Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Pengendalian Kesetabilan


__ADS_3

Disaat mulai memasuki perguruan Gajah Hitam, ternyata kera jambul merah merasakan keberadaan dari mustika Kecubung Emas.


Sempat berpamitan singkat dengan Arya Chakra saat Arya Chakra melangkahkan kakinya memasuki perguruan Gajah Hitam.


Kera jambul merah seketika melompat pergi dari pundak Arya Chakra kearah barat, yang ternyata arah barat adalah letak dimana kerajaan Gajah Duduk berada.


"Ternyata hawa dari mustika kecubung emas ada diistana itu." Kera jambul merah tak berani melangkah lebih jauh sebab dirinya tidak tahu kekuatan seperti apa yang ada didalam istana tersebut.


Akhirnya kera jambul merah memutuskan untuk pergi meninggalkan lokasinya, dan kembali ke sisi Arya Chakra.


*


Arya Chakra ternyata dapat dengan mudah menyelesaikan ujian pertama dari ruang pengendali pernafasan, kini dirinya sudah memasuki ruang kedua yaitu ruang pengendali kesetabilan.


Di ruang kedua dari pengendali kesetabilan ternyata ujian kali ini menggabungkan antara pernafasan serta keseimbangan.


Dimana terdapat sebuah ilusi didalam ruangan pengendalian kesetabilan tersebut. "Apa ini?? Kenapa tiba-tiba aku bisa berada ditengah-tengah lautan api?"


Ternyata ilusi tersebut menampakkan lautan api dengan Arya Chakra berdiri disebuah batu yang hanya cukup untuk satu orang saja.


"Jika terus begini aku bisa mati kepanasan." Arya Chakra belum menemukan solusi dari ujian ilusi.


Nampak dari wajah Arya Chakra kebingungan serta tak dapat mengendalikan emosinya. "Apakah aku akan berhenti disini?" Arya Chakra terus memutar otaknya, agar dapat menemukan cara untuk keluar dari lautan api tersebut.


"Tenangkan dirimu nak, fokuslah pada hati nuranimu." Tak disangka terdengar suara yang cukup membuat Arya Chakra senang.


"Kakek!! Bagaimana aku bisa keluar dari lautan api ini?" Arya Chakra tak dapat berfikir lagi, sebab panasnya lautan api serta tubuhnya yang sudah merasakan panas sangat luar biasa membuatnya tak dapat fokus.


"Bersabarlah nak, kamu pasti bisa menyelesaikan ujian ini yakinlah pada dirimu sendiri."


Setelah berkata hal demikian sang kakek mulai menghilang. "Benar apa yang dikatakan kakek, aku tidak boleh menyerah disini."

__ADS_1


Arya Chakra memejamkan mata dan merasakan semuanya dengan hati nuraninya, seketika ada titik cahaya terang dalam fikirannya. "Ah, mungkin itu jalan keluarnya."


Arya Chakra membuka matanya perlahan dan menemukan satu kejadian yang janggal dari lautan api tersebut, dengan tekad yang kuat ia langkahkan kakinya memasuki lautan api tersebut.


Apa yang terjadi membuatnya semakin yakin bahwa semuanya itu hanyalah ilusi. "Ah.. Kakek memang benar semua itu harus memiliki keyakinan yang kuat baru kita dapat menakhlukkan berbagai rintangan."


Faktanya Arya Chakra tak terbakar oleh lautan api tersebut saat dirinya berjalan perlahan-lahan, justru lautan api itu semakin lama semakin hilang seiring berjalannya Arya Chakra ke sebuah titik cahaya.


Sampai pada akhirnya Arya Chakra berhasil menyelesaikan ujian di ruang pengendalian kesetabilan tersebut. "Akhirnya aku berhasil melewatinya."


Arya Chakra kemudian keluar dari ruang pengendalian kesetabilan, namun saat dirinya baru keluar tiba-tiba ada kejadian yang sangat menghebohkan.


Uuuuu.. Aaaaa.. Uuuaaaa..


Semua para murid perguruan Gajah Hitam dibuat panik oleh seekor kera yang tiba-tiba datang.


Pasalnya kedatangan kera tersebut secara tiba-tiba dan langsung berteriak-teriak diatas atap sebuah gubuk.


Tapi justru lemparan batu malah membuat si kera makin menjadi, dengan melompat-lompat dan berpindah-pindah dari satu atap ke atap yang lain.


"Ah bukankah itu Cemonk." Arya Chakra yang baru keluar dan melihat seekor kera tengah membuat onar, mengetahui bahwa kera tersebut adalah temennya yaitu Cemonk.


"Semuanya hentikan.. Jangan ada lagi yang menyerangnya." Empu Danu Raba dengan suara lantang menghimbau pada semua murid agar tidan menyerang si kera.


Arya Chakra berjalan mendekati Empu Danu Raba, saat Cemonk melihat Arya Chakra dirinya secara cepat melompat-lompat kearah Arya Chakra.


"Kang Arya awas.." Wulansari merasa ketakutan akan sosok kera yang mulai menghampiri Arya Chakra, beranggapan bahwa si kera akan menyerang Arya Chakra.


Begitupun dengan Triyaksa dan juga Wiralaga yang sudah berteman dengan Arya Chakra, mereka berdua cukup merasa khawatir dengan melompatnya si kera kearah Arya Chakra. "Arya awas.."


Tapi justru meraka yang awalnya merasa khawatir tiba-tiba berubah menjadi bingung dengan mata terbuka lebar. "Lah kog malah bertengger dibahu Kang Arya! " Wulansari yang dibuat bingung atas kejanggalan tersebut.

__ADS_1


Tidak terkecuali juga para murid yang lainnya. "Lah apa-apaan ini! Si kera itu justru terlihat akrab dengan Arya Chakra."


"Maafkan atas keonaran teman saya ini Empu." Arya Chakra meminta maaf atas kejadian yang diperbuat oleh kera jambul merah.


Empu Danu Raba tidak langsung mengatakan sesuatu, justru Empu Danu Raba masih cukup terkejut dengan terus memandangi kearah kera jambul merah.


"Arya! Bagaimana kau bisa mendapatkan kera ini?" Empu Danu Raba sudah mengetahui semuanya tentang kera jambul merah, yang konon adalah binatang keramat.


"Itu ceritanya panjang Empu, tidak akan cukup bila aku ceritakannya sekarang."


"Hemm baiklah, Empu akan selalu setia bila kamu ingin menceritakannya pada Empu kapan saja." Empu Danu Raba kemudian melangkah mendekat dan menepuk pundak Arya Chakra.


"Selamat Arya, kamu telah berhasil menyelesaikan rintangan yang ada pada ruang pengendalian kesetebilan."


Arya Chakra membungkukkan badannya dan berterimaksih pada Empu Danu Raba. "Terimakasih Empu."


Setelah berkata demikian Empu Danu Raba pergi meninggalkan lokasi, akan tetapi pandangannya masih tertuju pada sesosok kera berjambul merah yang ada dibahu Arya Chakra. "Bagaimana kera keramat itu bisa berteman dengan Arya??"


Wukansari langsung berlari menghampiri Arya Chakra, disusul oleh kedua senior bernama Triyaksa dan juga Wiralaga. "Selamat ya kang Arya, sudah berhasil melewati ruang kesetabilan."


"Iya selamat ya Arya, tidak ku sangka kamu akan secepat ini menyelesaikan rintangan ruang kesetabilan." Triyaksa yang sangat takjub akan kecepatan penyelesaian Arya Chakra atas rintangan di ruang kesetabilan.


"Iya aku juga tak menyangka, kamu akan lebih cepat bila dibandingkan dengan Mayangsari dan juga Ranggapati." Wiralaga ikut menimpali yang merasa takjub dengan Arya Chakra.


"Ah kalian semua hanya melebih-lebihkan saja, justru aku merasa terlalu lama penyelesaian ini saat didalam ruangan tersebut." Arya Chakra tidak ingin terlalu dipuji dan dibanggakan.


"Kang Arya sudah membuatku khawatir saja, ternyata kera ini adalah teman kang Arya toh? Lucunya.." Wulansari langsung membelai-belai tubuh kera jambul merah, tanpa takut si kera jambul merah marah.


Uuu.. Aaa..


Kera jambul merah nampak senang tatkala Wulansari membelai-belai bulu ditubuhnya itu. "Dia suka denganmu belaianmu Wulan." Arya Chakra memberitahukan bahwa kera jambul merah menyukai kelembutan dari sifat Wulansari.

__ADS_1


.....


__ADS_2