Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Adu Tanding


__ADS_3

Saat Empu Maha Surya maupun Arya Chakra menoleh kearah sumber tepuk tangan, mereka mendapati kera jambul merah sedang bertengger sambil makan pisang. "Tidak sia-sia kau mendapatkan batu itu, nyatanya kekuatan yang ditimbulkannya sangat luar biasa."


"Benar teman, sungguh beruntungnya diriku." Ujar Arya Chakra.


"Kalau begitu, bagaimana jika kau dan aku mencoba untuk bertanding." Ucap Kera Jambul Merah.


"Oke, siapa takut."


Kera jambul merah melompat dari dahan pohon yang dinaikinya, dan berdiri tepat dihadapan Arya Chakra. "Dulu dirimu bisa mengalahkanku, tapi sekarang aku sudah bertambah kuat." Ujar, kera jambul merah dengan memperlihatkan otot kedua tangannya.


"Hehe.. Boleh juga." Ucap, Arya Chakra dengan senyuman tipis. "Kalau begitu mari kita mulai." Arya Chakra mengambil posisi kuda-kuda siap bertarung.


"Baik." Kera jambul merah menyusul mengambil posisi siap bertarung juga.


"Tunggu dulu." Empu Maha Surya mencoba menghentikan keduanya sejenak. "Biar kakek yang menjadi wasitnya."


Keduanya antara Arya Chakra dan kera jambul merah memandang kearah Empu Maha Surya, lalu menganggukkan kepala tanda setuju dengan inisiatif dari Empu Maha Surya.


Saat keduanya sudah dalam posisi siap barulah Empu Maha Surya memberikan aba-aba dimulainya pertarungan.

__ADS_1


Kera jambul merah nampak semangat sekali dengan langsung maju menyerang Arya Chakra menggunakan cakarnya, terlihat mudah bagi Arya Chakra yang sudah menguasai ilmu dasendria.


Untuk menghindari dari cakaran-cakaran yang dilesatkan kera jambul merah, dalam sekejap keduanya sudah beradu pukul dan jurus. "Sepertinya kekuatanmu sudah mulai meningkat teman." Ujar Arya Chakra.


"Hehe.. Asal kau tahu secara diam-diam aku telah berlatih mengembangkan kekuatanku." Ujar Kera Jambul Merah.


Walaupun dalam keadaan masih beradu jurus dan pukulan, mereka berdua masih dapat berbincang-bincang satu sama lain. Sampai tiba-tiba kedua pukulan bertemu dengan kekuatan penuh.


Duaaarrrr...


Keduanya sama-sama terpental kebelakang. "Sangat hebat teman, tak sia-sia jika kau berlatih diam-diam." Ucap Arya Chakra.


"Jurus Onyet melempar pisang."


Dengan gerakan cepat tangan serta kaki kera jambul merah meju menyerang Arya Chakra kembali, kali ini Arya Chakra belum sempat membaca jurus dari si kera.


Yang membuatnya sedikit kesulitan menahan setiap serangan demi serangan, yang dilesatkan kera jambul merah. "Waahh.. Sangat luar biasa." Dalam hati Arya Chakra berdecak kagum melihat peningkatan dari kera jambul merah.


Hingga beberapa kali serangan yang beradu hingga pada akhirnya kera jambul merah dapat mendaratkan sebuah pukukan keras pada tubuh Arya Chakra.

__ADS_1


Jedduaakkk...


Tubuh Arya Chakra terpental jauh kebelakang sampai menabrak sebuah pohon besar. "Uhukk.. Kali ini serangan dari kera itu semakin kuat saja." Gumam Arya Chakra.


Barulah Arya Chakra meningkatkan kekuatannya. "Heyaaa..." Seketika tubuh Arya Chakra memancarkan cahaya kemerah-merahan.


Ternyata cahaya tersebut berasal dari batu merah delima yang terdapat dalam tubuhnya, dari batu itu mengalirkan energi kekuatan yang sangat kuat. "Cukup main-mainnya, sekarang saatnya untuk serius."


Arya Chakra melesat maju menyerang kera jambul merah menggunakan tangan kosong. Tap.. Tap..


Kera jambul merah melayani pukulan demi pukulan yang Arya Chakra lesatkan, namun lama kelamaan tangan dari kera jambul merah tak kuat menahan pukulan dari Arya Chakra.


Dengan menggoyang-goyangkan tangannya kera jambul merah mencoba menjauhi Arya Chakra, namun tetap saja gerakan kera jambul merah dapat dibaca Arya Chakra.


Sehingga sebuah pukulan keras mendarat ditubuh kera jambul merah.. "Akkhh.." Teriak kera jambul merah yang tubuhnya mulai terpental jauh kebelakang menabrak pohon. "Uhukk.. Cukup.. Cukup, aku menyerah."


Darah segar mengalir dari mulut kera jambul merah, melihat temannya yang terluka Arya Chakra segera berlari kearahnya dan membantunya. "Maafkan aku teman, aku lupa tidak mengontrol kekuatan pukulannya."


"Uhuk.. Tak apa-apa teman aku baik-baik saja, ini hanya luka kecil bagiku." Ujar, kera jambul merah yang merasa kesakitan.

__ADS_1


........


__ADS_2