Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Keterkejutan Empu Maha Surya


__ADS_3

Saat pertama kali Empu Maha Surya melihat Arya Chakra dari atas pohon, dia sangat terkejut dengan pemandangan yang tidak biasa. "Bocah ini sejak kapan dapat meledakkan batu sebesar itu ? Jurus apa yang ia pelajari ?"


Banyak pertanyaan dalam fikiran Empu Maha Surya perihal yang disaksikannya, saat pertama kali melihat begitu banyak bertebaran batu-batu kecil dihadapan Arya Chakra.


"Jusur apa yang barusan kamu pelajari Le ?" Tanya Empu Maha Surya yang perlahan mulai turun dari atas pohon.


Arya Chakra merasa terkejut saat tiba-tiba ada suara yang tidak asing baginya. "Eh kakek.. Kenapa kakek bisa berada disini ?"


"Hemm.. Kakek tadi mendengar suara ledakan dari arah sini, makanya kakek buru-buru kesini."


Terlihat Arya Chakra menggaruk-garuk kepala sambil senyum-senyum sendiri. "Sebenarnya jurus apa yang sedang kamu pelajari itu ?" Empu Maha Surya kembali bertanya.


"Aku menamainya dengann jurus Patih Geni kakek."


"Patih Geni ??" Empu Maha Surya nampak bingung sambil berfikir mencari-cari nama jurus yang dikatakan Arya Chakra. "Sepengetahuan kakek tidak ada jurus dengan sebutan seperti itu, yang ada justru jurus Segoro Geni."


"Hehehe.. Aku menamainya sendiri kakek."

__ADS_1


"Menamainya sendiri ??" Empu Maha Surya semakin bingung. "Lah kamu dapat jurus itu dari mana ?"


"Aku tidak tau kakek, yang jelas sejak batu merah delima menyatu didalam tubuhku, sebuah kekuatan mulai muncul dari dalam tubuhku."


"Batu merah delima ?? Darimana kamu mendapatkannya Le ?"


"Aku mendapatkannya dari goa dihutan sebelah sana kek." Arya Chakra yang menunjukan dengan tangannya kearah hutan bagian barat.


Seumur-umur selama Empu Maha Surya tinggal di lembah siluman ini, belum pernah mendapati ada goa yang menyimpan batu merah delima.


Seperti yang dikatakan Arya Chakra barusan, sebab itu Empu Maha Surya mencoba menanyakan sesuatu pada Arya Chakra. "Darimana kamu tahu jika dihutan sana ada goa yang menyimpan batu merah delima ?"


"Hemm.. kalau begitu coba kakek pengen lihat jurus itu sekali lagi." Ujar Empu Maha Surya.


"Tapi kek..." Arya Chakra ingin mencoba untuk membantah, namun terlihat dari raut wajah Empu Maha Surya menampakkan keseriusan.


"Ehmm.. Baiklah kek." Sambil tertunduk pasrah Arya Chakra mencoba menuruti permintaan Empu Maha Surya. "Coba kamu arahkan jurus itu pada batu yang ada disebelah sana."

__ADS_1


Terlihat Empu Maha Surya menunjuk kearah batu besar yang terletak tidak jauh dari samping kiri Arya Chakra. "Yang itu kek ??"


Arya Chakra pura-pura terkejut sambil menanyakan batu pilihan Empu Maha Surya.


Namun justru Empu Maha Surya tidak berkata apapun hanya menatap tajam kearah Arya Chakra. "Bbbaik Kek." Ucap Arya Chakra sambil tertatih merasa takut bilamana Empu Maha Surya hilang kesabarannya.


Dengan mendekati batu disamping kirinya Arya Chakra mencoba dengan memegang batu itu terlebih dahulu, sebelum mulai memusatkan kekuatan pada tangannya.


Empu Maha Surya merasa takjub akan perubahan kekuatan yang muncul dari dalam tubuh Arya Chakra. "Itukah kekuatan dari batu merah delima ??" Perkataan dalam hati Empu Maha Surya yang terkejut.


Satu pukulan keras dihantamkan oleh Arya Chakra kearah batu didepannya, hingga kembali terdengar suara ledakan yang sangat dahsyat.


"Hemm.. Jadi benar suara ledakan itu akibat bocah ini." Gumam, Empu Maha Surya dalam hati.


Terulang kembali kejadian awal saat Arya Chakra pertama kali meledakkan batu besar, seluruh penghuni hutan sangat ketakutan hingga berhamburan keluar, para binatang bersayap pun terbang hampir memenuhi hutan.


Terdengar suara tepuk tangan dari arah belakang Empu Maha Surya, membuat Empu Maha Surya sedikit terkejut dan langsung menoleh kearah belakang.

__ADS_1


Begitupun sebaliknya dengan Arya Chakra, saat pertama kali mereka berdua melihat ternyata tepuk tangan itu berasal dari Kera Jambul Merah yang sudah dari tadi bertengger didahan pohon.


.......


__ADS_2