
setelah kakacauan yang di buat regan kafe itu jadi berantakan dan benar benar kacau kalo sudah seperti ini natan lah yang bertanggung jawab seperti yang sudah sudah itulah sebab nya regan masih mau mendengar kan kata kata nya
sementara jonatan pria itu duduk di lantai muka nya yang lebam akibat pukulan regan sedang
di obati teman nya Peter pemuda itu
sebenarnya ingin menolong tapi di hadang lucas jadi tidak bisa berkutik
setelah natan membereskan kekacauan itu dia pun menghampiri joe dan Peter di susul lucas dari belakang yang baru masuk karena harus berurusan dengan siren
" ini peringatan buat mu kau boleh bermain dengan wanita mana pun tapi tidak yang satu itu
kalo kamu masih berani jangan harap masih bisa berfungsi adik mu itu "
setelah mengatakan itu natan langsung pergi meninggal kan cafe itu
dia melihat siren masih di depan dan gadis itu segera menghampiri nya
" ka natan ayo cepat kejar sera....saya takut dia kenapa napa soalnya tadi si iblis tampan nya sangat marah... "
natan yang melihat gadis itu cemas hanya bisa menenangkan nya
" tenang lah siren teman mu pasti baik baik saja saya yakin natan tidak akan melukai nya karena dia memang tidak bisa marah pada sera "
" oh... syukurlah saya lega mendengar nya, tapi bener kan ? pasti begitu ka ? ngga
mendengar itu lucas jadi kesal dan memotong
ucapan siren
" kamu cerewet sekali kalo natan bicara seperti itu berarti benar, udah sekarang buka mobil nya "
" kamu mau apa sama mobil ku jangan bilang mau ngrampok saya ya...!!!
lucas menjitak dahi siren
" emang saya semiskin itu sampai sampai harus merampok "
" aahhh... sakit tau kamu awas ya...!!!
melihat mereka berdua yang berantem terus natan pun berusaha melerai nya
" udah... udah... kalian ini kaya anak kecil saja "
" dia duluan ka natan liat nih jidat ku benjol "
lucas hanya meledeknya
" rasakan...kita impas satu sama waktu itu kau
buat pantatku sakit "
" aaahhhhh.... saya jadi jelek "
__ADS_1
melihat siren seperti itu lucas tambah tertawa dia senang sekali melihat gadis itu menderita dan natan memarahinya
" lucas berhenti sudah jangan tertawa terus nanti kamu saya tinggal di sini ya "
mendengar itu lucas pun berhenti tertawa dan natan berbicara lagi
" kamu masih cute ko siren jangan khawatir "
" benar ka ? ka natan ngga bohong kan ?
" iya... sekarang boleh kan kita numpang di mobil kamu
karena tadi kami bareng regan dan mobilnya sudah di bawa dia "
" boleh ka, tunggu....biarkan dia jadi supir.
kita di belakang saja duduk nya ayo "
natan hanya menurut dia pun menyuruh lucas jadi supir dan itu harus mau
mereka pergi meninggalkan tempat itu sementara di dalam cafe jonatan dan Peter melihat ke pergian nya
" hahahah.... dia pikir saya takut , mereka belum tau siapa saya kita lihat saja nanti
regan apa hubungan mu dengan sera ? itu justru membuat ku semangkin tertarik "
jonatan pun sudah bertekad akan terus menganggu nya dan tidak akan mundur dan dia penasaran dengan sera dia tidak pernah seperti ini sebelumnya
apa lagi dia harus bersaing dengan regan pria itu merasa tertantang
kau tau kan julukan nya di kalangan orang seperti kita
mereka memang memiliki wajah malaikat tapi sebenarnya iblis "
" apa kau takut ? cuih... "
jonatan meludah dan sebagian masih ada darah nya pria itu pun melanjutkan bicara nya
" mana kita tau mungkin itu hanya rumor saja selama ini
yang jelas saya merasa tertantang dan itu menyenangkan
ayo bantu saya jalan "
Peter pun pasrah melihat teman nya seperti itu joe memang orang yang keras kepala atau bodoh entah lah yang jelas Peter sudah mengingat kan mereka pun pergi dari tempat itu
sementara keadaan dua sejoli sekarang regan masih mengemudikan mobil nya pemuda itu diam seribu bahasa tidak ada regan yang manja dan tidak ada lagi godaan atau gombalan yang keluar dari mulutnya
sera jadi takut untuk bicara, gadis itu merasa bersalah padahal sera sudah berusaha pergi dari tempat itu dia juga tidak tau kalo regan akan datang sekarang pemuda itu menunjukan ekspresi yang dingin aura nya menakutkan
sera baru melihat regan yang seperti itu
" ka... "
__ADS_1
" diam "
belum juga gadis itu bicara sudah di jawab seperti itu sera pun jadi ciut gadis itu meremas bajunya
sera jadi diam tapi gadis itu berfikir sampai kapan harus diam seperti ini lama kelamaan gadis itu jengah baiklah dia sudah tidak tahan lagi
gadis itu harus menyelesaikan nya sekarang
" ka....!!!! sampai kapan harus seperti ini hah...!!! jika kamu marah pada ku ya sudah marah saja jangan seperti ini....!!!
sera mau turun sekarang juga...!!!!
cepat berhenti atau sera lompat !!!!
mendengar gadis nya berteriak seperti itu regan langsung menghentikan mobilnya di tengah jalan entah itu di mana karena itu bukan jalan menuju rumah
sera pun langsung turun karena regan masih di penuhi oleh emosi dia langsung menjalan kan mobil nya meningal kan gadis itu
sera hanya menangis melihat regan pergi gadis itu benar benar tidak menyangka regan akan menurunkan nya di sini
" aaahhhh.... aku benci kamu regannnnn kamu menyebalkan hik... hik.... aku sungguh membenci mu "
setelah mengatakan isi hatinya gadis itu jatuh duduk di tanah dan menangis terisak
sebenarnya regan tadi sengaja menuruti perkataan sera karena tadi gadis itu mengancam akan melompat
pemuda itu takut sera benar benar melompat jadi hanya bisa mengikuti perkataan nya
dia pun masih di penuhi amarah jadi kalo di dekat sera takut akan hilang kendali akhirnya regan meningalkan dia begitu saja
tapi kini dia baru sadar tempat ini bukan menuju rumah orangtua nya pasti gadis itu sangat ke takutan
" bodoh... kau sangat bodoh regan kenapa menurutinya aahhhh.... "
pria itu memukul setir mobil nya dan segera putar balik dia mulai takut dan hanya berdoa
semoga sera baik baik saja dan mau memafkan nya dia pun bebicara lagi
" sera tunggu saya plis... kau baik baik saja dan maaf kan aku "
di tempat sera sekarang gadis itu masih menangis dia tidak tau ini di mana gadis itu benar benar marah pada diri sendiri
kenapa minta turun tadi harus nya diam saja dan menuruti perkataan regan
sekarang harus bagai mana gadis itu berharap ada seseorang yang datang menjemput nya dan binggo Tuhan sayang sera
doa nya terkabul ada mobil berhenti
gadis itu melihat siapa yang datang dan dia sangat senang karena mengenal siapa yang datang
" sera... kau kah itu ?
mereka pun berpelukan dan menangis bersama orang itu benar benar marah melihat keadaan sera seperti ini
__ADS_1
dia pun membawa sera pergi bersama nya mereka pergi meninggalkan tempat itu