Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Pertarungan Dengan Lelembut


__ADS_3

"Hahaha.. Kau dapat mengetahui siasatku ! Ternyata kau cukup cerdik juga manusia." Ujar sosok lelembut.


"Makhluk sepertimu tidak mungkin akan menepati janji, oleh sebab itu lebih baik aku membinasakanmu terlebih dahulu." Ucap Arya Chakra.


"Hahahaha.. Aku suka gayamu manusia, coba saja jika kau mampu."


Dengan berbekal ilmu dasendria ternyata Arya Chakra cukup banyak menguasai jurus-jurus yang telah diajarkan Empu Maha Surya, saat pertarungan keduanya di hutan.


Dengan cepat Arya Chakra maju menyerang makhluk berbentuk srigala itu, menggunakan jurus-jurus yang telah dikuasainya.


Duaar.. Duaaaar.. Duaarr..


Berbagai benturan demi benturan dari kedua tangan yang saling beradu, terlihat sosok lelembut itu sangat menikmati pertarungannya.


"Haha.. Sudah lama aku tidak memakan daging manusia, akan aku jadikan dirimu santapan siangku." Ujar sosok lelembut.


"Heh.. Jangan harap kau bisa menyentuhku makhluk jelek." Ujar Arya Chakra.


Sosok lelembut langsung maju menyerang Arya Chakra menggunakan cakarnya, dengan gerakan cepat Arya Chakra mampu menghindari setiap cakaran yang sosok itu lesatkan.


Ilmu Dasendria yang Arya Chakra miliki sangatlah berguna dan sangat ampuh untuk dapat mengetahui gerak-gerik lawan, terlihat sosok lelembut itu mengerahkan seluruh kemampuannya.


Namun bagi Arya Chakra serangan demi serangan yang diluncurkan sosok lelembut itu hanyalah mainan belaka, soalnya semua dapat ditebak dengan mudah olehnya.


Terlalu lelah menyerang akhirnya sosok lelembut itu menghentikan serangannya.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin seranganku tidak mengenainya sedikit pun !" Gumam lelembut.


"Ada apa mahkluk jelek ? Apa kau hendak mengakui kekalahanmu ?" Ujar Arya Chakra meledek.


"Heh.. Aku barusan hanya bermain-main denganmu, sekarang akan aku tunjukan kekuatanku yang sesungguhnya." Ucap lelembut.


Dengan mengepalkan kedua tangannya kedua matanya terasa membuka lebar sekali, seakan-akan hendak keluar. Perubahan yang sangat buas kini wujud lelembut itu persis seekor srigala dengan tubuh besar.


Aauuuuu.....


Lolongan yang dirinya teriakkan sangat kuat seolah-olah memberikan tanda meminta bantuan rekan-rekannya.


Benar saja tidak lama dari itu terdengar longlongan serigala-serigala lainnya yang saling bersahut-sahutan.


"Hemmm.. Apakah kau tidak sanggup mengalahkanku, sampai-sampai harus meminta bantuan yang lain." Ujar Arya Chakra.


"Hahaha.. Bukankah itu sama saja kau meminta bantuan untuk dapat mengalahkanku."


"Hah.. Aku hanya ingin melihat bagaimana teman srigalaku mengkoyak-koyak tubuhmu, dan saling memperebutkan dagingmu."


"Hahaha.. Lucu sekali, coba saja jika mereka semua sanggup."


Sontak sosok lelembut memberikan isyarat pada teman srigalanya bahwa mereka semua diperbolehkan untuk segera menyerang.


Mendapat persetujuan oleh lelembut para srigala itu segera melompat kearah Arya Chakra satu persatu, namun kera jambul merah tidak tinggal diam melihat para srigala itu hendak menyerang temannya.

__ADS_1


Kera jambul merah yang sudah meluap-luap amarahnya sejak tadi, dengan segera melampiaskan amarahnya dengan berteriak dan merubah bentuk tubuhnya.


Groooouuurrrr....


Yang awalnya kera jambul merah terlihat kecil, kini berubah menjadi besar seperti gorila.


Huaaaaaa.... Duuuugg.. Duuugg...


Kembali meraung sambil memukul-mukul dadanya, srigala yang sudah terlanjur melompat kearah Arya Chakra sudah tidak bisa menghentikan langkahnya.


Sebuah pukulan keras dilesatkan kera jambul merah ditubuh srigala itu, satu srigala terpental jauh hingga membentur dinding goa. Melihat salah satu temannya terpental dan menabrak dinding goa dan langsung tewas.


Segera srigala-srigala itu menyerang serempak kearah kera jambul merah, satu persatu srigala-srigala itu dengan mudah kera jambul merah tewaskan.


Melihat teman-temannya banyak yang tewas membuat sebagian srigala terdiam dan merasa waspada.


"Ada apa ? Apa kau takut bernasib sama seperti teman-temanmu itu." Ujar, kera jambul merah yang menunjuk kearah mayat-mayat srigala.


"Aku akui kau memang hebat kera, tapi aku tidak akan tinggal diam melihat anak buahku satu persatu terbunuh ditanganmu." Ucap sosok lelembut.


"Hahaha... Jangan lupa masih ada aku disini makhluk jelek." Ujar Arya Chakra.


"Ohh, aku hampir lupa jika masih ada sesosok daging manusia."


"Kita lanjutkan dulu pertarungan kita, jika kau bisa mengalahkanku baru kau boleh melawan kera jambul merah." Ucap Arya Chakra.

__ADS_1


.........


__ADS_2