
regan sedang di periksa oleh saka setelah sera memanggil nya
benar dugaan natan pemuda ituhanya kelelahan saja dan di beri cairan infus agar kembali kuat
sekarang dokter itu sedang berbicara dengan nya
" kau akhirnya tumbang juga
bagai mana rasa nya sakit ? kau jadi tau kan sekarang rasanya ?
ingat kau juga manusia butuh istirahat "
" memang nya saya bukan manusia ?
" kau kan bukan manusia normal "
" enak saja "
" memang benar manusia normal itu hidup sesuai aturan waktunya istirahat ya istirahat waktu nya makan ya harus makan
kau itu di atas rata rata "
" bawel... "
regan berbicara sambil melemparkan bantal yang ada di samping nya dan tidak sengaja di saksikan sera
" ka... kalo dokternya lagi periksa jangan di gituin kasian kan
udah cape cape dateng ke sini....
pa dokter tidak apa apa ?
mendengar sera memarahi regan membuat saka ingin tertawa tapi tidak berani dia tidak menyangka akhirnya ada gadis yang dapat meluluhkan nya
munculah ide dia ingin mengerjai regan
" eh... saya sudah biasa seperti ini jadi jangan khawatir hehehe nama mu sera kan ?
" iya hhhmmm benar tidak apa apa ?
" santai saja oiya boleh kah saya meminta no telepon mu untuk jaga jaga kalo terjadi seperti ini lagi kamu langsung menghubungiku saja bagaimana ?
mereka tidak tau kalo regan sudah mulai kesal lebih tepat nya sera sih karena saka kan memang sengaja saat sera ingin memberikan no HP nya dia di kejutkan dengan suara regan
" natan.... !!!!!
" ya ampun.... hampir saja jantung saya copot "
dokter itu pun kaget dan mengelus dada nya sedangkan sera hanya menggeleng kan kepala
yang di panggil pun datang
" ada apa ? kenapa berteriak sih... "
" antar saka pulang dia sudah selesai "
dokter itu pun ingin protes karena dia langsung di seret keluar oleh natan
" eh... natan kau ini teman siapa sih saya masih pengin di sini tau...
sera kita belum tukeran nomer ini kartu nama ku jangan lupa call me ?
" cepat natan...!!!!
sera pun belum sempat mengambil kartu nama itu karena dokter saka sudah lebih dulu keluar dan gadis itu tidak bisa berbuat apa apa karena dia tau regan sedang cemburu
setelah di luar kamar saka pun tertawa
" hahahah.... kau liat natan bagai mana muka kesal dia lucu sekali
regan ingin marah tapi tidak bisa akhirnya saya melihat tampang bodoh nya "
" dasar kau ini jangan macam macam dengan nya gadis itu milik regan "
" iya... iya.. saya tau lagian tadi saya hanya menggoda regan saja
__ADS_1
ya sudah lah saya pulang dulu
o.. iya nanti tunggu cairan infus nya habis baru di lepas ya....kau bisa kan melepas nya ?
" iya... benar kata regan kau ini bawel sekali "
" demi kebaikan harus bawel "
dokter itu pun pergi dari sana saat di bawah dia berpapasan dengan celin
gadis itu datang menemui regan karena ingin minta maaf masalah yang di rumah sakit
" eh... celin kau datang juga ?
celin berhenti dia tau itu saka dokter regan gadis itu jadi khawatir juga
" apa regan sakit ?
" iya... tapi...
seperti itu selalu seperti itu saya belum selesai bicara pasti di tinggal pergi
padahal saya ingin memberi kabar kalo pacar regan juga ada di sana... "
dokter saka pun pergi dengan kesal dan menoceh sepanjang jalan tapi hanya di dengar sendiri
celin mengetuk pintu natan yang di dalam pun marah karena dia pikir saka datang lagi
" kenapa ke sini lagi sih...!!!!
celin kaget melihat natan marah
" eh... celin maaf saya kira saka balik lagi ayo masuk... "
gadis itu masuk dia penasaran juga dengan regan kenapa dia bisa sakit
" natan apa benar regan sakit ?
Sakit apa dia ?
" boleh kah saya melihat nya ?
" ayo... "
natan sengaja membiarkan celin masuk
agar gadis itu melihat jika regan sudah bucin dengan sera
dan dia harus segera mundur untuk mengejar regan lagi
tapi dia tidak tau akibat membiarkan celin masuk justru petaka untuk nya nanti
" regan ada yang ingin menemuimu "
regan yang sedang di makan di suapi sera pun berhenti sejenak untuk menjawab nya
" saya tidak menerima tamu...!!!!
jawaban regan mendapat cupitan kecil dari sera
" ah... sayang sakit ih... nanti gantian ya kamu saya gituin... "
" oh... begitu ya sudah saya pulang saja "
sera pura pura ngambek dia cemberut
dia pun berdiri ingin keluar
regan dengan sigap menarik sera hingga gadis itu duduk di pangkuan nya
" kalo gini tambah sayang deh "
sera jadi salah tingkah karena di goda regan seperti itu dan di saat bersamaan natan dan celin masuk
mereka pun melihat sera yang duduk di pangkuan regan
__ADS_1
padahal pria itu sedang di infus tangan nya tapi dasar regan saja yang banyak tingkah dia pun suka dengan keadaan seperti itu
natan sudah tidak kaget dengan kebucinan regan tapi celin gadis itu meremas baju nya darah nya berdesir panas dia menjadi sangat marah tapi apa daya dia hanya bisa memendamnya dia juga harus bersandiwara
" kau ini... kalo orang lain ada yang jenguk di saat sakit itu senang tapi kamu malah mengusir nya "
natan pun jadi kesal dengan sahabat nya sifat nya tetap saja arogan
" karena saya bukan mereka "
regan menjawab nya asal tapi memang benar regan ya regan bukan orang lain
" selalu ada saja jawabnya "
sera yang melihat celin ikut masuk dan diam saja merasa tidak enak dengan nya
bagaimana pun gadis itu dekat dengan regan
menurut sera ya karena dia belum tau kebenaran nya
gadis itu ingin pergi dia pun berdiri tapi regan menarik nya lagi
malah sekarang dia nyender di bahu sera
" ka jangan seperti ini... tidak enak di lihat
yang lain "
sera hanya berbisik di telinga regan agar natan dan celin tidak dengar
regan tak menghiraukan sera dia malah melingkar kan tangan nya yang tidak di infus di perut sera
" ah... nyaman nya saya suka posisi ini "
pemuda itu sengaja melakukan itu dan meninggikan suaranya agar mereka tau
sera malah jadi salah tingkah lagi dia hanya tertawa di buat buat
" heheheh... tunggu sebentar
ka iihhh... lepas... "
regan kekeh tidak mau melepasnya hingga natan mulai tidak tahan lagi
pemuda itu pun hanya bisa protes
" regan hormatilah kami yang jomblo ini
bisa tidak jangan seperti anak kecil "
" hah... kalian menggangu saja saya kan sudah bilang tidak menerima tamu... "
mendengar itu celin tambah kesal dia semakin mengepal kan tangan nya gadis itu mulai bersandiwara
" maaf...regan benar ini salah saya datang di waktu yang tidak tepat
lain kali saja bicaranya "
celin menampilkan wajah sedih dan itu membuat sera smakin bersalah gadis itu pun memarahi regan
" ka kalo ka regan masih bersikap seperti ini sera benar benar marah ya !!!!
" jangan... !!! baiklah sekarang saja bicaranya "
melihat sera beneran marah regan pun takut akhirnya pemuda itu pun mengalah
celin semangkin marah melihat regan langsung menurut
kenapa ? dalam fikiran nya penuh pertanyaan kenapa regan bisa langsung menuruti perkataan sera
sedangkan pemuda itu selama ini selalu tak mau tunduk pada siapapun
kecuali orang tua nya siapa sera sebenarnya
dan pake pelet apa hingga regan bisa seperti itu
__ADS_1
gadis itu mulai berfikir seperti nya dia harus memulai rencana nya secepat mungkin jangan di tunda lagi