
suasana di ruangan itu masih terlihat canggung semua teman sera masih ragu untuk bicara
sementara natan dan lucas masih saja tertawa
regan pun jadi kesal
" jangan tertawa tidak ada yang lucu "
perkataan regan tak membuat temanya takut mereka masih saja meledek regan sampai salah satu teman sera bertanya
" tapi ka dari berita yang beredar
siapa pun yang membuat ka regan marah
orang itu akan hilang "
dia bicara sambil menggerakan tangan nya seperti sedang memotong leher
melihat juniornya bicara regan langsung melototkan mata nya seakan bicara
' dari mana berita itu '
kini sera yang tertawa mendengar nya
pasalnya dia juga sempat menduga seperti itu
ternyata itu masih berlaku beritanya
" jangan tertawa kamu jelek saya sudah pernah bilang kan "
" iiiisssshhhh... nyebelin "
sera jadi cemberut mendengar perkataan regan
sebenarnya sera terlihat sangat cantik jika tertawa itu membuat regan tidak suka karena semua jadi terpesona
natan tau kalo regan sedang cemburu
karena hanya natan orang yang paling dekat dengan nya
sedangkan lucas tak terlalu dekat dengan regan dia tersenyum melihat regan cemburu
" memang nya tidak ada polisi, kalian pikir menghilangkan nyawa orang tidak
terkena pidana "
natan berusaha menjelaskan ke pada juniornya agar mengerti dan tak salah duga
" biar saya perjelas "
regan pun angkat bicara
" yang di maksud menghilang itu bukan mati "
regan berhenti sejenak
" tapi saya akan membuat dia menjadi gelandangan kalo dia punya usaha akan ku buat bangkrut, paham sekarang "
regan menjelaskan dengan suara yang dingin dan itu membuat semua yang mendengar tambah takut lagi
" iiissss ka regan ini malah bikin mereka takut "
" apa kalian takut ?
regan malah bertanya balik dan itu di jawab dengan anggukan kepala oleh semua nya
" hahahaha..... kalian lucu sekali
ya ampun saya tidak kuat lagi hahaha... "
kali ini regan yang tertawa dia benar benar sudah tidak tahan dengan tingkah juniornya yang seperti itu
semua yang melihat pria itu tertawa hanya bisa bengong termasuk natan dan lucas mereka pun di buat syok
selama ini regan hanya tertawa pada keluarga nya makanya sera tidak kaget karena pemuda itu sering tertawa di depan nya
kini giliran sera yang kesal melihat regan tertawa masalah nya dia mendengar para gadis memujinya
" ya Tuhan... ka regan ganteng banget kalo
tertawa "
" ya ampun ternyata ka regan bisa tertawa juga
tambah ganteng aaahhh... makin suka "
mendengar semua itu sera jadi kesal sendiri
tapi itu hanya sebentar karena suasana di situ mulai cair setelah regan tertawa tidak seperti tadi sangat tegang
" sudah... sudah... tertawanya katanya kita mau paralayang kalo begini terus kapan
berangkat nya "
sera pun berusaha mengingat kan teman nya
untuk kegiatan hari ini
__ADS_1
dan itu berhasil
" ah... iya hampir saja lupa "
siren pun menjawab perkataan sera dan regan yang mendengar itu pun ikut berbicara
" kalian akan melakukan paralayang ?
" iya ka "
di jawab serempak oleh juniornya
" baiklah... karena kalian sudah buat saya tertawa biar saya yang akan tanggung semua biaya untuk paralayang nya "
mendengar itu semuanya langsung bersorak senang
" yey.... Terima kasih ka"
mereka tau biaya untuk naik paralayang tidak lah murah jadi ada beberapa yang tidak ikut naik
mendengar regan akan menanggung semua nya membuat mereka jadi senang
" kalian pergi dulu saja nanti saya menyusul "
regan memberi intruksi dan keluar dari tempat itu tapi tangan nya menggandeng sera agar ikut
bersama nya
melihat itu lucas ingin mengejarnya tapi di cegah natan
" lucas kita bareng mereka saja "
" kenapa saya ingin ikut dengan sera "
" percuma mereka sudah jauh "
natan pun mencoba mengulur ulur waktu agar lucas tak bisa menyusul
" ah masa sih "
natan tiba tiba berteriak kesakitan
" aahhhh.... perutku... lucas tolong... perut ku sakit sepertinya magh ku kambuh
ini semua gara gara kamu saya lupa sarapan karena mencari kalian "
lucas pun tidak tega melihat nya dan tidak jadi
melihat regan dan sera
siren yang melihat seniornya ada masalah
menghampiri nya dan bertanya
" kenapa ka... ?
ka natan sakit kebetulan siren punya obat mau di ambilkan "
" tidak perlu sebentar lagi juga sembuh "
natan menjawabnya sambil tersenyum dia tidak enak sendiri karena hanya akting tadi
" bener ka ngga papa "
gadis itu bertanya lagi untuk memastikan
" iya "
natan menjawab apa adanya
" baiklah....sekarang bagaimana kaka pergi sepertinya ka regan sudah pergi duluan
kaka mau bareng kami ?
" apa mobilnya muat "
tanya natan lagi
" tenang saja mobil nya di jamin muat
ayo... "
mereka pun keluar bersama natan lega melihat
mobil regan sudah tidak ada di depan vila tempat mereka menginap
natan tau hubungan regan itulah sebabnya dia berpura pura sakit
pemuda itu sudah berjanji pada diri sendiri akan membantu regan semampunya
dua sejoli yang sedang jatuh cinta kini sedang menikmati waktu berdua
di dalam mobil regan tetap menggenggam
tangan sera
dan menciumi nya dari tadi
__ADS_1
sedangkan tangan satu lagi memegang kemudi
" ka.. ihhh udah dong nanti ngga fokus jalan nya "
sera berusaha menarik tangan nya tapi di tahan regan
" kenapa sih pegang aja ngga boleh "
" eh... kalo tidak boleh udah sera lepas
ya dari tadi "
" hehehe gitu aja ngambek tangan kamu wangi sih jadi saya suka "
" gombal "
regan pun menepikan mobil nya karena ingin berhenti
" ka ko berhenti "
" saya ingin melanjutkan hukuman mu "
" hah... hukuman ?
sera lupa hukuman apa kenapa harus di lanjut
regan perlahan mengusap pipi sera
dan gadis itu jadi tau yang di maksud
hukuman oleh regan
" sekarang sudah ingat "
tanya pemuda itu lagi sera hanya menelan
ludah nya
regan melepas sabuk pengaman nya
dan perlahan mendekati sera
" bagai mana sudah siap menerima hukuman nya hhhhmmmm "
mendengar itu sera langsung mencium pipi regan agar pemuda itu tidak jadi memberi hukuman
" ayo lah sera bukan ini hukuman nya "
pemuda itu menarik tengkuk sera dan mencium bibirnya
regan mulai menggit bibir sera pelan
agar gadis itu membuka mulut nya
dan itu berhasil
dia memulai aksinya kali ini ciuman nya sedikit extrim
sera yang merasakan nya ingin protes tapi tidak bisa karena regan terus melancarkan aksinya
gadis itu hanya pasrah dan menikmati hukuman
itu dia mulai mengimbangi regan
hingga keluar ******* sera
" aahh... kak..
mendengar suara sera regan mulai sadar dan menghentikan aksinya
" maaf sayang... hampir saja "
regan mengelap bibir sera dengan jempolnya
dia merasa bersalah karena tindakan nya
membuat penampilan sera jadi berantakan
dan ada luka sedikit di bibir sera
gadis itu hanya menggeleng pertanda dia
baik baik saja
regan lalu mengecup kening sera dan berkata
" Terima kasih "
mereka pun melanjutkan perjalanan nya ke tempat yang sudah di rencana kan
sera mengingat tadi kegiatan nya di mobil
mukanya jadi merah dia jadi malu sendiri
regan yang melihat hanya tersenyum dengan
tingkah gadis nya itu
__ADS_1