Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Kelahiran Sang Pendekar


__ADS_3

Sesaat setelah Dewi Ambarwati menjelaskan akan jati dirinya, Nyai Santi mulai mereda amarahnya dan kembali ceria sambil mengunyah daun sirih.


"Hehehe... Cah Ayu kenapa kau kesini tidak bersama suamimu..?" Tanya Nyai Santi


"Itu ceritanya panjang Nyai.." Jawab Dewi Ambarwati


"Yasudah.. Sekarang kita masuk dulu, dan kau Cah Ayu segera bersihkan badanmu lalu makanlah bersama kami. Setelah itu baru kau ceritakan kisahmu.." Ucap Nyai Santi


sambil mengantarkan Dewi Ambarwati menuju kamar untuk membersihkan badan


Setelah beberapa menit Dewi Ambarwati pun keluar dari kamarnya, dan langsung menghampiri Nyai Santi dan Empu Maha Surya yang sedang di meja makan.


Mereka Akhirnya menyantap makanan yang telah disediakan oleh Nyai Santi.


Setelah selesai makan, Nyai Santi mengajak Dewi Ambarwati duduk diruang tengah, untuk mendengarkan apa yang akan Dewi Ambarwati ceritakan.


Namun sebelum Dewi Ambarwati sempat menceritakan masalahnya, tiba-tiba perut Dewi Ambarwati terasa sakit.


"Aduuuhhh.. Sakit sekali.." Teriak Dewi Ambarwati


Nyai Santi yang sempat kebingungan walaupun sebenarnya dia sudah tau bahwa Dewi Ambarwari sudah ingin melahirkan.


Namun karena panik dia jadi gugup dan bingung akan apa yang harus dia lakukan.

__ADS_1


Setelah mulai tenang baru Nyai Santi bergegas mengambil peralatan seadanya untuk membantu Dewi Ambarwati melahirkan.


"Hey.. Tua Bangka apa yang kau lakukan disini.. Cepat sana angkat Cah Ayu dan bawa masuk kedalam kamar.." Bentak Nyai Santi


Empu Maha Surya menuruti apa yang di perintahkan oleh Nyai Santi dengan menggotong Dewi Ambarwati masuk ke kamar.


"Lah kamu ngapain masih disini... Cepat keluar sana.." Bentak Nyai Santi


Dewi Ambarwati kemudian di tangani oleh Nyai Santi untuk dibantu melahirkan.


Terdengar teriakan Dewi Ambarwati yang mengejang kesakitan, dan komando Nyai Santi yang menyuruhnya menarik nafas.


Berjalannya waktu hingga menunjukkan hari sudah hampir pagi, akhirnya terdengar suara tangisan bayi.


Oeeee....Oeeeee....Oeeeeee....


Kata Nyai Santi yang ikut bahagia


Namun dengan keluarnya sang bayi, keluar pula nyawa Dewi Ambarwati dari raganya.


"Cah Ayu... Cah Ayu..." Panggil Nyai Santi


"Tua Bangka... Cepat kesini, periksa apa yang terjadi dengan Cah Ayu.." Ucap Nyai Santi

__ADS_1


Ketika Empu Maha Surya mengecek nadi Dewi Ambarwati ternyata sudah tidak berdenyut lagi, guna ingin memastikan Empu Maha Surya hendak menempelkan telinganya ke hidung Dewi Ambarwati.


Namun dengan cepat Nyai Santi menahannya.


"Apa yang mau kau lakukan Tua Bangka.." Bentak Nyai Santi


"Tidak.. Aku tidak akan melakukan apa-apa.. Hanya saja Aku ingin memastikan dia sudah meninggal atau belum." Jawab Empu Maha Surya


"Ternyata dia sudah meninggal.." Kata Empu Maha Surya


"Segera kau buat kuburan untuk menguburkan Cah Ayu ini.." Ujar Nyai Santi


Empu Maha Surya segera pergi untuk menggali tanah membuat kuburan untuk menguburkan Dewi Ambarwati.


Setelah Empu Maha Surya selesai membuat kuburan, Dewi Ambarwati pun segera dikuburkan selesai Nyai Santi melakukan apa yang semestinya dilakukan pada orang meninggal.


Selesai menguburkan Dewi Ambarwati, mereka pun segera masuk kedalam rumah.


"Tua Bangka bagaimana dengan bayinya... Mau di kasih nama siapa..?" Tanya Nyai Santi


"Ehmmm... Aku dari dulu jika mempunyai anak akan Aku kasih nama dia ARYA.." Ucap Empu Maha Surya


"Walaupun bayi ini bukan darah dagingku, tapi akan aku latih dia agar menjadi orang yang kuat dan berbudi luhur tinggi.." Empu Maha Surya menimpali

__ADS_1


"Bagaimana jika dibelakang nama Arya kita kasih nama ayahnya.." Ujar Nyai Santi


Jadilah bayi itu diberi nama ARYA CHAKRA..


__ADS_2