
pagi pun tiba suasana puncak begitu dingin membuat siapapun malas untuk keluar
mereka masih menikmati tidurnya dengan selimut yang tebal
tapi tidak untuk gadis satu ini justru dia bangun pagi karena sudah tidak sabar untuk menikmati udara pagi yang sejuk
gadis itu sudah pasti sera
dia tau udara pagi bagus untuk paru paru
apalagi yang hidup nya di perkotaan perlu udara seperti ini
sera pergi keluar sendiri di saat yang lain masih tidur sebagian masih lelah juga
gadis itu sampai di tempat tujuan dan langsung menghirup udara setelah itu di hembuskan
sambil menutup matanya
kegiatan itu terus di lakukan berulang ulang
hingga seseorang datang membisikan sesuatu
di telinganya
" ada kodok di kaki kamu "
dengan suara yang pelan tapi tetap membuat gadis itu takut
sera langsung membuka matanya dan berteriak
" aahhhh.... kodok... di mana.... cepat buang"
gadis itu langsung lompat di tubuh pria itu sera tidak peduli lagi yang penting kodok nya pergi
" aku tak akan membuang nya itu
hukuman mu "
mendengar suara itu sera langsung membuka matanya dia tau suara siapa itu
" ka... ka regan ko di sini hehehe "
ya pemuda itu regan
karena tempat nya menginap tak jauh dengan tempat sera berada
dia ingin menemui sera saat semua nya masih tertidur
alam semesta pun memihak nya dia melihat sera keluar sendiri dari tempat itu
jadilah regan mengikuti gadis itu
regan ingin melihat apa yang akan di lakukan kekasih nya
dia pun membiarkan sera pergi dan mengawasinya dari jauh hingga muncul ide untuk mengerjainya
" kenapa... "
tanya regan dengan ekspresi datar
sera tau sepertinya regan sedang marah gadis itu pun mencari ide agar bisa di maafkan
" hhhhmmm tidak papa "
sera ragu menjawab perkataan regan dia perlahan mendekati regan dan
" cup... "
sera mengecup bibir regan hanya mengecup ya jadi cuma sebentar
gadis itu ingin kabur tapi regan langsung menangkap nya
" ingin kabur... hemmmm "
sera perlahan mundur sambil menggeleng kan
kepala
tapi regan masih memegang tangan sera dan menarik nya agar mendekat
" lalu kamu kira dengan seperti tadi
__ADS_1
akan di maaf kan "
gadis itu jadi mati langkah dan jantung nya berdetak karena regan mendekat kan wajah nya
" ka... mau apa "
" menurut mu jika seperti ini mau apa "
regan bertanya balik belum sempat gadis itu menjawab regan sudah mencium bibir sera
dengan ganas dan lama
" ha.. hah... ka... "
sera ingin protes tapi regan tak memberi ruang untuk bicara
ciuman yang tadinya ganas berubah menjadi lembut
kini gadis itu malah hanyut oleh ciuman regan dan mengikuti permainan nya
setelah selesai dengan perbuatan nya dahi regan menempel pada dahi sera dia juga ke habisan nafas
" huh... kalo seperti ini saya tidak tahan lagi dan akan menerkam mu sepertinya hukuman ini
di tunda dulu "
mendengar ucapan regan sera langsung mencubit perut regan karena kesal
apa apa an hukuman seperti itu
" aahhh... sayang kamu suka sekali menyentuh ini
tenang saja semua ini milik mu
kamu bebas melakukan apa pun "
mendengar perkataan regan sera jadi malu sendiri muka nya sudah merah
regan senang menggoda gadis itu
" iiihhhh... sera sudah takut kalo ka regan
marah tau "
" hahahah kamu lucu banget sih "
regan langsung memeluk sera sebelum melanjutkan perkataan'nya
" saya tidak bisa marah pada mu sera karena kamu hidup ku saya hanya kecewa saja
kenapa kamu tidak memberi tahu kalo ingin ke puncak hhhmmm "
mendengar perkataan regan sera mendongakkan kepala nya sambil berkata
" apa ka regan akan memberikan ijin ?
" tentu Tidak "
" iiihhhh.... nyebelin kan jawaban nya "
sera mencubit regan lagi tapi pemuda itu berlari menghindari nya
jadilah mereka saling mengejar
" sera tunggu... dengar dulu
maksud ka regan tentu tidak jika saya ngga ikut
jadi pasti di ijinin asal ka regan ikut
" kenapa ngga ngomong dari tadi sera jadi cape kan ngejar ka regan "
" salah siapa blm selesai bicara main cubit "
sera akhirnya duduk karena lelah regan pun menghampiri nya dan duduk bersama
mereka tidak tau jika tindakan nya di lihat oleh seseorang dan itu membuat nya syok ternyata gadis yang selalu regan bicarakan memang ada
orang itu natan dia melihat regan keluar dengan mengendap endap seperti pencuri
jadi natan mengikuti nya
__ADS_1
dia penasaran apa yang akan di lakukan teman nya pagi pagi seperti ini
natan fikir omongan regan hanya bualan saja tentang dia sudah memiliki orang yang di cintai
dan dia pikir itu cuma alibi regan saja untuk menolak celin selama ini
kini dia tau dan melihat nya sendiri perlakuan regan pada sera dan apa tadi mereka berciuman
sangat lama
natan merasa bersalah pada regan apalagi
kemaren dia memaksa teman nya agar
memaafkan celin dan bersikap seperti dulu
membiarkan celin tetap di sekitarnya
" regan... maaf kan aku ,selama ini saya sudah salah duga
tenang saja regan mulai sekarang kau ta perlu di pusingkan tentang masalah celin "
setelah mengatakan itu pada diri sendiri natan langsung pergi dari tempat itu
dia sudah bertekad akan melindungi sahabat nya
dari para wanita di luaran sana yang
menginginkan regan
" ka... nanti kalo bertemu teman sera jangan bersikap dingin ya... ? "
sera berharap permintaan nya bisa di Terima
" kenapa ?
kamu kan tau selama ini saya tidak terbiasa dengan mereka "
" ka cobalah... kaka harus bersosialisasi dengan yang lain demi sera hhhmmm"
sera berusaha membujuk nya
dia tidak tau kalo otak licik regan sedang bekerja
" jika saya melakukan itu apa hadiah nya "
" hadiah... hhhhmmm ka regan mau apa
tapi jangan mahal ya
takut duit sera ngga cukup "
" bukan hadiah barang sera ka regan ngga mau kalo itu ka regan bisa beli sendiri "
" trus apa ? jangan macam macam ya... "
sera mulai was was gadis itu pun jadi kesal
" tenang saja ka regan cuma minta satu macam
nanti temani ka regan makan malam dengan Mr abraham
jadi... buang jauh jauh pikiran kotor mu "
" heheheh... sory
lagian sera kan harus berjaga jaga
ngga salah kan "
mendengar alasan sera regan senang
itu tandanya sera memang bisa menjaga diri dan bukan gadis lemah
mereka pun pergi dari tempat itu dan sera
bersiap menghadapi pertanyaan
teman nya terutama siren
sedang kan regan mempersiapkan mental nya untuk membaur bersama orang orang
__ADS_1
selain natan dan lucas