Penjara Cinta Pria Dingin

Penjara Cinta Pria Dingin
episode 33 PCPD


__ADS_3

suasana di ruangan itu masih terlihat canggung semua teman sera masih ragu untuk bicara


sementara natan dan lucas masih saja tertawa


regan pun jadi kesal


" jangan tertawa tidak ada yang lucu "


perkataan regan tak membuat temanya takut mereka masih saja meledek regan sampai salah satu teman sera bertanya


" tapi ka dari berita yang beredar


siapa pun yang membuat ka regan marah


orang itu akan hilang "


dia bicara sambil menggerakan tangan nya seperti sedang memotong leher


melihat juniornya bicara regan langsung melototkan mata nya seakan bicara


' dari mana berita itu '


kini sera yang tertawa mendengar nya


pasalnya dia juga sempat menduga seperti itu


ternyata itu masih berlaku beritanya


" jangan tertawa kamu jelek saya sudah pernah bilang kan "


" iiiisssshhhh... nyebelin "


sera jadi cemberut mendengar perkataan regan


sebenarnya sera terlihat sangat cantik jika tertawa itu membuat regan tidak suka karena semua jadi terpesona


natan tau kalo regan sedang cemburu


karena hanya natan orang yang paling dekat dengan nya


sedangkan lucas tak terlalu dekat dengan regan dia tersenyum melihat regan cemburu


" memang nya tidak ada polisi, kalian pikir menghilangkan nyawa orang tidak


terkena pidana "


natan berusaha menjelaskan ke pada juniornya agar mengerti dan tak salah duga


" biar saya perjelas "


regan pun angkat bicara


" yang di maksud menghilang itu bukan mati "


regan berhenti sejenak


" tapi saya akan membuat dia menjadi gelandangan kalo dia punya usaha akan ku buat bangkrut, paham sekarang "


regan menjelaskan dengan suara yang dingin dan itu membuat semua yang mendengar tambah takut lagi


" iiissss ka regan ini malah bikin mereka takut "


" apa kalian takut ?


regan malah bertanya balik dan itu di jawab dengan anggukan kepala oleh semua nya


" hahahaha..... kalian lucu sekali


ya ampun saya tidak kuat lagi hahaha... "


kali ini regan yang tertawa dia benar benar sudah tidak tahan dengan tingkah juniornya yang seperti itu


semua yang melihat pria itu tertawa hanya bisa bengong termasuk natan dan lucas mereka pun di buat syok


selama ini regan hanya tertawa pada keluarga nya makanya sera tidak kaget karena pemuda itu sering tertawa di depan nya


kini giliran sera yang kesal melihat regan tertawa masalah nya dia mendengar para gadis memujinya


" ya Tuhan... ka regan ganteng banget kalo


tertawa "


" ya ampun ternyata ka regan bisa tertawa juga


tambah ganteng aaahhh... makin suka "


mendengar semua itu sera jadi kesal sendiri


tapi itu hanya sebentar karena suasana di situ mulai cair setelah regan tertawa tidak seperti tadi sangat tegang


" sudah... sudah... tertawanya katanya kita mau paralayang kalo begini terus kapan


berangkat nya "


sera pun berusaha mengingat kan teman nya


untuk kegiatan hari ini

__ADS_1


dan itu berhasil


" ah... iya hampir saja lupa "


siren pun menjawab perkataan sera dan regan yang mendengar itu pun ikut berbicara


" kalian akan melakukan paralayang ?


" iya ka "


di jawab serempak oleh juniornya


" baiklah... karena kalian sudah buat saya tertawa biar saya yang akan tanggung semua biaya untuk paralayang nya "


mendengar itu semuanya langsung bersorak senang


" yey.... Terima kasih ka"


mereka tau biaya untuk naik paralayang tidak lah murah jadi ada beberapa yang tidak ikut naik


mendengar regan akan menanggung semua nya membuat mereka jadi senang


" kalian pergi dulu saja nanti saya menyusul "


regan memberi intruksi dan keluar dari tempat itu tapi tangan nya menggandeng sera agar ikut


bersama nya


melihat itu lucas ingin mengejarnya tapi di cegah natan


" lucas kita bareng mereka saja "


" kenapa saya ingin ikut dengan sera "


" percuma mereka sudah jauh "


natan pun mencoba mengulur ulur waktu agar lucas tak bisa menyusul


" ah masa sih "


natan tiba tiba berteriak kesakitan


" aahhhh.... perutku... lucas tolong... perut ku sakit sepertinya magh ku kambuh


ini semua gara gara kamu saya lupa sarapan karena mencari kalian "


lucas pun tidak tega melihat nya dan tidak jadi


melihat regan dan sera


siren yang melihat seniornya ada masalah


menghampiri nya dan bertanya


" kenapa ka... ?


ka natan sakit kebetulan siren punya obat mau di ambilkan "


" tidak perlu sebentar lagi juga sembuh "


natan menjawabnya sambil tersenyum dia tidak enak sendiri karena hanya akting tadi


" bener ka ngga papa "


gadis itu bertanya lagi untuk memastikan


" iya "


natan menjawab apa adanya


" baiklah....sekarang bagaimana kaka pergi sepertinya ka regan sudah pergi duluan


kaka mau bareng kami ?


" apa mobilnya muat "


tanya natan lagi


" tenang saja mobil nya di jamin muat


ayo... "


mereka pun keluar bersama natan lega melihat


mobil regan sudah tidak ada di depan vila tempat mereka menginap


natan tau hubungan regan itulah sebabnya dia berpura pura sakit


pemuda itu sudah berjanji pada diri sendiri akan membantu regan semampunya


dua sejoli yang sedang jatuh cinta kini sedang menikmati waktu berdua


di dalam mobil regan tetap menggenggam


tangan sera


dan menciumi nya dari tadi

__ADS_1


sedangkan tangan satu lagi memegang kemudi


" ka.. ihhh udah dong nanti ngga fokus jalan nya "


sera berusaha menarik tangan nya tapi di tahan regan


" kenapa sih pegang aja ngga boleh "


" eh... kalo tidak boleh udah sera lepas


ya dari tadi "


" hehehe gitu aja ngambek tangan kamu wangi sih jadi saya suka "


" gombal "


regan pun menepikan mobil nya karena ingin berhenti


" ka ko berhenti "


" saya ingin melanjutkan hukuman mu "


" hah... hukuman ?


sera lupa hukuman apa kenapa harus di lanjut


regan perlahan mengusap pipi sera


dan gadis itu jadi tau yang di maksud


hukuman oleh regan


" sekarang sudah ingat "


tanya pemuda itu lagi sera hanya menelan


ludah nya


regan melepas sabuk pengaman nya


dan perlahan mendekati sera


" bagai mana sudah siap menerima hukuman nya hhhhmmmm "


mendengar itu sera langsung mencium pipi regan agar pemuda itu tidak jadi memberi hukuman


" ayo lah sera bukan ini hukuman nya "


pemuda itu menarik tengkuk sera dan mencium bibirnya


regan mulai menggit bibir sera pelan


agar gadis itu membuka mulut nya


dan itu berhasil


dia memulai aksinya kali ini ciuman nya sedikit extrim


sera yang merasakan nya ingin protes tapi tidak bisa karena regan terus melancarkan aksinya


gadis itu hanya pasrah dan menikmati hukuman


itu dia mulai mengimbangi regan


hingga keluar ******* sera


" aahh... kak..


mendengar suara sera regan mulai sadar dan menghentikan aksinya


" maaf sayang... hampir saja "


regan mengelap bibir sera dengan jempolnya


dia merasa bersalah karena tindakan nya


membuat penampilan sera jadi berantakan


dan ada luka sedikit di bibir sera


gadis itu hanya menggeleng pertanda dia


baik baik saja


regan lalu mengecup kening sera dan berkata


" Terima kasih "


mereka pun melanjutkan perjalanan nya ke tempat yang sudah di rencana kan


sera mengingat tadi kegiatan nya di mobil


mukanya jadi merah dia jadi malu sendiri


regan yang melihat hanya tersenyum dengan


tingkah gadis nya itu

__ADS_1


__ADS_2