
Tidak butuh waktu lama bagi Empu Maha Surya membawa Arya Chakra sampai di gubuknya. Sesampainya di gubuk ternyata Nyai Santi sedang memasang wajah gelisah dan khawatir.
Namun saat melihat Empu Maha Surya pulang dengan membawa Arya Chakra disampingnya, wajah Nyai Santi mendadak memancarkan senyuman bahagianya.
"Owalah Le, kamu itu darimana saja, nenek sudah khawatir." Ucap Nyai Santi.
"Maafin Arya nek, Arya tadi terlalu semangat main kejar-kejaran sama si kera." Ucap Arya Chakra.
Arya terpaksa berbohong tentang tujuan kepergiannya, karena takut membuat Nyai Santi lebih khawatir lagi dan tidak membolehkan Arya Chakra untuk keluar jauh-jauh.
"Oya Le, kera ini apa tidak kamu kasih nama ?" Tanya Nyai Santi.
"Oya nek aku hampir lupa memberikan dia nama, maafkan aku ya teman." Ucap Arya Chakra sambil mengelus-elus kepala kera jambul merah.
"Lalu mau kasih nama dia siapa le ?" Tanya Empu Maha Surya.
"Bagusnya aku kasih dia nama apa ya kek."
"Hemm.. Bagaimana kalau kamu kasih dia nama Jambul saja." Kata Empu Maha Surya.
__ADS_1
"Hemm.. Jangan, kasih dia nama Jengger saja le." Kata Nyai Santi.
"Hemm.. Antara Jambul dan Jengger ??" Mana ya yang kira-kira cocok denganmu teman." Arya Chakra yang kebingungan memlih diantara dua nama tersebut, sambil meminta persetujuan kepada kera jambul merah.
Namun kera jambul merah juga tidak mengerti nama mana yang cocok untuknya, akhirnya Arya Chakra memiliki ide sebuah nama. "Bagaimana kalau aku berinama kamu Cemong."
Kera jambul merah menganggukkan kepalanya tanda setuju, walaupun Nyai Santi sedikit keberatan namun dirinya tidak mau membantah nama pemberian Arya Chakra untuk kera jambul merah.
Setelah pemberian nama untuk kera jambul merah, Nyai Santi dan Empu Maha Surya mengajak Arya Chakra untuk menyantap makan malam yang telah disiapkan oleh Nyai Santi.
Terlihat mereka semua sangat menikmati makanan yang telah Nyai Santi sajikan, selesainya mereka menyantap makan malam ternyata Arya Chakra langsung pamit untuk masuk ke kamarnya.
"lah kok tumben le, biasanya nunggu disuruh dulu." Ucap Nyai Santi.
"Hehe.. Habis aku dah ngantuk nek."
"Yasudah, iya sana tidur." Ujar Nyai Santi.
Arya Chakra pun kemudian masuk ke kamarnya untuk tidur, namun saat ditengah malam Arya Chakra merasakan panas dari dalam tubuhnya.
__ADS_1
Dalam keadaan masih tidur Arya Chakra berguling-guling dan sesekali menggerakkan tangan dan kakinya, namun tak diduga ternyata kera jambul merah yang tidur disampingnya ketendang hingga terjatuh.
Dubraaakkk..
"Auuu.. Apa yang terjadi teman ?" Tanya kera jambul merah sambil memegangi pantatnya yang tak sengaja ketendang oleh Arya Chakra.
Sontak Arya Chakra pun terbangun dan langsung membuka seluruh pakaiannya. "Ada apa ini ? Kenapa badanku terasa panas sekali." Arya Chakra yang merasa bingung atas apa yang dialaminya.
Karena tak tahan dengan panas yang seakan membakar tubuhnya, Arya Chakra kemudian mencoba mengambil posisi duduk bersila untuk menetralisir panas dari dalam tubuhnya.
Arya Chakra yang merasa kepanasan tak menghiraukan pertanyaan kera jambul merah, melihat temannya yang mencoba menenangkan diri kera jambul merah segera membantu Arya Chakra dengan duduk dibelakangnya.
"Tenang teman akan aku bantu kamu mengontrol panas yang ditimbulkan dari batu merah delima." Ujar kera jambul merah.
Kera jambul merah langsung dapat mengetahui apa yang terjadi dengan Arya Chakra, tidak lain adalah disebabkan karena batu merah delima.
Dengan dibantu kera jambul merah akhirnya panas yang terjadi pada tubuh Arya Chakra, dapat dimaksimalkan menjadi kekuatan yang sangat besar. Sebuah kekuatan yang mampu membuat Arya Chakra tak sanggup dibakar oleh api.
.......
__ADS_1