelas.


Rian dan Kevin mengikuti pak Ridwan menuju ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2