
regan membawa sera masuk ke ruang presiden direktur
itu adalah ruangan nya saat ini karena yang menjabat CEO masih papa regan
dia pun mendudukan sera di tempat duduk yang jarak nya 3 meter dari meja kebesaran nya
regan masih memegangi tangan sera
" ka kita ngapain sih di sini mending pulang, yu sera ngantuk "
itu hanya alibi saja sebenarnya sera mulai deg degan
" pesona mu mengalihkan duniaku sampai tidak ingin berbagi dengan yang lain "
pemuda itu berbicara sambil tangannya
mengusap wajah sera mengamati nya
dari mata hidung kulit bahkan bibir
sera memejamkan matanya
gadis itu menikmati sentuhan demi sentuhan
yang regan berikan
" hanya kamu yang membuat saya seperti orang bodoh "
mendengar itu mata sera langsung terbuka seolah olah bicara " kenapa " gadis itu tidak sepenuhnya percaya ucapan regan
" kamu tidak percaya ?
regan pun kembali bertanya gadis itu hanya menganggukan kepala
pemuda itu mengambil tangan sera di arahkan ke dadanya
" kamu bisa merasakan nya ? jantung ini berdetak kencang setiap di dekat mu
saya menjadi orang bodoh bila di depan mu
itu semua karena saya sangat mencintai mu sera "
mendengar penjelasan regan gadis itu jadi tersentuh dan senang
sebesar itu regan mencintai nya sampai dia rela menunggu nya kembali
" regan... aku "
regan menghentikan sera berbicara dengan jari telunjuk nya
" sssstttttt jangan bicara lagi rasakan saja
semua ini "
regan mulai mendekatkan wajah nya
perlahan dia menempelkan bibirnya
pada bibir sera
gadis itu pun memejamkan matanya jadilah ciuman yang panjang dan menghanyut kan
sampai terdengar
" aaahhhhh.....
sera kenapa kamu suka sekali menggit "
pasalnya tadi sera hampir ke habisan nafas
__ADS_1
karena regan masih menciumnya jalan satu satunya gadis itupun menggigit bibir regan agar berhenti
" hah... hah... ka.. regan sendiri kenapa suka mencium sera "
sera menjawab nya sambil ngos ngosan
karena dia harus ambil oksigen dulu sebanyak banyaknya
melihat sera seperti itu rasa sakit di bibir regan terganti dengan senyuman
menurut nya sera sangat lucu saat ini
dengan penampilan yang rambut nya berantakan karena ulah dirinya
" karena saya suka "
regan hanya menjawab to the point
" iiihhhh.... gitu kan jawaban nya "
" ya emang karena ka regan suka semua yang ada di sera ka regan suka bibir ini aku punya "
" enak saja ini bibir sera ya "
regan gemas melihat sera merajuk di mulai menggelitiknya
" hahahah ka udah... udah... hahaha udah dong nanti sera ngga doyan makan "
mendengar itu regan langsung berhenti
" itu cuma mitos sera percaya amat
sama begituan "
regan ingin mencium sera lagi dia pun mendekatkan kepala pada nya
gadis itu jadi salah tingkah tapi kali ini
karena baginya tidak ada yang penting
selain saat dirinya ingin melanjutkan yang sempat tertunda
tapi HP nya terus berbunyi
" angkat ka siapa tau penting "
akhirnya sera membuka suaranya
regan pun menjawab panggilan itu
" katakan "
dengan nada yang mengancam regan pun mendengarkan suara di sebrang sana
" itu bukan urusanku "
pemuda itu langsung mematikan tlp nya dan membuang benda itu ke kursi yang kosong
HP itu berbunyi lagi
sera jadi penasaran siapa yang telepon dan membuat regan marah
" jangan di angkat "
" tapi saya mau angkat, masalah hemm "
" iisss kau ini siap siap di hukum ya "
" siapa takut wweekkkk"
__ADS_1
melihat sera seperti itu membuat regan sedikit terobti dari rasa kesalnya tadi
sera mengambil HP regan tertulis di sana nama natan
" regan... tolonglah kali ini saja saya janji ini akan jadi permintaan terakhir setelah itu kamu bebas mau melakukan apapun yang kamu mau "
sera kaget mendengar perkataan natan dia jadi penasaran apa sebenarnya yang terjadi
regan pun mengulurkan tangan kepada sera agar dia memberikan smartphone nya
karena tadi sera meloudspeaker jadi regan mendengar semuanya
" kau jangan menyesali ucapan mu karena setelah ini semua akan berubah "
regan menjawab nya dengan suara mengintimidasi agar natan berubah pikiran
" baiklah tapi saya mohon kamu secepat nya ke sini celin membutuhkan mu "
mendengar nama celin sekarang sera yang kesal
" sayang... jangan marah dulu
natan bilang kalo celin kecelakaan
dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata jadi dia menabrak pembatas jalan "
regan berharap sera tidak salah paham dan ta mau bicara lagi dengan nya
itu bisa membuatnya setres
" apa... kenapa bisa seperti itu apa ada yang buat dia marah ? kalo begitu cepat pergi kenapa masih duduk saja"
" hah... sera kamu kenapa ngga mencegah saya ? emang kamu rela pacar kamu yang perfekt ini dekat dengan wanita lain "
" karena sera percaya ini... ini... dan ini hanya miliku
dan hanya sera yang boleh liat dan
merasakan nya "
sera memegang dada regang setelah itu wajah terus beralih ke bibir yang selalu menciumnya
melihat semua yang di lakukan sera regan langsung menarik tengkuk sera memulai perciuamanya yang tertunda lagi
" hah.. hah... kak kalo seperti ini terus kapan perginya "
sera mendorong dada regan gadis itu belum terbiasa dengan ciuman regan jd selalu kehabisan nafas
" tetap bernafas sera jadi tidak seperti ini "
regan bicara sambil mengusap bibir sera terasa lembut menurutnya
" ayo aku antar kamu pulang dulu setelah itu baru kerumah sakit "
regan menggandeng tangan sera mereka pun keluar dari ruangan itu
" sasa batalkan semua jadwal ku
tunda sampai besok
kau ulang lagi jadwalnya "
setelah memberi perintah pada sekertarisnya regan langsung pergi ta menghiraukan sasa bicara
" aduh... gimana ini pertemuan ini juga penting main batal saja memang saya ngga pusing apa "
sasa marah marah tapi tidak berani di depan bos nya
dia hanya mengacak rambutnya karena pusing dengan tingkah bos arogan nya itu
__ADS_1
benar kata regan tadi semua ini akan merubah semua nya entah perubahan apa yang terjadi semangkin baik atau semangkin kacau