Penakluk hati

Penakluk hati
Ternyata kecoa


__ADS_3

Setelah Fani berteriak dengan suara yang keras, Rian berlari menuju kamar mandi, dia mencoba menarik knok pintu itu tapi tak bisa terbuka.


"kak..! kak Fani!! buka pintunya kak!!!"


ucap Rian yang sudah berteriak dengan paniknya


setelah beberapa saat, tidak ada suara lagi yang terdengar dari dalam kamar mandi. Rian mulai semakin panik, dia bahkan mondar-mandir di depan pintu kamar mandi itu.


setelah beberapa menit Fani Kemudian membuka pintu. dia keluar sambil memegang botol sampo.


"Ada apa kak?"


ucap Rian


"aku membunuhnya"


Fani menatap botol sampo yang dia pegang


"membunuhnya? membunuh siapa kak?"


"kecoa itu! aku membunuhnya riaan!!"


ucap Fani yang masih syok dengan apa yang baru saja dia lakukan.


Rian masuk ke kamar mandi, dia melihat seekor kecoa yang sudah mati.


"astaga..! aku kira apaan kak..ternyata cuman kecoa"


Rian meraih botol sampo yang dipegang Fani, lalu membawanya masuk ke kamar mandi.


"cuman kecoa? kamu pikir kecoa itu apa?"


ucap Fani yang ikut masuk ke dalam kamar mandi, lalu menunjuk kecoa yang dia bunuh.


Rian membuang kecoa itu ke dalam tempat sampah dengan menggunakan sebuah tissu, lalu mencuci tangannya.


"udah kan kak.. sekarang kecoanya udah hilang, sekarang gak usah teriak lagi yaa"


ucap Rian lalu keluar dari kamar mandi.


***


keesokan harinya adalah hari Senin, Rian dan Fani bersiap untuk berangkat ke sekolah.


"Kamu belum selesai?"


ucap Fani yang sedang memasang sepatu miliknya.


"ini tinggal nyiapin buku kak"


ucap Rian


beberapa menit kemudian, Rian melajukan mobilnya menuju sekolah.


diperjalanan


"Owh iya.. minggu depan udah mulai UAS, bentar lagi aku bakalan lulus"


ucap Fani lalu menoleh ke arah Rian.


"aku tau kok..emangnya kak Fani mau kuliah dimana?"


Rian bertanya tanpa menoleh ke arah Fani.


"yaa.. pasti di universitas Gunadarma, bunda Lia kan sengaja ngasih kita rumah yang dekat kampus itu"


ucap Fani

__ADS_1


"itu karna bunda Lia tau sikapku sama persis seperti ayah aditya"


ucap Rian sambil tersenyum


"emang sikap ayah aditya bagaimana?"


Fani mulai penasaran dengan sikap yang Rian maksud, karna selama ini sikap Rian selalu berlaku sewajarnya.


"ayah itu orangnya posesif, sebelum nikah.. dia gak ngijinin bunda berteman sama cowok manapun, bahkan sepupu juga gak boleh"


ucap Rian dengan nada yang serius


"owh..gitu yaa, tapi untungnya kamu gak gitu"


ucap Fani sambil tersenyum


"siapa bilang aku gak gitu? bedanya, aku posesif di saat yang tepat"


ucap Rian lalu menoleh ke arah Fani sejenak dan kembali fokus menyetir mobil.


tanpa Fani sadari, mobil Rian sudah memasuki area parkir, dengan terpaksa perbincangan mereka harus berakhir.


"huh..tau-taunya sudah sampai saja, aku kan masih pengen nanya"


Fani keluar dari mobil bersamaan dengan Rian.


"kita jalannya barengan aja ya kak, kita kan udah pacaran, jadi gak apa-apa kalau yang lain pada liat"


ucap Rian dengan senyum manisnya.


"hmm, terserah kamu aja"


Fani dan Rian berjalan beriringan menuju lapangan upacara bendera. ada banyak siswa yang menatap mereka, bahkan beberapa dari mereka sudah mulai bergosip aneh-aneh.


***


Fani duduk sambil memainkan ponselnya, sedangkan Lina sibuk memperhatikan gerak-gerik Fani. beberapa saat kemudian, merasa terus menerus diperhatikan, Fani akhirnya berhenti memainkan ponselnya, lalu menatap ke arah Lina.


"Ada apa Lin? kamu ngapain dari tadi liatin aku terus"


ucap Fani


"Kamu tau kan kalau minggu depan udah mulai UAS?"


ucap Lina


"Iyya..tau Lahh, semua orang juga tau Lin!"


"kamu udah nentuin kampus buat kuliah? terus gimana hubungan kamu sama Rian? kalau udah lulus pasti bakalan susah buat kalian"


ucap Lina tanpa basa-basi, langsung ke inti pertanyaan.


"hubungan kami gak bakalan susah kok, lagian aku bakal kuliah di universitas Gunadarma"


ucap Fani dengan santainya


"bagus deh kalau gitu, aku khawatir kalau kita udah lulus kamu bakal berubah jadi wanita jahat yang mutusin Rian cuma gara-gara jarang ketemu, terus kalau kamu milihnya kampus yang jauh kita gak bakalan ketemu lagi"


ucap Lina dengan nada agak khawatir


"emang kamu mau kuliah dimana Lin?"


"awalnya sih, mama sama papa aku nyuruh aku kuliah di luar negri, tapi aku tolak..aku gak punya teman di luar negri, dan pastinya butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan orang-orang baru, jadi..keputusanku adalah kuliah di universitas Gunadarma biar gak usah nyari teman baru lagi"


ucap Lina dengan senyuman


"yaudah..kalau gitu kita ambil jurusan yang sama aja, biar sekalian sama kelas"

__ADS_1


ucap Fani


"nah..! itu ide yang bagus"


Lina memberi jempol pada Fani sambil tertawa.


***


setelah jam pelajaran pertama hingga terakhir selesai, Fani dan Lina langsung membereskan alat tulis menulis mereka, dan hendak untuk pulang.


"Fan, hari ini kamu diantar Rian lagi ya?"


ucap Lina


"Iyya Lin, emang kenapa?"


"enggak kok, aku cuman nanya soalnya kamu gak pernah bawa mobil lagi, aku pernah ngira kamu ada masalah.. ternyata udah punya pacar yang siap antar jemput"


ucap Lina sambil tertawa


"udah deh Lin, aku duluan yaa"


"Iyya, hati-hati"


***


di parkiran


Rian sudah berada di dalam mobil, hari ini dia tidak menjeput Fani di kelasnya Karna Fani melarang nya.


Fani masuk ke dalam mobil.


"udah lama yaa? kita cari makan dulu yuk, aku lapar"


ucap Fani yang tergesa-gesa masuk ke dalam mobil, lalu meletakkan tas miliknya di jok belakang.


"gak kok, aku juga baru sampai..kak Fani mau makan apa?"


"siang-siang gini, enaknya yang manis-manis, kita cari es krim aja kali yaa?"


"es krim? tadi katanya lapar..es krim gak bisa bikin kenyang kak!"


"yaudah...kita cari makanan berat dulu, abis itu makan es krim, gimana?"


"kak Fani mau makan apa emangnya?"


"Ayam bakar, kita cari ayam bakar aja"


setelah beberapa lama menyetir mobil, Rian berhenti di sebuah restoran di pinggir jalan. Mereka berdua keluar dari mobil lalu masuk ke restoran tersebut.


setelah memesan meja, Rian menggandeng tangan Fani menuju kursi mereka. Rian membaca daftar menu yang berada di meja.


"kak Fani mau ayam bakar yang ini?"


ucap Rian sambil menunjukkan daftar menu dengan gambarnya masing-masing


"Iyya, itu aja..terus makanan penutupnya apa yaa..?"


Fani membolak balikan daftar menu makanan penutup yang dia pegang.


Setelah beberapa saat, matanya membulat sempurna saat melihat gambar cake strawberry yang berada di pojok daftar menu itu.


"untuk makanan penutupnya, kita pesan cake strawberry... setelah itu kita cari es krim di dekat sini"


ucap Fani sambil tersenyum bahagia.


Rian hanya menganggukkan kepalanya sembari menikmati senyuman manis di wajah Fani

__ADS_1


__ADS_2