
Setelah Arya Chakra menceritakan pertemuannya dengan Kera Jambul Merah kepada Empu Maha Surya, akhirnya Empu Maha Surya menyuruh Arya Chakra untuk tidur.
Sebelum tidur Arya Chakra sempat melihat kearah kera jambul merah yang tidur dengan sangat nyenyaknya, sampai suara dengkurannya terdengar seperti motor recing.
Saking jengkelnya Arya Chakra dia pun menoleh kanan dan kiri mencari sesuatu yang dapat menympal mulut kera itu, saat sedang sibuk mencari akhirnya dia menemukan kain yang tergantung di dinding gubuk.
Dengan segera dia mengembil lalu di sumpalkan ke mulut kera jambul merah, sontak kelakuan Arya itu membuat kera jambul merah terbangun.
"Buehhh.." Kera jambul merah membuang buntalan kain yang menutupi mulutnya. " Apa yang kamu lakukan kawan ? Mengapa kamu menyumpal mulutku ?"
"Kamu itu bisa ga mengecilkan volume dengkurannya." Ucap Arya Chakra sambil tertawa kecil.
"Kamu itu aneh, jelas-jelas aku tidak sadar jika saat tidur mendengkur, kok disuruh mengecilkannya." Ucap kera jambul merah.
"Hehe.. Yasudah geser aku mau tidur dulu." Ucap Arya Chakra.
****
Di pagi harinya...
"Heii, bangun." Ucap, kera jambul merah membangunkan Arya Chakra sambil menggoyang-goyangkan badannya.
"Hoaamm.. Ada apa sih kera, kenapa kau membangunkanku pagi-pagi sekali." Ujar Arya Chakra.
"Aku akan mengajakmu kesuatu tempat."
"Tempat apakah itu ?" Tanya Arya Chakra.
__ADS_1
"Nanti kau akan mengetahuinya sendiri, sekarang ayo cepat kau bangun." Ajak kera jambul merah.
Arya Chakra pun dengan segera bangun dan mencuci mukanya, setelah itu hendak menuruti ajakan kera jambul merah. Namun saat mereka berdua keluar dari kamar Nyai Santi sudah terbangun terlebih dahulu.
"Ehh, kamu sudah bangun le, pagi-pagi begini mau kemana ?" Tanya Nyai Santi.
"Ehh nenek, aku mau keliling sebentar nek menikmati udara pagi." Jawab Arya Chakra.
"Ohh.. Yasudah jangan lama-lama, nenek hari ini masakin makanan kesukaan...."
Belum selesai perkataan Nyai Santi Arya Chakra sudah lari keluar gubuk terlebih dahulu. "Iya nek." Jawab Arya Chakra yang sudah jauh meninggalkan gubuk.
"Hemm.. Ckckckck." Nyai Santi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Arya Chakra.
"Cah bagus tadi mau kemana bune." Tanya Empu Maha Surya.
Arya Chakra dan kera jambul merah tak terasa sudah memasuki hutan cukup jauh, karena rasa penasarannya akhirnya Arya Chakra menghentikan langkahnya.
"Tunggu sebentar.. Sebenarnya kamu mau bawa aku kemana kera ?" Tanya Arya Chakra.
"Aku ingin menunjukanmu sesuatu yang pernah aku temukan." Jawab kera jambul merah.
"Sesuatu yang kamu temukan ?? Memang apa yang telah kamu temukan ?" Tanya Arya Chakra.
"Sebuah benda dengan cahaya merah menyala, namun dari dahulu aku tidak dapat mengambilnya."
"Hemm.. Aku jadi penasaran benda apa itu sebenarnya." Ucap, Arya Chakra sambil memegangi dagunya. "Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo kita bergegas."
__ADS_1
Keduanya pun segera melanjutkan perjalanannya, ternyata tidak terlalu jauh dari tempat Arya Chakra tadi berhenti kera jambul merah segera menunjuk kesebuah goa yang ada tidak jauh dari mereka.
"Apakah itu tempatnya ?" Tanya Arya Chakra.
"Iya benar, itu tempatnya."
"Emmm.. Terlihat sepertinya goa ini ada penunggunya." Ucap Arya Chakra.
"Kau benar kawan, sebuah benda dengan kekuatan besar terkandung di dalamnya tidak mungkin tidak ada yang menjaganya."
"Lantas sosok apakah yang menjaga benda tersebut ?"
"Sosok itu adalah makhluk lelembut berbentuk seperti srigala, namun dia dapat berdiri laksana manusia."
"Hemm.. Apakah kamu kenal dengan sesosok lelembut itu ?"
"Sebenarnya aku belum terlalu kenal, namun aku hanya sempat membuatnya tak berdaya." Ucap kera jambul merah.
"Hah apa ?? Kau dapat mengalahkannya !! " Arya Chakra seolah sangat terkejut.
"Kau jangan meremehkan aku kawan, waktu itu aku sengaja mengalah kepadamu." Ucap, kera jambul merah dengan senyuman sedikit kelihatan giginya.
"Hahahaha.. Iya baiklah, aku percaya padamu, sekarang ayo cepat kau masuk terlebih dahulu." Ucap, Arya Chakra yang tidak mau mempersoalkan masalah saat itu.
"Kau tunggu disini sebentar, biar aku yang berbicara pada makhluk lelembut itu."
......
__ADS_1