Penjara Cinta Pria Dingin

Penjara Cinta Pria Dingin
episode 48 PCPD


__ADS_3

mereka masih di kamar regan sekarang suasana nya menjadi sedikit tegang


regan memang tidak bisa marah pada sera tapi pemuda itu masih bisa melampiaskan amarah nya pada natan


natan mulai sadar dengan tingkah regan yang menyuruh nya bicara sekarang


pemuda itu mulai berharap semoga sera bisa menolong nya


" ayo bicara kenapa malah diam "


melihat kondisinya tidak kondusif sera pun mulai memberi saran sukur sukur di dengar


" ka kalo begitu sera keluar dulu biar kalian lebih enak bicaranya "


gadis pun berdiri dan pergi belum sampai pintu dia kaget oleh perkataan regan


" melangkah lagi keluar kamu tau kan konsekuensinya sera sekarang ke sini dan duduk "


gadis itu berbalik tak jadi pergi dia melihat regan menepuk nepuk tempat di sebelah nya tanda agar sera duduk di situ


gadis itu pun langsung duduk lagi


tapi dia sedikit lega karena posisi duduk nya tidak seperti tadi


yang duduk di pangkuan regan


" celin bicaralah sekarang atau tidak sama sekali "


" hhhhmmm regan sebenar nya saya ingin minta maaf dan saya berharap kita masih seperti dulu


sera langsung melihat regan karena seperti dulu menurut sera itu ambigu dulunya seperti apa ?


temankah atau pasangan


regan menyadari yang sera pikirkan


dia pun segera mengkklarifiikasi nya


sebenarnya celin sengaja berbicara seperti itu dengan perkataan yang menjebak dia melihat sera jadi gelisah gadis itu pun menyembunyikan senyum nya


" seperti dulu itu seperti apa celin


tolong jelaskan ?


" itu... hhhmmm ....


melihat celin bingung natan pun mulai membelanya


" regan... kita sudah


" sssttttt kau diam...!!!

__ADS_1


saya ingin tau jawaban nya karena saya tidak mau kekasih ku salah paham jadi...


celin lanjut kan bicaranya


sera mulai paham sekarang regan ingin dirinya tau kalo tidak ada apa apa antara mereka berdua


kini gadis itu harus menyudahi suasana yang sudah mulai tegang


" aahhh... sayang...hehehe...tidak perlu di jelaskan saya sudah tau ko kalo hubungan kalian hanya teman


karena.... karena... celin tidak bisa seperti ini "


gadis itu pun hanya bisa mencium regan di depan natan dan celin


hanya itu yang bisa mengalihkan kan amarah regan


sudah pasti berhasil regan sangat senang karena sera berinisiatif menciumnya


di saat sera ingin berhenti regan malah menarik lagi tengkuk sera dia tidak peduli tangan nya sedang di infus


melihat itu natan langsung menarik celin keluar karena tidak tahan melihat pemandangan nya


dia juga kasian pada celin jadi hanya bisa membawanya keluar dari tempat itu


sementara di dalam kamar , mereka tidak menyadari kalo celin dan natan sudah keluar sera dan regan malah hanyut dalam ciuman nya


sampai akhirnya mereka menyudahi nya


mereka berdua kehabisan nafas dan sama sama tersenyum


gadis itu langsung sadar kalo tadi masih ada celin dan natan di dalam


dia menoleh ke tempat tadi tapi sudah kosong


" kemana mereka ? kenapa pergi ?


" baguslah kenapa tidak dari tadi "


mendengar regan bicara sera hanya mendengus kesal seperti " huh... "


tapi gadis itu kaget karena di selang infus bukan cairan lagi tapi darah yang hampir ketarik


" aaahhhh.... ka kenapa jadi seperti ini kenapa jadi darah "


" sudah tidak papa tingal di tinggiin lagi botol infus nya trus lurusin selang nya nanti juga balik lagi "


" benarkah ?


" iya... "


" pasti sakit ? maaf ya gara gara sera tadi jadi begini "

__ADS_1


" ini tidak sakit sera percayalah ini tidak seberapa bahkan ka regan rela jika harus menukar


nyawa ka ...


" jangan bicara lagi dan sera tidak mau nyawa ka regan yang sera mau jangan berhenti mencintai sera... apapun yang terjadi ka regan harus mencintai sera heheheh...


mendengar itu regan kembali memeluk sera walau hanya dengan satu tangan tanpa gadis itu suruh pun dia akan selalu mencintai sera walau gadis itu cacat sekalipun dia tetap mencintai sera


karena hanya sera yang dia mau


kini celin susah di dalam mobil nya setelah di antar natan sampai mobil gadis itu mengingat kembali perkataan nya


" celin kau lihat sendiri kan regan sudah menemukan pendamping nya dan dia juga bucin sekali pada sera


kau bahkan melihat mereka bermesraan tadi


jadi saya mohon menyerahlah... "


" entah lah natan saya bingung "


" bagaimana kalo kita pergi dari sini saja agar kau bisa melupakan nya saya sudah berjanji akan selalu melindungimu


jadi ayo kita mulai dari nol lagi.. "


celin masih berfikir harus kah dia mengikuti saran natan memulai hidup baru bersama nya gadis itu kembali mengingat masa lalu lagi di mana dia pertama kali bertemu regan dan selalu mengikutinya


dia tersenyum mengingat nya hingga tiba tiba dia jadi marah akibat kedatangan sera


mereka pun berciuman di depan nya dendam nya lebih besar dari semua rasa yang dia miliki


gadis itu menelpon seseorang lagi


sambungan telepon berbunyi dia pun segera bicara


" hallo.... kapan kamu bisa memulai rencana nya ?


" terserah kamu kapan pun saya siap "


" baiklah saya akan mengirim fotonya "


" ingat... kamu harus bisa membuat nya senang dulu baru rencana akan di mulai "


" baiklah saya akan menemuinya kamu kirimi alamat nya saja dan jam berapa saya ke sana "


" baik lah akan saya kabari lagi "


sambungan telepon pun terputus kini celin sudah yakin dengan keputusan nya


dia rela kehilangan barang paling berharga nya hanya untuk melihat regan menderita


dia sudah tidak peduli kalo dia jadi kotor yang penting dia senang melihat semua nya hancur

__ADS_1


__ADS_2