
Setelah satu janjang pisang telah dihabiskan oleh Arya Chakra barulah dia merasa kenyang.
"Eeeggh.. Waah staminaku sudah pulih kembali, sekarang waktunya pulang kerumah Nenek.." Ucap Arya Chakra
"Hey teman, cepat turun Aku akan mengajakmu kerumah Kakek nenekku.."
Kera Jambul Merah yang sedang diatas pohon segera turun dan mengikuti Arya Chakra menuju kediaman Empu Maha Surya dan Nyai Santi.
"Tunggu sebentar..." Kata Arya Chakra yang memberintikan langkahnya
"Tidak bisakah Dirimu memperkecil tubuhmu terlebih dahulu, agar tidak ada yang mencurigaimu.." Ucap Arya Chakra
"Oh, Baiklah Aku akan memperkecil tubuhku terlebih dahulu.."
Kera Jambul merah kemudian memperkecil tubuhnya kembali pada wujud asli ketika Dirinya masih imut-imutnya.
"Bagaimana dengan tampilanku sekarang.." Kata Kera Jambul Merah
"Oke... Sipp..." Jawab Arya sambil mengacungkan jempolnya
Mereka pun kembali menyusuri jalan dengan saling berbincang-bincang satu sama lain laksana teman lama. Hingga tiba-tiba dipertengahan jalan ada seseorang Laki-laki sedikit tinggi dan sedikit gemuk yang telah menunggunya sambil berpangku tangan.
"Hei Bocah... Sedang apa Kau disini..?"
__ADS_1
"Aku hendak menemui Kakek dan Nenekku yang berada didekat bukit itu.." Kata Arya Chakra
"Jika Kau ingin melewati jalan ini, Kau harus serahkan Kera itu padaku.." Kata Laki-laki itu
"Hemmm.. Memang ini jalan nenekmu, sehingga Aku tidak boleh melewatinya." Kata Arya Chakra meledek
"Jelas ini jalan nenek moyangku, karena Aku sudah lama tinggal disini.."
Arya Chakra menaruk jari telunjuk kekeningnya sambil pura-pura berfikir.
"Emmm.. Setahuku Aku tidak pernah melihatmu ada disini.."
"Sudah jangan banyak tanya, sekarang Kau mau serahkan Kera itu atau tidak.."
"Maka terimalah pukulanku ini..."
Laki-laki itu maju dengan cepatnya ingin mendaratkan pukulan pada Arya Chakra, namun karena Arya Chakra memiliki Ilmu Dasendria jadi dengan mudahnya ia menghindari pukulan tersebut.
Tapi ternyata Arya Chakra salah perhitungan, ketika drinya hendak menghindari pukulan tersebut, sontak Laki-laki itu mengganti arah pukulannya dan hampir mengenai badan Arya Chakra.
Dengan cepat Arya Chakra membuat pertahanan dari kedua tangannya untuk menahan pukulan tersebut, hingga membuatnya terdorong kebelakang.
"Uuhh.. Sialan menagapa gerakanku dapat tertebak olehnya, siapa sebenarnya Laki-laki ini.." Gumam Arya
__ADS_1
Kera Jambul Merah yang terlihat imut menggemaskan sontak marah dan berteriak
disusul dengan bentuk tubuhnya yang membesar.
"Ooh.. Jadi Kau adalah Kera Jambul Merah, pantas saja anak ini tidak mau memberikanmu padaku.." Kata Laki-laki itu
Geourrrrrr....
Kera Jmbul Merah semakin marah dengan memukul-mukul dadanya.
"Kenapa Kau juga ingin bertarung denganku, baik silahkan Kalian berdua maju bersamaan.." Kata Laki-laki dengan senyum tipis
Kera Jambul Merah menyerang Laki-laki itu dengan berbagai serangan, namun tak ada satupun serangan yang dapat mengenai Laki-laki tersebut, hingga tiba-tiba Kera Jambul Merah terpental kebelakang karena satu pukulan yang dilesatkan Laki-laki itu.
Arya Chakra yang melihat temannya terluka walaupun tidak terlalu parah, kembali menyerang Laki-laki itu.
Mereka berdua kemudian beradu berbagai serangan dan pukulan tanpa ada yang terluka, karena sama-sama memiliki Ilmu Dasendria.
Jadi semua serangan lawan dapat dipatahkan oleh masing-masing, namun karena Laki-laki itu lebih berpengalaman dalam bertarung, yang tadinya keduanya imbang dalam beradu berbagai serang.
Laki-laki itu yang melihat Arya Chakra telah melemah serangannya karena staminanya belum pulih seutuhnya, memberikan satu pukulan yang cukup keras hingga membuat Arya Chakra terpental kebelakang dan sedikit darah menetes dari mulutnya..
Namun seketika Laki-laki itu.....
__ADS_1