Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Batu Merah Delima


__ADS_3

"Hahaha.. Hanya mengalahkanmu itu masalah kecil." Ucap, sosok lelembut sambil menjentikkan jari kelingking.


"Ohh, kalau begitu majulah, kita tentukan siapa yang lebih hebat." Ujar Arya Chakra.


Mendengar ucapan Arya Chakra sosok lelembut itu segera melompat dan mengayunkan cakarnya kearah kepala Arya Chakra.


Splaaaassss....


Cakaran sosok lelembut hanya mengenai udara hampa, dengan cepat Arya Chakra sudah pindah tempatnya.


"Hahh.. Cukup cepat juga kau menghindar." Ucap sosok lelembut.


Arya Chakra hanya membalas perkataan sosok lelembut itu hanya dengan senyuman.


"Hemmm.. Teruslah tersenyum, karena sebentar lagi kau tidak akan bisa tersenyum untuk selama-lamanya."


"Hemm, benarkah !!" Ucap Arya Chakra.


Kembali sosok lelembut menerjang Arya Chakra dan melesatkan cakarannya, namun kali ini bukan hanya sekali dua kali cakaran melainkan bertubi-tubi cakaran telah sosok lelembut itu lesatkan.


Walaupun cakaran itu dilesatkan bertubi-tubi kepada Arya Chakra, tetap saja Arya Chakra dengan sangat mudahnya menahan setiap cakaran-cakaran yang datang.


Dengan sedikit mengimbangi serangan sosok lelembut akhirnya Arya Chakra melihat sebuah celah, dengan menambah kekuatan pada tangannya sebuah pukulan keras mampu Arya Chakra daratkan di peruk samping sosok itu.


Jeddduuuukkkkk....


Terdengar suara hantaman yang amat keras hingga membuat sosok tersebut terpental jauh sebelum menatap dinding goa.


Jeddduaaarrr...


Tubuh sosok lelembut yang menabrak dinding goa hingga terlihat membentuk sebuah lubang dari bekas hantaman tubuh lelembut.


"Kurang ajar, ternyata manusia ini cukup membuatku terpojok." Gumam sosok lelembut.

__ADS_1


Belum sempat sosok lelembut berdiri tegap sebuah pukulan kembali menghantam tubuhnya dari arah samping.


Jeddduaaaakkkk...


Kembali sosok lelembut terpental dan menabrak dinding goa kembali.


"Kurang ajar, siapa yang berani menyerangku dari belakang." Ucap, sosok lelembut yang tengah terluka.


Saat sosok itu melihat kearah samping yang membuatnya terpental, ternyata kera jambul merah sedang berdiri sambil tertawa lebar.


"Hahahahaha... Kenapa ?? Kau terkejut !!" Ucap kera jambul merah.


Saat sosok lelembut melihat kearah kera jambul merah, dirinya amat terkejut yang mendapati semua srigala-srigala bawahannya telah tewas secara tragis dengan kebanyakan kepala lepas dari tubuhnya.


"Semua anak buahmu sudah aku bereskan, sekarang giliran kau." Ucap kera jambul merah.


"Untuk menghadapi kalian berdua cukup hanya aku sendiri saja pun bisa." Ujar sosok lelembut.


Setelah berkata demikian Arya Chakra melesat maju menyerang sosok lelembut dengan tendangannya, namun tendangan itu dapat dihindari sosok itu.


Tapi prediksinya salah ternyata Arya Chakra hanya peralihan agar kera jambul merah dapat leluasa menyerang dari arah samping,


namun kali ini kera jambul merah menggunakan cakar tajamnya.


Untuk dapat merobek-robek tubuh lelembut itu, Crazzz... Crazzz...


Sebuah cakaran dari kuku tajam kera jambul merah ternyata sangat efektif, sebuah luka yang sangat dalam mendarah disisi samping sosok lelembut.


"Aaakhhhh..." Teriak sosok lelembut sambil memegangi perut samping yang terluka.


Dengan cepat Arya Chakra melesatkan tendangannya yang akhirnya telak mengenai kepala lelembut itu, sontak tendangan Arya Chakra berhasil membuat lelembut jatuh tersungkur.


Dari arah belakang Arya Chakra kera jambul merah melompat sangat tinggi sebelum akhirnya mendarat tepat ditubuh sosok lelembut.

__ADS_1


Aaakkkhhhh...


Akhir yang tragis hantaman kera jambul merah telah mengakhiri hidup dari sosok lelembut berwujud srigala itu.


"Ukhh.. ****** kau." Ujar, kera jambul merah yang masih diatas badan sosok itu.


"Kera.., Apa itu yang berada didalam tubuh sosok itu ?" Tanya Arya Chakra.


Sesuatu tiba-tiba terjadi pada tubuh sosok lelembut, munculnya kilauan sedikit merah namun tidak begitu menyilaukan. Kera jambul merah tidak segan-segan untuk merobek pada tubuh lelembut itu.


Tenyata didalam tubuh sosok lelembut itu adalah sebuah kunci untuk dapat mengambil batu merah delima yang terdapat dipojok dinding goa.


"Sepertinya ini adalah kunci untuk dapat mengambil batu yang disana itu." Ucap Arya Chakra.


"Benar juga, coba kau lihat dibawah batu itu." Ucap, kera jambul merah yang menunjukan sebuah celah lubang kecil.


"Hemm.. Sepertinya aku harus mencoba meletakkan kunci ini disana." Ucap Arya Chakra.


Dengan segera Arya Chakra mencoba memanjannya dan memasukkan kunci tersebut. Tiba-tiba goa bergetar dan terjadi sedikit goncangan.


"Apa yang terjadi." Ucap, Arya Chakra yang segera melompat turun.


Tiba-tiba batu merah delima itu bersinar dengan sangat menyilaukan mata, sebelum akhirnya terbang melayang-layang di udara.


Arya Chakra segera melompat untuk menangkap batu tersebut, saat kedua tangannya telah mendapatkan batu merah delima seketika batu tersebut menghilang.


Namun Arya Chakra merasakan sensasi yang amat panas pada tubuhnya, batu merah delima ternyata masuk menyatu dengan tubuh Arya Chakra.


Aaaaakkkkhhhhh....


Sebuah energi kekuatan terlihat dari tubuh Arya Chakra. "Sepertinya kekuatanku menjadi lebih besar."


....

__ADS_1


__ADS_2