
Walaupun batu merah delima ini terlihat seperti batu pada umumnya, namun batu ini memiliki bentuk yang tidak biasa. Dengan bentuknya yang kecil sekecil kelereng tapi kasiat dan kekuatan didalam batu tersebut amat sangat besar.
Sebuah kekuatan masuk di tubuh Arya Chakra hingga terasa menusuk kedalam tulang, membuatnya amat kesakitan sampai-sampai dirinya berguling-guling ditanah.
Kera jambul merah yang menyaksikan temannya seperti itu merasa kasihan dan bingung. "Sebenarnya apa yang terjadi dengan dirimu teman."
"A.. Aku merasakan sakit yang luar biasa hingga menusuk-nusuk tulangku." Ucap Arya Chakra menahan sakit.
Namun tidak berselang lama kemudian sakit yang luar biasa itu berangsur reda, membuat Arya Chakra dapat duduk walaupun terlihat nafasnya masih tersengal-sengal.
"Kamu tidak apa-apa teman ?" Tanya kera jambul merah.
"Aku merasa lebih baik sekarang, walaupun sedikit lemah."
"Baiklah mungkin kamu lapar, aku akan mencarikanmu makanan agar staminamu kembali pulih."
"Baiklah terimaksih teman." Ucap Arya Chakra.
Kera jambul merah kemudian meninggalkan goa untuk mencarikan makanan, tidak berselang lama kera jambul merah sudah kembali dengan berbagai aneka buah-buahan ditangannya.
Benar saja setelah buah-buahan itu diletakkan didepan Arya Chakra, segera Arya Chakra melahap semua buah-buahan tersebut tanpa tersisa sedikit pun.
Hanya tersisa satu buah ditangannya. "Ohh.. Maaf teman aku terlalu bersemangat hingga melupakan dirimu."
"Hemm.. Tidak apa teman aku sengaja mencarikannya memang buatmu."
"Kau memang teman yang baik, tidak sia-sia aku berteman denganmu." Ucap Arya Chakra.
Setelah merasa staminanya sudah pulih kembali namun dirinya lupa, ternyata matahari sudah hampir terbenam menandakan malam akan segera tiba.
__ADS_1
"Ahh.. Kita harus cepat-cepat pulang teman, pasti nenek sudah menunggu kehadiran kita." Ucap Arya Chakra.
Kemudian mereka berdua bergegas keluar dari goa tersebut, kera jambul merah yang masih dalam keadaan tubuh besarnya menawarkan cara agar cepat sampai di rumah Nyai Santi.
"Teman aku memiliki cara agar kita cepat sampai di rumah nenek."
"Benarkah ?? Apakah itu caranya ?" Tanya Arya Chakra.
Namun tiba-tiba kera jambul merah menambah ukuran tubuhnya menjadi lebih besar dari yang sebelumnya, kera jambul merah berubah seperti seekor kera raksasa.
Apaa?? Ternyata kamu dapat berubah sebesar ini !! Arya Chakra yang terkejut.
"Cepat naiklah ketanganku." Ucap, kera jambul merah sambil mengulurkan tangannya. Agar Arya Chakra mudah untuk menaikinya.
***
Di sebuah gubuk yang kecil terdapat perempuan separuh baya tengah berdiri didepan pintu, seperti tengah menunggu kehadiran seseorang.
"Sabar toh bune, mungkin lagi dijalan mau pulang." Ucap Empu Maha Surya.
Namun tiba-tiba Nyai Santi dan Empu Maha Surya mendengar seperti hentakan kaki, tapi hentakan kaki ini mampu membuat binatang-binatang lain mengalami ketakutan.
Burung-burung dan semua yang bersayap berterbangan, bahkan hewan darat semuanya lari menjauh dari hentakan kaki makhluk tersebut.
Terjadi sedikit goncangan yang dirasakan oleh Nyai Santi maupun Empu Maha Surya.
"Eh.. Eh.. Ada apa ini pakne, kog tiba-tiba terjadi gempa ?"
"Sepertinya terjadi sesuatu ini bune." Ucap Empu Maha Surya.
__ADS_1
"Yowes pakne, cepatan kamu susul cah bagus." Ujar Nyai Santi.
"Yowes, bune ga usah khawatir tunggu disini saja, aku mau nyusul cah bagus dulu."
Empu Maha Surya segera melompat keluar dari rumah, kemudian melompat keatas pohon satu ke pohon yang lain. Terlihat sangat ringannya tubuh Empu Maha Surya.
Hanya dengan berpijakkan daun-daun beliau mampu lari dengan sangat cepatnya, hingga tiba-tiba beliau berhenti tepat didepan makhluk raksasa.
"Kakek.." Panggil Arya Chakra yang terkejut dengan kedatangan Empu Maha Surya yang tiba-tiba, bahkan sanggup berdiri hanya beepijakan dedaunan.
"Owalah Arya.. Ucap Empu Maha Surya yang sedikit bingung mau bilang apa. "Dan kamu kera, kamu tidak lihat apa semua penghuni hutan ini lari ketakutan karena ulahmu itu."
"Ini semua ide kera jambul merah kakek." Ucap Arya Chakra.
"Aku tidak bermaksud menakuti mereka kakek, aku hanya ingin cepat sampai dirumah nenek."
"Hemmm.. Iya tapi kamu sudah membuat takut binatang yang lainnya, yasudah cepat kembali kewujud semula." Ujar Empu Maha Surya.
Kera jambul merah pun kembali dengan tubuh yang semula.
"Maafkan kami kakek." Ucap Arya Chakra.
"Iya sudah, lain kali jangan sampai diulangi lagi."
"Siap kakek." Ucap keduanya serempak.
"Sini kalau ingin cepat sampai pegang tangan kakek."
Arya Chakra pun memegang tangan Empu Maha Surya sedangkan kera jambul merah duduk dipundak Arya Chakra, dengan sekejap Empu Maha Surya membawa Arya Chakra terbang melompat kepohon.
__ADS_1
Dengan berlari diatas dedaunan cukup lumayan cepat, Arya Chakra yang baru pertama kali diajak Empu Maha Surya merasa sedikit takut, namun dengan cepat dirinya dapat menyesuikan langkahnya.