Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Kejadian Yang Sangat Mengejutkan


__ADS_3

Ketiga raga Ranggapati melesat maju menyerang Arya Chakra dengan jurus remuk raga. "Matilah kau anak sialan!"


Arya Chakra yang dalam keadaan memejamkan matanya, mendapat titik terang sebuah pencerahan dari bisikan sang kakek.


Saat Arya Chakra mulai membuka kedua matanya, barulah Arya Chakra dapat menemukan tubuh asli dari Ranggapati. "Hemm.. Rupanya kau disana."


Arya Chakra yang mendapatkan pencerahan mengetahui letak dari tubuh asli Ranggapati, yang ternyata sedang bersembunyi disalah satu pohon dekat glanggang arena. "Tunggu aku menyelesaikan raga palsumu ini terlebih dahulu."


Saat ketiga raga Ranggapati hendak mendaratkan jurus remuk raga pada Arya Chakra, mendadak ketiganya dibuat bingung dengan pergerakan Arya Chakra yang begitu cepat dan berpindah-pindah.


Begitupun dengan raga asli yang sedang bersembunyi dibalik pohon. "Sial.. Kenapa anak ini bisa begitu cepat pergerakannya."


Akan tetapi ketiga raga Ranggapati tak menyerah begitu saja, dengan berkali-kali mengejar pergerakan dari Arya Chakra hingga pada akhirnya jurus remuk raga berhasil didaratkan ditubuh Arya Chakra.


Duuuaaakk..


Seluruh yang menyaksikan pertarungan dibuat histeris dengan terpentalnya tubuh Arya Chakra hingga keluar gelanggang arena.


"Kang Arya.." Panggil Wulansari histeris dengan langsung berlari menghampiri tubuh Arya Chakra yang terpental.


Begitupun dengan Triyaksa dan Wiralaga yang ikut berlari untuk melihat dan memastikan keadaan dari Arya Chakra.


"Hahaha.. Mampus kau bocah sialan." Ranggapati nampak sangat bahagia yang bisa dengan mudah mementalkan Arya Chakra.


Saat semuanya panik justru teman Arya Chakra yang seekor kera nampak tidak begitu terkejut, justru kera jambul merah nampak masih terlihat tenang.


Bahkan Empu Danu Raba dibuat panik akan kejadian tersebut yang secara langsung terbang ke glanggang arena. "Apa-apaan kau Ranggapati? Terimalah ini sebagai hukumanmu!"


Empu Danu Raba melesatkan pukulan yang sangat kuat dengan tenaga dalam yang sudah terpusat pada tangan kanannya.


Ranggapati sudah mencoba untuk menahan pukulan yang hendak Empu Danu Raba lesatkan padanya, dengan menyilangkan kedua tangannya kedepan.


"Tahan Empu!"

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang memegang tangan Empu Danu Raba mencoba untuk menghentikan pukulan beliau. "Jangan diteruskan Empu."


Saat Empu Danu Raba mengetahui sosok orang yang menghentikannya beliau sangat terkejut. "Kau!! Bukankah.. " Empu Danu Raba seakan langsung berpaling menengok kearah terpentalnya tubuh Arya Chakra.


Dan disana sudah ada Wulansarai, Triyaksa dan Wiralaga yang juga terkejut saat mendapati tubuh Arya Chakra tak ada disana, justru disana malah terdapat batang pohon pisang yang sudah hancur.


Namun yang membuat Wulansari, Triyaksa serta Wiralaga terkejut sosok Arya Chakra masih dalam keadaan baik-baik saja dan sedang beradi disamping Empu Danu Raba.


"Lah itu kang Arya," ujar Wulansari.


Triyaksa dan Wiralaga langsung menengok kearah yang ditunjuk Wulansari, ketiganya tak dapat membayangkan dan tak mau berfikir kenapa Arya Chakra bisa berada disamping Empu Danu Raba, jelas-jelas mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa tubuh Arya Chakra terpental akibat jurus yang dilesatkan Ranggapati.


Ranggapati yang mulai membuka mata serta menurunkan kedua tangannya sontak sangat terkejut sampai terjatuh. "Kau!! Bagaimana bisa masih selamat!"


"Bagaimana kau melakukannya nak? Apa jangan-jangan kau sudah menguasai ilmu malih rupa?" Empu Danu Raba yang sangat terkejut akhirnya dapat menyimpulkan dan langsung bertanya pada Arya Chakra.


"Iya Empu, saya sudah menguasai ilmu tersebut," jawab Arya Chakra sambil menundukkan kepala.


Akan tetapi Ranggapati tidak setuju. "Tunggu Empu! Jelas-jelas diantara kita masih belum terlihat siapa yang kalah dan siapa yang menang, tapi kenapa Empu malah hendak mengumumkan Arya Chakra sebagai pemenangnya!"


"Benar apa yang dikatakan Ranggapati Empu, akupun tidak akan setuju bila berada diposisinya." Arya Chakra mencoba meyakinkan Empu Danu Raba.


"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kita lanjutkan lagi pertarungan ini."


Empu Danu Raba kali ini yang langsung menjadi wasitnya, menggantikan wasit sebelumnya. "Baiklah kita akan lanjutkan pertarungannya." Empu Danu Raba kemudian memberikan aba-aba tanda pertarungan dimulai kembali.


"Ranggapati tak langsung menyerang, justru kali ini dia masih terdiam merenung. "Semuanya sudah aku kerahkan, namun belum bisa untuk mengalahkannya! Apakah aku benar-benar akan kalah olehnya! "


"Kenapa kau malah diam termenung Ranggapati? Mana sifat sombongmu yang tadi?" Ujar Arya Chakra.


"Aku terdiam karena memikirkan bagaimana reaksimu saat tahu jika kau kalah." Ranggapati masih saja berlagak sombong.


"Hemm.. Kalau begitu mari kita buktikan saja siapa yang akan kalah!" Arya Chakra mendadak memikirkan sebuah jurus barunya yaitu patih geni, akan tetapi dia takut jurus itu akan seketika membuat Ranggapati terbunuh.

__ADS_1


Oleh sebab itu dirinya hanya mencoba menggunakan sebagian kecil kekuatan dari batu merah delima, agar efek yang diterima lawan tidak akan langsung menewaskannya.


"Apa salahnya aku mencobanya sekali lagi!" Ranggapati mencoba untuk mengeluarkan jurus remuk raga untuk kedua kalinya pada Arya Chakra, walaupun diawal jurus tersebut tidak berhasil melukainya namun kali ini dirinya memiliki sebuah siasat.


"Ah, akan aku gunakan ilmu belah raga untuk melabuinya, sedangkan raga asliku akan memantau kemana anak itu akan muncul setelah merubah bentuknya."


Siasat yang terfikirkannya cukup cermat bagi Ranggapati, bahkan dia yakin akan mampu untuk mengalahkan Arya Chakra dengan siasatnya tersebut.


Ranggapati memulai dengan ilmu belah raganya terlebih dahulu menjadi tiga bagian, lekas itu ketiganya sama-sama mengeluarkan jurus remuk raga.


Sedangkan raga asli bersembunyi dibalik ramainya para murid yang berada tepat dibelakang Arya Chakra.


Ketiga raga Ranggapati mulai melesat maju untuk melancarkan jurus remuk raga secara terpisah, arah depan samping kanan dan kiri.


Arya Chakra memejamkan kedua matanya dan merasakan keberadaan Ranggapati menggunakan hati nurani, alangkah terkejutnya ia saat mendapati bahwa raga asli Ranggapati berada diantara para murid yang tepat dibelakangnya.


"Apa yang sebenarnya direncanakan Ranggapati? Atau jangan-jangan tiga raganya ini hanya sebagai peralihan, sehingga raga asli akan melancarkan serangan disaat-saat terakhir."


Arya Chakra cukup jeli membaca arah serangan bahkan siasat yang akan dilancarkan oleh Ranggapati.


Sehingga dirinya tak ingin begitu gegabah, akan tetapi Arya Chakra juga bingung jika tidak menggunakan jurus malih rupa pastinya jurus remuk raga akan begitu mudah mendarat pada tubuhnya.


"Tidak ada cara lain, aku hanya dapat bergantung pada jurusku ini." Arya Chakra memusatkan kekuatan dari batu merah delima ke tangan kanannya.


Disaat tiga raga Ranggapati mulai medekat dan hendak melesatka jurus pada tubuhnya, mendadak Arya Chakra menghantamkan tangan kanannya ketanah dengan setengah kekuatannya.


Duaaaaarrrr...


Seketika tiga raga Ranggapati langsung meledak, bersamaan dengan raga asli yang mengalami luka dalam cukup parah.


Ranggapati memuntahkan begitu banyak darah segar serta luka dalam yang sangat serius dan disusul dengan tak sadarkan diri akibat jurus patih geni milik Arya Chakra.


.....

__ADS_1


__ADS_2