Pendekar Lembah Siluman

Pendekar Lembah Siluman
Senjata Pusaka


__ADS_3

Maksud dan tujuan Empu Danu Raba membawa Arya Chakra ke rumah keramat karena Empu Maha Surya adalah termasuk murid kesayangan dari sesepuh pendiri perguruan tersebut bersama dengan Empu Danu Raba.


Kisah cerita saat Empu Maha Surya dan Empu Danu Raba masih muda mereka berdua ternyata berguru dengan guru yang sama yang bernama Empu Maha Pati.


Saat itu Empu Maha Pati berencana untuk mendirikan perguruan, dan Empu Maha Surya dan Empu Danu Raba adalah murid pertama beliau yang sangat beliau kagumi dalam bakatnya.


Pertama kali Empu Danu Raba dan Empu Maha Surya memasuki perguruan diumur 10 tahun, mereka berdua tak henti-hentinya berlatih ilmu kanuragan.


Perkembangan mereka berdua diluar dugaan Empu Maha Pati, hanya membutuhkan kurun waktu 15 tahun mereka berdua sudah mampu menguasai hingga pengendalian ditingkat penyatuan.


Dan pada akhirnya diumur 28 tahun mereka berdua sudah berhasil menguasai pengendalian ditingkat kesempurnaan.


Semua peninggalan-peninggalan di perguruan Gajah Hitam tergolong hasil jerih payah dari Empu Maha Pati dan dua muridnya yaitu Empu Maha Surya dan Empu Danu Raba.


Saat itu sebenarnya Empu Maha Pati menunjuk Empu Maha Surya untuk menggantikannya kelak sebagai ketua di perguruan Gajah Hitam, akan tetapi dengan berat hati Empu Maha Surya menolak dengan baik keinginan dari Empu Maha Pati itu.


Sebab Empu Maha Surya lebih memilih untuk berkelana mencari kebebasan dalam mempelajari ilmu kanuragan.


Kemudian penunjukan ketua dialihkan kepada Empu Danu Raba, dahulu Empu Maha Pati telah memberitahukan pada kedua muridnya itu sesuatu tempat yang telah Empu Maha Pati keramatkan.


Bentuk rumah keramat tak sebagus sekarang saat sudah diperbaiki oleh Empu Danu Raba, bentuk rumah keramat pada zaman dahulu tergolong hanya tumpukan batu yang membentuk seperti goa.


Empu Maha Pati berkata kepada kedua muridnya bahwa semua yang ada didalam rumah keramat adalah hak milik perguruan Gajah Hitam.


Saat ada sesosok murid dengan bakat yang luar biasa dirinya berhak untuk memilih apa saja yang ada didalam rumah keramat tersebut.


Empu Danu Raba dan Empu Maha Surya disuruh untuk memilih masing-masing satu baik itu kitab jurus serta senjata oleh Empu Maha Pati.


Namun ada kejadian yang tak terduga antara Empu Maha Surya dan Empu Danu Raba sama-sama menginginkan satu senjata yang memiliki nama Kujang Pelebur Sukma.

__ADS_1


Sebuah senjata pusaka yang mampu membuat lawannya langsung menjadi abu dalam sekali serang, saat senjata pusaka tersebut mulai dikeluarkan dan dilesatkan.


Konon pusaka tersebut adalah pusaka legendaris dan tak satupun tau keberadaannya, karena dianggap hilang akhirnya tak ada yang mengetahui keberadaan dari Kujang Pelebur Sukmat tersebut.


Namun saat Empu Danu Raba dan Empu Maha Surya saling menginginkan pusaka tersebut, akhirnya Empu Maha Pati pun memberitahukan kehebatan serta konsekuensi memiliki pusaka Kujang Pelebur Sukma.


Konsekuensi yang diterima oleh pemilik Kujang Pelebur Sukma yaitu, akan mengurangi setengah tenaga dalam sang pemilik saat sekali mencabut dari sarungnya, dan akan mengurangi setengah lagi saat menggunakannya.


Oleh sebab itu tak ada yang sanggup untuk menggunakan pusaka Kujang Pelebur Sukma tersebut, kecuali hanya orang yang terpilih dan yang telah diakui oleh pusaka tersebut.


Setelah dijelaskan panjang lebar oleh Empu Maha Pati, beliau kemudian menyuruh mereka berdua untuk mencoba menjinakkan pusaka Kujang Pelebur Sukma.


Akan tetapi apa yang terjadi? Keduanya baik itu Empu Maha Surya dan Empu Danu Raba tak terpilih dan tak diakui oleh pusaka Kujang Pelebur Sukma.


Oleh sebab itu keduanya pun hanya bisa memilih kitab jurus, kitab jurus yang diambil oleh Empu Maha Surya ternyata memiliki nama antara lain : Jurus Raga Sukma.


Jurus Lembu Saketi adalah jurus penguat atau jurus kekebalan tubuh, dimana seseorang yang memiliki jurus tersebut tubuhnya akan kebal terhadap serangan baik itu pukulan atau serangan senjata tajam.


Selang beberapa hari setelah mereka berdua memilih senjata maupun kitab jurus di rumah keramat, Empu Maha Surya akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan perguruan Gajah Hitam.


Sebagai sahabat Empu Danu Raba jelas sangat sedih atas kepergian Empu Maha Surya tersebut, akan tetapi apalah daya tekad dan juga keyakinan Empu Maha Surya sudah sangat mendarah daging.


Hingga berkali-kali bujuk rayuan tidak membuat kegigihan Empu Maha Surya luluh, Empu Maha Pati pun hanya dapat melepas kepergian Empu Maha Surya dengan keterpaksaan.


Begitupun dengan Empu Danu Raba yang sangat sedih untuk melepaskan kepergian sahabat dekatnya itu.


Setelah kepergian Empu Maha Surya tiba-tiba kondisi serta kesehatan dari Empu Maha Pati mulai menurun, hingga beliau akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.


Dan kepemimpinan perguruan Gajah Hitam langsung digantikan oleh Empu Danu Raba, sejak saat itu Empu Danu Raba sangat merindukan akan sosok sahabat dekatnya.

__ADS_1


Pertemuan dengan Arya Chakra sempat memutarkan memori lamanya, dimana saat-saat Empu Danu Raba dan Empu Maha Surya masih menjadi murid.


**


Empu Danu Raba tak ingin menceritakan masa-masa dirinya dan Empu Maha Surya masih menjadi murid kepada Arya Chakra, cukup semua itu akan menjadi kenangan baginya.


Dan hari ini apa yang dahulu Empu Maha Surya dan Empu Danu Raba tidak dapat menjinakkan pusaka Kujang Pelebur Sukma, kali ini Empu Danu Raba berharap bahwa Arya Chakra akan mampu untuk menaklukkan pusaka tersebut.


"Silahkan kamu pilih mana yang kiranya sangat cocok denganmu?"


Arya Chakra perlahan berjalan melihat-lihat koleksi dari kitab jurus, tak ada satupun yang dapat menarik perhatian dari Arya Chakra, hingga sampai dia dibarisan senjata.


Terus dilihat dan dirasakan tak ada satupun senjata yang menurutnya cocok, kemudian ketika dirinya hendak berbalik pergi, tiba-tiba sukma Arya Chakra seolah hendak tertarik ke sebuah sisi.


"Apa-apaan ini? Kenapa serasa ada yang menarik sukmaku?"


Arya Chakra mengikuti alur kemana ia akan dibawa, sampai disatu sisi terdapat sebuah peti kecil berwarna emas kehitaman.


"Apaan ini? Kenapa ada sesuatu didalamnya yang sangat tertarik denganku?"


Saat Arya Chakra hendak menyentuh kotak tersebut tiba-tiba sukmanya tersedot masuk kedalamnya.


Arya Chakra dibawa entah dimana yang jelas semuanya terlihat putih. "Dimana aku? Kenapa aku bisa ada disini?"


Arya Chakra nampak kebingungan sebelum akhirnya sebuah cahaya emas terpancar hingga menyilaukan matanya. "Apa itu? Sinarnya seakan membuat mataku sakit." Arya Chakra berjalan perlahan mendekati arah dimana cahaya keemasan itu terpancar.


Saat Arya Chakra sudah berada dekat dengan sumber cahaya keemasan tersebut dirinya nampak begitu terkejut. "Pusaka apakah ini? Rasanya ada gejolak dalam hatiku yang terpaut dengannya."


.........

__ADS_1


__ADS_2