Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Para Senopati Duryandra


__ADS_3

Setelah dapat mengalahkan anak buah dari Hantu Codet, serta membuat Hantu Codet lari terbirit-birit menggunakan jurus rahasianya.


Barulah Arya Chakra memulai melanjutkan perjalanannya, tak lupa kera jambul merah mengubah kembali bentuk tubuhnya menjadi seekor kera pada umumnya dan bertengger di bahu Arya Chakra.


Padahal sangat mudah bagi Arya Chakra untuk terbang dengan berlari diatas dedaunan pohon, akan tetapi dirinya lebih memilih untuk berjalan selangkah demi selangkah menikmati suasana yang tak pernah dirasakannya.


Entah apa yang dimaksudkan oleh Empu Maha Surya sebelum wafatnya, yang menyuruh Arya Chakra untuk pergi menemui Empu Danu Raba.


Arya Chakra hanya yakin dalam hatinya mungkin disana akan ada petunjuk yang bisa dia dapatkan, sedangkan letak dari perguruan Gajah Hitam memang masih dalam wilayah kerajaan Gajah Duduk.


Perguruan Gajah Hitam bukan satu-satunya perguruan yang ada di wilayah Gajah Duduk, terdapat kurang lebih sepuluh perguruan yang ada di wilayah kerajaan Gajah Duduk.


Namun semua perguruan dipaksa untuk tunduk kepada Duryandra, mulai saat dia menaiki tahta kerajaan menggantikan Kangmas Chakra, bagi perguruan yang tidak patuh pada perintahnya akan dibinasakan.


Saat itu ada salah satu perguruan yang tidak suka akan penindasan yang dilakukan oleh Duryandra, mereka semua memberontak hendak menuntut keadilan.


Tapi apa yang terjadi justru perguruan itu dengan mudah diratakan dan dihancurkan oleh Senopati Duryandra maupun Duryandra itu sendiri, para tetua dan sesepuh perguruan tak berkutik menghadapi Duryandra dan para senopatinya.


Terdapat kurang lebih Lima Senopati yang Duryandra punya saat ini, mereka memiliki nama serta julukan masing-masing.


Dan juga para senopatinya termasuk dari perguruan hitam yang telah Duryandra janjikan pada mereka, bahwa akan dijadikannya mereka sebagai senopati kerajaan Gajah Duduk.


Nama dan julukan mereka antara lain :


- Senopati Adiguna dengan julukannya si Tubuh Baja.


- Senopati Badaru dengan julukannya si Kepala Batu.


- Senopati Caraka dengan julukannya si Cakar Iblis.


- Senopati Darmaji dengan julukannya si Tangan Besi.


- Senopati Gandaruwo dengan julukannya si Golok Setan.

__ADS_1


Mereka semua dijadikan senopati oleh Duryandra, lantaran ingin melakukan kerja sama untuk menguasai kerajaan-kerajaan yang ada di tanah Jawa.


Terdapat kurang lebih Lima Kerajaan yang ada di tanah jawa yaitu :


- Kerajaan Singo Raja


- Kerajaan Macan Putih


- Kerajaan Cendrawasih


- Kerajaan Gajah Duduk


- Kerajaan Badak Bercula


Bagi Duryandra setelah dirinya dapat menaiki tahta kerajaan Gajah Duduk, ia sangat berambisi untuk dapat menguasai tanah jawa dan menjadikan tanah jawa dalam genggamannya.


**


Setelah kurang lebih menempuh satu hari satu malam perjalanan, akhirnya Arya Chakra sampai di tugu masuk perguruan Gajah Hitam.


Gerbang masuk ternyata tertutup rapat sehingga terpaksa Arya Chakra mengetuk dan meminta izin untuk memasukinya.


Tokk.. Tokk..


"Siapa?" Terdengar suara dari dalam gerbang yang bertanya pada Arya Chakra. "Saya Arya Chakra ingin bertemu dengan Empu Danu Raba." Jawab Arya Chakra dari luar.


"Ada keperluan apa kamu ingin bertemu dengan Empu Danu Raba?"


"Saya murid dari Empu Maha Surya." Ujar Arya Chakra.


"Hemm.. Baiklah." Gerbang kemudian dibuka dan Arya Chakra dipersilahkan untuk masuk. "Kamu boleh tunggu disana, biar aku temui Empu Danu Raba dahulu." Ujar salah satu murid.


Arya Chakra dipersilahkan untuk menunggu dibawah pohon, dengan potongan kayu yang sudah tersusun rapih sebagai tempat duduk dan meja.

__ADS_1


Arya Chakra memperhatikan sekeliling yang nampak terlihat sepi, padahal biasanya bila sebuah perguruan akan ramai yang berlatih jurus maupun ilmu kanuragan.


Tidak berselang lama seorang murid tadi datang bersama Empu Danu Raba. "Apakah kau benar murid dari Empu Maha Surya?" Tanya Empu Danu Raba ingin memastikan.


"Benar Empu, saya murid dari Empu Maha Surya." Ujar Arya Chakra.


"Hemm.. Apa yang bisa membuatku percaya bahwa kamu benar-benar muridnya?"


Arya Chakra nampak bingung dengan menggaruk-garuk kepala. "Kenapa kakek hanya menyuruhku kesini, tanpa memberikan sesuatu yang bisa meyakinkan Empu Danu Raba?"


"Kenapa kamu diam? Apakah kamu mencoba untuk membohongiku?"


"Tidak Empu, saya tidak berani berbohong. Saya benar murid Empu Maha Surya." Ujar, Arya Chakra sambil memohon dengan manyatukan kedua telapak tangannya.


"Lantas mana buktinya?" Ujar Empu Danu Raba.


Arya Chakra berfikir apakah yang dapat membuat Empu Danu Raba bisa mempercayainya, akhirnya dirinya teringat akan sebuah ilmu yang mungkin bisa membuat Empu Danu Raba percaya.


Arya Chakra kemudian meletakkan tangan kanannya tepat didada sebelah kiri, dan seketika wujudnya berubah menjadi sesosok Empu Danu Raba.


Tak ada perbedaan sama sekali antara Arya Chakra dan Empu Danu Raba saat ini, saat itulah Empu Danu Raba baru percaya bahwa Arya Chakra memang murid dari Empu Maha Surya.


"Baiklah nak.. Aku percaya." Ujar, Empu Danu Raba yang mulai menghentikan kecurigaannya. "Sebenarnya dari awal aku sudah mengetahui bila kamu memang murid Empu Maha Surya, namun aku ingin memastikan saja."


Empu Danu Raba tersenyum sambil meletakkan kedua tangannya dibekang. "Kemari nak." Empu Danu Raba mengajak Arya Chakra masuk untuk berbincang-bincang.


"Lantas bagaimana Empu bisa tahu jika aku adalah murid dari Empu Maha Surya." Tanya Arya Chakra.


"Hemmm.. Dari auramu aku dapat mengatahui jejak yang ditinggalkan Empu Maha Surya padamu."


"Jejak?? Jejak apakah itu Empu?" Arya Chakra tak begitu faham dengan apa yang dimaksud Empu Maha Surya.


"Hemm.. Sangat panjang jika aku menceritakan padamu sekarang, yang jelas itu adalah tanda yang sengaja diletakkan oleh gurumu."

__ADS_1


.........


__ADS_2