
Setelah mereka bertiga selesai makan, mereka pun melanjutkan dengan berbincang-bincang hingga larut malam.
"Sepertinya hari sudah larut malam, sekarang sebaiknya Kamu istirahat Cah Bagus." Kata Nayi Santi
"Baik Nek, Arya juga sudah ngantuk." Jawab Arya Chakra
Kemudian Arya Chakra pun pergi masuk ke kamarnya untuk beristirahat, tidak lupa dia mengajak teman barunya untuk ikut bersamanya masuk kedalam kamarnya.
Malam yang semakin larut biasanya berbagai suara terdengar saling bersahutan, antara srigala hutan,buruh hantu, jangkrik bahkan yang lainnya pun ikut meramaikan suasana di malam hari.
Namun malam hari ini terasa amat sangat sunyi sepi tanpa ada satupun suara yang terdengar, hanya dengkuran keras sang teman barunya Arya Chakra.
Grooookkk... Grooookkk..
"Ahhh, Kera ini berdengkurnya keras sekali, membuatku sulit untuk memejamkan mata." Gumam Arya Chakra
Arya Chakra akhirnya keluar kamar, ketika hendak duduk di teras gubuk, Arya Chakra melihat Empu Maha Surya sedang duduk bersila sambil memejamkan matanya.
Arya Chakra tidak mau membangunkan Empu Maha Surya dengan duduk di sebelahnya tanpa kata-kata dan memilih diam, agar Empu Maha Surya tidak terganggu meditasinya.
Namun ternyata Empu Maha Surya telah mengetahui kedatangan Arya Chakra sewaktu membuka pintu kamarnya, sebab Sukma Empu Maha Surya telah keluar dari raganya.
__ADS_1
Dengan menggunakan Ilmu Raga Sukma Empu Maha Surya dapat mengetahui apa yang dilakukan Arya Chakra di sampingnya.
Sampai Akhirnya Sukma Empu Maha Surya kembali pada raganya, dan Dia pun membuka matanya perlahan.
"Kamu sejak kapan duduk disitu Le." Ucap, Empu Maha Surya yang mengagetkan Arya Chakra.
"Eh, Kakek..., Aku nungguin Kakek sampe terbengong melihat suasana di malam ini." Ucap Arya Chakra.
"Kakek sedang bertapa ya ?"
"Kakek tidak bertapa, Kakek hanya menggunakan Ilmu Raga Sukma untuk memantau tempat ini."
"Ilmu Raga Sukma..., Ilmu apa itu Kakek..," Tanya, Arya Chakra yang merasa asing.
"Apaa..., memisahkan Sukma dari Raga Kek.
Apakah diriku sudah boleh berlatih Ilmu itu..,"
"Karena kamu sudah berhasil memiliki Ilmu Dasendria, maka kamu sudah boleh mempelajari Ilmu ini Le."
"Waaah..., sungguh itu Kek..,"
__ADS_1
"Iya.., nanti Kakek akan memberikanmu rapalan mantra, kamu nanti bisa mencoba membacanya dengan memusatkan fikiran kalau bisa dihafalkan." Ucap Empu Maha Surya.
"Baik Kek." Ucap, Arya Chakra yang sangat bersemangat ingin mempelajari Ilmu tersebut.
"Kamu kenapa ga tidur Le..," Tanya Empu Maha Surya.
"Aku ga bisa tidur Kek, soalnya si Jambul Merah mendengkur sangat keras membuatku susah tidur." Ucap Arya Chakra.
"Ya wajar toh, tadi kan dia lumayan banyak makannya."
"Oya Le, boleh kamu ceritain bagaimana kamu bisa berteman dengan Kera Jambu Merah itu." Tanya Empu Maha Surya.
"Ooo, itu..., Waktu itu kan setelah Arya menyelesaikan pertapaan, Arya merasa laper Kek, terus Arya mencoba mencari sesuatu yang bisa Arya makan."
"Kala itu Arya cuma melihat Ayam hutan, tak tangkaplah Ayam hutan itu, tapi lah kok tiba-tiba Kera Jambul Merah muncul Kek." "Melarang Arya membunuh Ayam tersebut."
"Tapi Arya yang sudah kelaparan tak menghiraukan perkataan Kera Jambul Merah, sehingga Kera itu menyerang Arya."
"Arya yang sudah kelaparan hendak mua mencari makanan pas sudah dapat, eh malah di ajak berantem sama Kera. Ya Arya marah toh Kek."
"Ya terus, Arya yang sudah menguasai Ilmu Dasendria dapat menahan semua serangan-serangannya dan menundukkan Kera itu. Lalu kera itu ingin menjadi budak Arya, tapi Arya bilang jadi teman saja lah, karena Arya tidak memiliki teman."
__ADS_1
"Gitu.., Kek ceritanya."