Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Adu Ilmu Kanuragan


__ADS_3

Setelah Arya Chakra menerima tantangan dari Triyaksa, mereka berdua kemudian memasuki arena bertarung.


"Apa kau sudah siap?" Triyaksa terlihat sangat percaya diri dan mampu untuk mengalahkan Arya Chakra.


"Hei Triyaksa jangan sampai kau membuat malu atas nama senior." Wiralaga meneriaki Triyaksa agar dia tidak membuat malu sebagai seorang senior.


"Hah! Hanya untuk menghadapinya cukup dengan satu jurusku saja." Triyaksa masih saja sombong didepan Arya Chakra, yang seolah dirinya pasti menang. Namun justru sebaliknya Arya Chakra cukup tenang hanya dengan senyuman yang terpancar dari wajahnya.


Setelah keduanya bersiap seketika Triyaksa langsung maju menyerang Arya Chakra menggunakan tangan kosong.


Lesatan demi lesatan pukulan Triyaksa mampu dengan mudah ditahan oleh Arya Chakra, gerakan Triyaksa terlihat sedikit tidak stabil bila dibandingkan dengan Arya Chakra.


Hingga beberapa kali beradu serang menggunakan tangan kosong ternyata Triyaksa merasa sedikit kualahan. "Sialan!! Ternyata anak ini boleh juga."


Mengetahui serangan dengan tangan kosong tak mampu menyudutkan Arya Chakra, Triyaksa berinisiatif melangkah mundur. "Boleh juga kau rupanya! Tapi bagaimana kau akan menghadapi jurusku ini."


"Jurus Lilitan Ular."


Kembali Triyaksa maju menyerang namun kali ini terlihat jelas gerakan tangan maupun badannya seolah lentur layaknya tak bertulang.


Merasa jurusnya ini dapat menembus pertahanan bahkan melukai Arya Chakra, Triyaksa nampak bertenaga terus-menerus melesatkan pukulannya.

__ADS_1


Sedikit demi sedikit pukulan Triyaksa membuat Arya Chakra sedikit kesulitan saat menghadapinya.


Tapi berkat ilmu Dasendria yang telah dimiliki Arya Chakra, serangan-serangan yang akan dilesatkan Triyaksa terlihat jelas dimata Arya Chakra.


Kali ini serangan demi serangan Triyaksa mampu dibaca pergerakannya oleh Arya Chakra, bahkan Triyaksa sampai dibuat bingung oleh Arya Chakra.


Sebab tiba-tiba jurus yang dikeluarkan Arya Chakra bisa sama persis dengan jurus yang dikeluarkan Triyaksa, bahkan juga gerakan demi gerakan lebih terlihat kokoh milik Arya Chakra bila dibandingkan Triyaksa.


"Apa!! Bagaimana bisa anak ini meniru jurusku, bahkan dengan begitu cepat ia mempelajarinya." Triyaksa sangat terkejut saat mengetahui bila Arya Chakra akan begitu mudah mempelajari jurus miliknya.


Tak terima bila jurusnya dipelajari oleh Arya Chakra, Triyaksa mengeluarkan jurus keduanya. "Jurus Ular Melahap Mangsa."


Gerakan kali ini yang ditampakkan Triyaksa cukup kuat bila dibandingkan jurus pertama tadi, akan tetapi lagi-lagi Arya Chakra dengan begitu cepatnya sudah dapat meniru gerakan Triyaksa.


Bahkan juga Wulansari yang awalnya menganggap Arya Chakra biasa-biasa saja, namun kali ini saat mengetahui bila ilmu kanuragan Arya Chakra tergolong sudah cukup tinggi, dirinya jadi sedikit malu bila mengingat sebelum-sebelumnya.


Sebab seorang murid baru bernama Arya Chakra yang bisa bersaing dengan murid senior, itu adalah sebuah hal yang luar biasa.


Semuanya dibuat tercengang akan kemahiran Arya Chakra dalam segi bertarung, yang dapat menirukan gerakan lawan.


Dari kejauhan ternyata Empu Danu Raba telah mengamati jalannya pertarungan antara Arya Chakra dengan Triyaksa. "Ilmu Dasendria!! Empu Danu Raba cukup terkejut bahwa Arya Chakra diusianya sekarang sudah dapat menguasai Ilmu Dasendria. "Memang pantas menjadi murid Empu Maha Surya."

__ADS_1


Hingga pada akhirnya Triyaksa mulai kelelahan. "Sialan!! Apakah anak ini masih manusia." Dalam Hati Triyaksa merasa terkejut dan heran saat merasakan sendiri ilmu kanuragan Arya Chakra.


"Apakah kau mulai kelelahan? Kalau begitu sudahi saja pertarungan ini! Aku dan Wulansari hanya sebatas teman saja." Arya Chakra menjelaskan bahwa dirinya dan Wulansari hanya sebatas teman saja.


"Baiklah aku mengakui kekalahanku, dan mulai sekarang bagaimana jika kita berteman." Triyaksa nampak tidak ada rasa dendam pada Arya Chakra, justru kini dirinya malah ingin menjadi teman Arya Chakra.


Triyaksa mengulurkan tangan kanannya tanda memulai pertemanan dengan Arya Chakra, dan disambut hangat oleh Arya Chakra dengan senyuman yang terpancar dari wajahnya.


Wiralaga yang merasa bahwa Arya Chakra patut untuk dijadikan teman tak mau kalah, dengan langsung berlari kearah Arya Chakra dan secara cepat meraih tangan kanan Arya Chakra. "Eitt.. Aku Wiralaga senang berkenalan denganmu."


"Hei.. Apa-apaan kau ini! Main langsung samber aja tangan orang." Triyaksa yang merasa telah didahului tak terima.


"Hehe.. Memang kau saja yang ingin berteman dengannya, akupun sama." Sontak wibawa dari Wiralaga tak lagi dihiraukannya, asal bisa berteman dengan Arya Chakra.


"Sudah.. Sudah, bukankah memang kita teman? Teman satu perguruan." Tutur Arya Chakra yang langsung melerai Triyaksa dan Wiralaga saat hendak berdebat.


Prokk.. Prokk..


Terdengar suara tepuk tangan dari kejauhan yang ternyata adalah Empu Danu Raba. "Bagus.. Bagus, kita disini adalah satu atap satu perguruan sudah sepatutnya kita semua bersaudara."


"Salam Empu." Tutur para murid dengan menundukkan tubuh mereka tanda penghormatan pada yang lebih tua.

__ADS_1


"Kalian semua perkenalkan dia ini adalah Arya Chakra murid dari Empu Maha Surya teman Empu, dan mulai sekarang Arya Chakra akan menjadi murid di perguruan ini."


.....


__ADS_2