Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Ilmu Patih Geni


__ADS_3

Setelah semalam Arya Chakra mengalami panas pada tubuhnya kini dirinya merasakan sebuah kekuatan baru, sebuah kekuatan yang akan membuat dirinya kebal terhadap panasnya api, itu karena disebabkan oleh batu merah delima yang telah menyatu didalam tubuhnya.


"Uhh.. Proses yang sangat panjang hingga membutuhkan waktu semalaman. Terimakasih teman, berkat bantuanmu akhirnya panas dari dalam tubuhku telah berangsur baik." Ucap Arya Chakra.


"Sama-sama.. Itulah gunanya teman." Jawab kera jambul merah.


Ternyata proses penetralan panas dari dalam tubuh Arya Chakra membutuhkan waktu semalaman, membuat keduanya antara Arya Chakra dan kera jambul merah merasa terkantuk-kantuk.


"Kini tinggal rasa kantuk yang melandaku." Ucap Arya Chakra.


"Memangnya kamu saja, aku juga merasakan hal yang sama." Ujar kera jambul merah.


Namun walaupun demikian Arya Chakra tetap tidak melanjutkan untuk tidur, berbeda dengan Arya Chakra kera jambul merah justru malah mapan tidur.


Melanjutkan waktu tudurnya yang terpotong akibat membantu Arya Chakra, melihat kera jambul merah yang dalam sekejap sudah terlelap dalam mimpinya.


Arya Chakra tidak mau mengganggu tidur kera jambul merah, akhirnya dia mencoba keluar untuk mencari udara segar seraya melatih tubuhnya.

__ADS_1


Saat Arya Chakra mencoba menggerakkan badan untuk memulai berlatih, tiba-tiba sebuah tenaga dalamnya seolah terisi penuh dan sangat berstamina.


Rasa kantuk yang melanda langsung hilang bergantikan sebuah semangat yang menggebu-gebu. "Kenapa tiba-tiba rasa kantuk dan lelahku hilang, malahan sekarang tubuhku lebih berstamina." Arya Chakra nampak kebingungan akan perubahan yang dialaminya.


Kemudian Arya Chakra mencoba memukul sebuah pohon didekatnya, dengan kekuatan sedang saja. Pohon tersebut dalam satu pukulan mampu Arya Chakra lubangi dan terlihat disetiap sisi lubang nampak terbakar.


"Waahh.. Dahsyat sekali." Arya Chakra merasa terkejut akan perubahan kekuatan serta pukulannya. Dia kemudian mencoba menjauh dari sekitaran gubuk.


Arya Chakra berlari menjauh dan mencari tempat yang cocok untuknya menggunakan kekuatan tersebut, saat dirasa sudah jauh dari gubuk ia melihat sebuah batu yang sangat besar. "Sepertinya ini sudah cukup jauh, dan batu itu sangat cocok untukku mencoba kekuatan ini."


Dengan tarikan nafas Arya Chakra mencoba mengeluarkan seluruh kekuatannya, dan memusatkan kekuatan tersebut di kedua tangannya. Nampak dari kedua tangan Arya Chakra warna merah menyala seolah seperti terbakar.


Duuuaaaaaaaarrrr....


Sontak suara ledakan yang sangat dahsyat terdengar kesetiap penjuru hutan, banyak binatang mulai berhamburan keluar mencari tempat perlindungan.


Burung-burung berterbangan para ayam serta binatang kecil lainnya seolah histeris mendengar suara ledakan, yang ditimbulkan dari pukulan Arya Chakra.

__ADS_1


Sangat takjubnya Arya Chakra saat menyaksikan batu besar didepannya dapat hancur, hingga menjadi butiran-butiran batu kecil. "Sungguh luar biasa, apakah ini akibat batu merah delima yang menyatu didalam tubuhku ??"


Arya Chakra seolah tak percaya akibat menyatunya batu merah delima, yang didapatkannya di goa memiliki kekuatan sebesar itu.


Melihat kedua tangannya yang masih dalam keadaan tegang, serta memancarkan warna merah menyala terlintas difikiran Arya Chakra untuk menamai ilmu tersebut. "Aku akan menamai ilmu ini dengan sebuatan Patih Geni."


Sebab sangat cocok sekali dengan perubahan yang dialaminya, warna merah menyala yang ditimbulkan saat Arya Chakra mulai menggunakannya.


Serta kekuatan yang mampu melubangi pohon serta dapat menghancurkan batu besar hanya dengan satu kali pukulan.


Ternyata suara ledakan tersebut terdengar sampai ditelinga Empu Maha Surya begitu juga ditelinga Nyai Santi. "Suara ledakan apa itu Pakne ?" Nyai Santi mencoba bertanya pada Empu Maha Surya. "Aku tidak tau bukne, apa mungkin terjadi sesuatu? Coba lihat apakah Cah bagus ada di kamarnya."


Nyai Santi segera memeriksa ke kamar Arya Chakra saat membuka pintu, dirinya hanya mendapati kera jambul merah yang sedang terlelap dalam tidurnya.


"Cah bagus ndak ada di kamarnya pakne." Ucap Nyai Santi.


"Emmm.. Berarti suara langkah kaki tadi..." Ucapan Empu Maha Surya terhenti dan langsung pergi mencari sumber ledakan tersebut.

__ADS_1


.........


__ADS_2