
### maaf ya belum tambah ceritanya karena pekerjaan yg menyita waktu jadi belum ada ide yg muncul untuk lanjut , terima kasih atas pembaca yg menyukai cerita saya , sekarang akan lanjut #.
siang itu berjalan seperti biasanya mereka melakukan aktifitas masing-masing .
Quin dan Rey baru keluar dari kamar setelah pergumulan mereka yg panas menyisakan senyum manis di wajah Quin.
meskipun masih terlihat mata sembab tapi tidak mengurangi kebahagian yg terpancar di wajahnya .
" masak apa Bu " sapa Quin yg mendatangi Hera yg sibuk di dapur memaksak makan siang .
" masak sayur asem " ucap Hera sambil menyodorkan sendok ke arah Quin , dengan ceoat Quin mengambil sendok dan menaruhnya di bibir mencoba masakan ibunya .
" sudah , pas " ucap Quin tersenyum
" apa lagi " tanya Quin yg sadar bahwa ibuny dari tadi hampir selesai memeasak karena di atas meja sudah tertata sebagian hidangan .
" ini " menyodorkan piring berisi potongan tempe mentah .
" oke " Quin menyambar piring toe dan meletakanya sambil mencari wajan untuk mengorenya .
setelah selesai semua Quin memangil Rey dan Hendra yg sedang mengobrol di taman belakang
" Lo nisa mana " tanya Hendra .
" lagi tidur , capek katanya " ucap Hera sambil menaruh nasi ke dalam piring Hendra .
mereka makan bersama tanpa ada masalah nampak biasa .
sedangkan nisa memegang perutnya yg dari tadi berbunyi nyaring karena menahan lapar , dia tidak berani keluar karena dia tau dan mendengar jelas Quin berterik keras kepada Rey meminta penjelasan atas ucapan Nisa yg sok tau .
dengan mondar mandir di kamar Nisa meminum air putih yg ada di kamar sampai habis meskipun tidak mengurangi rasa laparnya .
" tok tok " terdengar suara pintu kamar di ketuk .
Nisa berlari cepat kembali ke atas kasurnya berpura pura tidur menutup mata dengan rapat .
Quin masuk perlahan membawa nampan berisi makan meletakan nya di atas meja dekat jendela .
__ADS_1
Quin berjalan mendekati Nisa yg berbaring memebelakanginya .
" nisa , bangun makan dulu " ucap Quin pelan .
" Nisa " Quin memgoyang pelan badan Nisa .
" eemmm iya Taru aja di meja nanti Akau makan " ucap Nisa masih memejamkan matanya dan berharap quiin secepatnya keluar dan dia bisa memakan makan itu .
" oh " Quin pun beranjak perlahan pergi meninggalkan Nisa sambil menutup pintu kamar.
Nisa bergerak perlahan mengintip sambil berbalik perlahan , dengan cepat Nisa bangun dari tidurnya menuju pintu perlahan Nisa mengintip di balik pintu memastikan quin sudah pergi dan mengunci pintu .
mengambil kursi dengan cepat mencium aroma makan membuat cacing di perut terus meronta .
tanpa basa basi bisa melahap makan yg ada.
" sayang sudah " tanya Hera .
" sudah Bu , masih tidur " ucap Quin duduk di samping hera.
" Lo kan baru datang kenpa pulang cepat cepat " ucap Quin manja.
" ibu banyak pekerjaan sayang , besok wayahnya panen , sayang kan kamu tau sendiri kalau semua ladang panen pasti repot " ucap Hera .
" iya Quin tau " ucap Quin lagi.
" sore ini kita jalan jalan ya Bu " pinta Quin.
" kemana " tanya Hera .
" ya kemana gitu , belanja " ucap Quin senagn .
" sayang , mau beli apa " tanya Hera .
" tau " ucap Quin berfikir.
" sayang kalau membeli sesuatu itu harus di pikir mana yg penting dan yg tidak janagn boros kasihan suami kamu bekerja capek capek tapi kamau buang buang begitu saja " jelas Hera memang dari kecil Hera selalau mengajarkan kesederhana kepada Quin.
__ADS_1
" tapi Bu , Quin mau ajak ibu jalan , kalau ke sini mesti hanay di rumah , maksud Quin sekalai kali gitu " jelas Quin.
" sayang ibu sudah puas jalan jalan bersama ayah mu , " ucap Hera.
" ibuk kan sama ayah kalau sama Quin lain lagi " jawab Quin memelas.
" la terus " uap Hera bingung .
" maksud aku , ibu jalan jalannya sama aku aja , mas Rey sama ayah enggak usah di ajak " ucap Quin berbisik .
" oh gitu , boleh " ucap Hera menatap anaknya yg memohon.
" asik " Quin berdiri kegirangan .
" kenapa sayang " teriak Rey yg berjalan medekati Quin dan Hera .
" ehhh enggak " ucap quin menoleh ke arah Hera .
" aku mau ke kantor sebentar mau mengecek berkas " ucap Rey sudah berpakaian rapi hanya mengenakan baju kaos dan celana jins .
" Lo katanya libur " ucap Quin.
" cuma sebentar " ucap Rey lagi .
" oh ,eemm aku mau ajak ibu jalan boleh " tanya Quin.
" kemana " tanya Rey lagi .
" emm belum tau " ucap Quin bingung .
" oh hati hati , aku pergi dulu , oh ya biar di antar sama pak supir , aku ikut Alex " ucap Rey mencium pucuk kepala Quin dan di sambut dengan Quin mencium telapak tangan Rey..
siang itu mereka bertiga berjalan jalan di sebuah maal terbesar di kota itu , Quin mengandeng Hera sedangkan nisa berjalan bak model dengan lenggangan nya .
mereka memasuki beberpa toko merek terkenal .
sementara di kantor Rey sibuk dengan pekerjaan di temani Alex yg sibuk membuka berkas .
__ADS_1