
mereka masih di kamar regan sekarang suasana nya menjadi sedikit tegang
regan memang tidak bisa marah pada sera tapi pemuda itu masih bisa melampiaskan amarah nya pada natan
natan mulai sadar dengan tingkah regan yang menyuruh nya bicara sekarang
pemuda itu mulai berharap semoga sera bisa menolong nya
" ayo bicara kenapa malah diam "
melihat kondisinya tidak kondusif sera pun mulai memberi saran sukur sukur di dengar
" ka kalo begitu sera keluar dulu biar kalian lebih enak bicaranya "
gadis pun berdiri dan pergi belum sampai pintu dia kaget oleh perkataan regan
" melangkah lagi keluar kamu tau kan konsekuensinya sera sekarang ke sini dan duduk "
gadis itu berbalik tak jadi pergi dia melihat regan menepuk nepuk tempat di sebelah nya tanda agar sera duduk di situ
gadis itu pun langsung duduk lagi
tapi dia sedikit lega karena posisi duduk nya tidak seperti tadi
yang duduk di pangkuan regan
" celin bicaralah sekarang atau tidak sama sekali "
" hhhhmmm regan sebenar nya saya ingin minta maaf dan saya berharap kita masih seperti dulu
sera langsung melihat regan karena seperti dulu menurut sera itu ambigu dulunya seperti apa ?
temankah atau pasangan
regan menyadari yang sera pikirkan
dia pun segera mengkklarifiikasi nya
sebenarnya celin sengaja berbicara seperti itu dengan perkataan yang menjebak dia melihat sera jadi gelisah gadis itu pun menyembunyikan senyum nya
" seperti dulu itu seperti apa celin
tolong jelaskan ?
" itu... hhhmmm ....
melihat celin bingung natan pun mulai membelanya
" regan... kita sudah
" sssttttt kau diam...!!!
__ADS_1
saya ingin tau jawaban nya karena saya tidak mau kekasih ku salah paham jadi...
celin lanjut kan bicaranya
sera mulai paham sekarang regan ingin dirinya tau kalo tidak ada apa apa antara mereka berdua
kini gadis itu harus menyudahi suasana yang sudah mulai tegang
" aahhh... sayang...hehehe...tidak perlu di jelaskan saya sudah tau ko kalo hubungan kalian hanya teman
karena.... karena... celin tidak bisa seperti ini "
gadis itu pun hanya bisa mencium regan di depan natan dan celin
hanya itu yang bisa mengalihkan kan amarah regan
sudah pasti berhasil regan sangat senang karena sera berinisiatif menciumnya
di saat sera ingin berhenti regan malah menarik lagi tengkuk sera dia tidak peduli tangan nya sedang di infus
melihat itu natan langsung menarik celin keluar karena tidak tahan melihat pemandangan nya
dia juga kasian pada celin jadi hanya bisa membawanya keluar dari tempat itu
sementara di dalam kamar , mereka tidak menyadari kalo celin dan natan sudah keluar sera dan regan malah hanyut dalam ciuman nya
sampai akhirnya mereka menyudahi nya
mereka berdua kehabisan nafas dan sama sama tersenyum
gadis itu langsung sadar kalo tadi masih ada celin dan natan di dalam
dia menoleh ke tempat tadi tapi sudah kosong
" kemana mereka ? kenapa pergi ?
" baguslah kenapa tidak dari tadi "
mendengar regan bicara sera hanya mendengus kesal seperti " huh... "
tapi gadis itu kaget karena di selang infus bukan cairan lagi tapi darah yang hampir ketarik
" aaahhhh.... ka kenapa jadi seperti ini kenapa jadi darah "
" sudah tidak papa tingal di tinggiin lagi botol infus nya trus lurusin selang nya nanti juga balik lagi "
" benarkah ?
" iya... "
" pasti sakit ? maaf ya gara gara sera tadi jadi begini "
__ADS_1
" ini tidak sakit sera percayalah ini tidak seberapa bahkan ka regan rela jika harus menukar
nyawa ka ...
" jangan bicara lagi dan sera tidak mau nyawa ka regan yang sera mau jangan berhenti mencintai sera... apapun yang terjadi ka regan harus mencintai sera heheheh...
mendengar itu regan kembali memeluk sera walau hanya dengan satu tangan tanpa gadis itu suruh pun dia akan selalu mencintai sera walau gadis itu cacat sekalipun dia tetap mencintai sera
karena hanya sera yang dia mau
kini celin susah di dalam mobil nya setelah di antar natan sampai mobil gadis itu mengingat kembali perkataan nya
" celin kau lihat sendiri kan regan sudah menemukan pendamping nya dan dia juga bucin sekali pada sera
kau bahkan melihat mereka bermesraan tadi
jadi saya mohon menyerahlah... "
" entah lah natan saya bingung "
" bagaimana kalo kita pergi dari sini saja agar kau bisa melupakan nya saya sudah berjanji akan selalu melindungimu
jadi ayo kita mulai dari nol lagi.. "
celin masih berfikir harus kah dia mengikuti saran natan memulai hidup baru bersama nya gadis itu kembali mengingat masa lalu lagi di mana dia pertama kali bertemu regan dan selalu mengikutinya
dia tersenyum mengingat nya hingga tiba tiba dia jadi marah akibat kedatangan sera
mereka pun berciuman di depan nya dendam nya lebih besar dari semua rasa yang dia miliki
gadis itu menelpon seseorang lagi
sambungan telepon berbunyi dia pun segera bicara
" hallo.... kapan kamu bisa memulai rencana nya ?
" terserah kamu kapan pun saya siap "
" baiklah saya akan mengirim fotonya "
" ingat... kamu harus bisa membuat nya senang dulu baru rencana akan di mulai "
" baiklah saya akan menemuinya kamu kirimi alamat nya saja dan jam berapa saya ke sana "
" baik lah akan saya kabari lagi "
sambungan telepon pun terputus kini celin sudah yakin dengan keputusan nya
dia rela kehilangan barang paling berharga nya hanya untuk melihat regan menderita
dia sudah tidak peduli kalo dia jadi kotor yang penting dia senang melihat semua nya hancur
__ADS_1