Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Tahapan dan Tingkatan


__ADS_3

Wulansari kemudian menerangkan pada Arya Chakra perihal tahapan dalam ilmu kanuragan.


Ternyata didalam persilatan ilmu kanuragan atau tenaga dalam dibagi menjadi Tiga tahapan yaitu :



Kenuragan tahap Fana


Kanuragan tahap Suci


Kanuragan tahap Dewa



Tahap fana adalah tahapan dimana seseorang yang baru akan memulai ilmu kanuragan, sampai ia mampu mengendalikan ilmu tersebut.


Pengendalian ilmu kanuragan ternyata memiliki lima tingkatan yaitu :



Tingkat Pernafasan


Tingkat Kesetabilan


Tingkat Ketenangan

__ADS_1


Tingkat Penyatuan


Tingkat Kesempurnaan



Sedangkan tahap suci dimana seseorang yang sudah dapat mengendalikan ilmu kanuragannya ketingkat yang lebih tinggi, yaitu tingkat kesempurnaan barulah seseorang akan melaluli proses pengorbanan.


Proses pengorbanan adalah, suatu proses dimana para pelatih ilmu kanuragan dituntut untuk mensucikan jiwa dan raga mereka dengan masuk kedalam kobaran api yang menyala-nyala.


Saat mereka berhasil bertahan didalam kobaran api tersebut, barulah sang pelatih ilmu kanuragan dinyatakan telah berhasil mencapai tahap suci.


Dan untuk tahap dewa para pelatih ilmu kanuragan yang telah berhasil mencapai tahap suci, akan dituntut untuk melakukan pertapaan selama ratusan tahun sampai dirinya benar-benar dipilih oleh para dewa dan mendapatkan kekuatan dewa.


Di dunia ini yang sudah mencapai tahap suci konon baru ada dua orang yaitu resi Maharaya dan resi Mahardana.


Tapi sampai saat ini belum ada manusia yang berhasil menemukan keberadaan kedua resi tersebut, konon berita yang beredar bahwasannya siapa saja yang berhasil mendapatkan pengakuannya, seseorang akan mendapat warisan ilmu dari resi tersebut.


Sedangkan untuk tahap dewa belum ada satupun di dunia ini yang berhasil melangkah ke tahap tersebut, bahkan kedua resi yang berkali-kali mencoba melakukan pertapaan selalu saja gagal dipertengahan.


Lokasi pertapaan diterangkan harus mencari tempat yang angker, serta belum pernah terjamah sedikit pun oleh manusia.


Dan saat melakukan pertapaan tersebut, para pertapa jangan sampai bergerak sedikitpun, walaupun disitu mereka sedang dikerumuni para binatang berbisa sekalipun.


Kedua resi banyak gagal akibat tidak tahannya saat para binatang berbisa mulai mendekati mereka, sebab itulah sampai sekarang kedua resi masih terus-terusan mencoba melakukan pertapaan.

__ADS_1


"Saiki wes mudeng kang? (Apa sekarang sudah faham kang?) " Wulansari mencoba menanyai Arya Chakra perihal apa yang telah disampaikannya sampai mulutnya hampir berbusa.


"Uwes.. Saiki wes mudeng (Sudah.. Sekarang sudah faham). " Jawab Arya Chakra dengan tersenyum malu.


"Lalu di perguruan ini siapakah senior yang sudah mencapai tahap fana dengan pengendalian tertinggi? " Arya Chakra ingin mengetahui sosok senior yang sudah berhasil meraih pencapaian tertinggi tersebut.


"Senior yang sudah mencapai pengendalian tertinggi diantara murid yang lain ada dua oranga pertama bernama Ranggapati, dia sudah mencapai pengendalian kesetabilan."


"Terus untuk murid kedua saipakah namanya?" Tanya Arya Chakra.


"Untuk murid kedua bernama Mayangsari, dia terkenal sangat cantik namun dia selalu menutup diri, tak pernah bergaul dengan yang lainnya."


"Hemm.. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang tersebut sudah masuk tahap fana dan juga berhasil mencapai pengendalian?" Arya Chakra masih bingung darimana ilmu kanuragan seseorang dapat diketahui. "


Wulansari kembali menerangkan pada Arya Chakra perihal sebuah tempat di perguruan yang dapat mendeteksi pencapaian para muridnya.


Di dalam tempat tersebut akan ada batu bulat besar yang dapat mengetahui apakah murid tersebut sudah mencapai tahap fana apa belum.


Saat batu bulat besar tersebut menampakkan cahaya putih menyilaukan, berarti sang murid sudah mencapai tahap fana dan sudah berhak menjadi murid senior dengan fasilitas terbaik.


Namun untuk pengujian pengendalian terdapat ruangan kusus dari tempat tersebut, sekitar ada lima ruangan dengan tingkatan yang berbeda-beda dimulai dari tingkat pengendalian pernafasan.


Saat murid senior berhasil bertahan didalam ruangan pertama, maka dirinya berhak melanjutkan ke ruangan selanjutnya.


Itupun beberapa murid senior ada yang berhasil namun tertahan hanya sampai ruangan pertama pengendalian pernafasan saja, sebab rintangan di ruangan kedua konon akan lebih sulit dari yang pertama.

__ADS_1


Para murid senior yang sudah merasakan dan berhasil melalui ruangan pertama pengendalian pernafasan, mereka memilih berhenti untuk lebih mempersiapkan mental dan keteguhan hati yang kuat sebelum mencoba memasuki ruangan kedua.


__ADS_2