Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Perjalanan Mencari Jati Diri


__ADS_3

Pertama kali saat Arya Chakra dan kera jambul merah keluar dari lembah kematian, ia sangat takjub akan keindahan suasana alam maupun pedesaan yang terletak cukup jauh dari lembah tersebut.


Tak lupa semua barang berharga yang ada di gubuk Empu Maha Surya sebagian mereka masukan dalam peti lalu menguburnya, tepat disamping makam keduanya.


Hanya beberapa barang yang dibawa oleh Arya Chakra, seperti barang-barang yang kiranya laku untuk dijual.


Arya Chakra memutuskan untuk mengunjungi desa tersebut, kurang lebih membutuhkan waktu seharian bagi Arya Chakra dan kera jambul merah untuk sampai di desa itu.


Saat mereka sudah sampai di desa banyak mata memandang kearah Arya Chakra dan kera jambul merah, banyak yang beranggapan bahwa Arya Chakra adalah pendekar pengembara.


Arya Chakra melangkahkan kakinya dan terhenti disebuah kedai makanan. "Permisi paman.. Di desa ini kira-kira kalau mau menjual sesuatu dimana ya?" Tanya Arya Chakra dengan sopan.


"Sepertinya kamu bukan orang daerah sini? Darimana kamu nak?" Tanya paman pemilik kedai.


"Iya paman, aku baru saja kehilangan kedua orang tuaku aku berjalan mengikuti kemana langkah kaki melangkah." Ujar Arya Chakra.


Paman pemilik kedai marasa iba atas apa yang dialami Arya Chakra. "Memang apa yang ingin kamu jual nak?"


"Ini paman." Arya Chara membuka bungkusan kain yang ia bawa, saat paman pemilik kedai melihat ia sangat terkejut akan apa yang dilihatnya. "Kamu mendapatkan barang-barang ini darimana nak?"

__ADS_1


"Ini semua peninggalan orang tuaku paman." Ujar Arya Chakra yang terlihat polos, karena masih anak-anak yang usianya baru 15tahun.


Karena khawatir jika nanti ada yang mengetahui, paman pemilik kedai membawa Arya Chakra masuk kedalam ruangan didalam kedai tersebut. "Asal kamu tahu nak.. Barang-barangmu ini bila dijual kamu akan banyak mendapatkan uang."


"Sungguh itu paman?"


Paman pemilik kedai menganggukkan kepala. "Iya nak.. Berhubung paman tidak memiliki anak dan hanya tinggal berdua dengan bibi, maka lebih baik kamu tinggal saja dengan paman."


"Apa?? Apakah paman serius?" Nampak kebahagian diwajah Arya Chakra, tak menyangka ia akan bertemu dengan paman yang baik hati.


Dalam hati paman pemilik kedai juga tak menyangka akan ada seoarang anak yang mau iku tinggal dengannya. "Iya nak.. Kamu juga tidak tahu kan mau kemana?"


"Untuk semua barang-barang ini sebaiknya kamu simpan dulu nak, kamu disini bisa ikut membantu paman dan paman juga akan membayarmu." Ujar paman pemilik kedai.


Karena berhubung suasana kedai masih sepi jadi percakapan antara Arya Chakra dan paman pemilik kedai tak ada yang mengetahui, kecuali seseorang yang tiba-tiba mendekati keduanya.


"Siapa dia pakne?" Tanya istri paman pemilik kedai.


Oya sampai lupa, paman belum tahu siapa namamu nak?

__ADS_1


"Nama saya Arya Chakra paman." Ucap Arya Chakra memperkenalkan.


"Kalau paman namanya seno dan ini istri paman namanya Painah." Paman pemilik kedai memperkenalkan namanya dan nama istrinya. "Dan mulai sekarang Arya ini akan tinggal bersama dengan kita bukne."


Apa? Piye toh pakne lawong kita aja dari kemaren belum ada pemasukan, lah sekarang malah menampung anak." Istri pemilik kedai membalikan badan membelakangi mereka.


"Jangan gitu toh bukne.. Arya ini tidak punya siapa-siapa lagi pakne kasihan melihatnya yang tak tahu mau kemana."


"Ya tapi kan kita belum ada pemasukan, dan juga mau kasih dia makan apa pakne?" Ujar, istri pemilik kedai yang bingung karena tak memiliki uang.


Arya Chakra yang mendengar mereka bertengkar karena tak ada uang, akhirnya ia memberikan sebagian barang miliknya pada paman pemilik kedai. "Begini saja paman, anggap saja ini bayaranku menginap disini."


Arya Chakra menyerahkan beberapa barang bawaannya kepada pemilik kedai. "Tidak perlu nak, sebaiknya kau simpan saja barangmu itu."


"Eit.." Istri pemilik kedai langsung mengambil barang yang diberikan Arya Chakra. "Nah kalau begini ga papa kamu tinggal disini." Wajah istri pemilik kedai mulai terlihat senyuman bahagianya.


"Bukne.." Paman pemilik kedai berusaha memperingatkan istrinya, agar mengembalikan barang milik Arya Chakra. "Sudah paman tidak apa-apa, saya juga tidak ingin merepotkan paman dan bibi."


Setelah mengambil barang Arya Chakra yang berupa batu kristal berwarna hijau dan merah, istri pemilik kedai langsung pergi masuk kamarnya.

__ADS_1


.........


__ADS_2