
tak terasa sudah dua hari berlalu kini natan sudah lebih baik pemuda itu sudah bisa berjalan walau sedikit nyeri di perut nya
dan jika ingin menengok lucas masih harus menggunakan kursi roda
karena lucas masih di ruang ICU dan jarak antara ruang rawat inap nya berjauhan
mama agata selalu menemani sera di ruangan nya sedangkan regan harus mengurusi perusahaan karena ada urusan mendesak
sebenarnya dia tidak mau tapi ini penting masalah penghianat di perusahaan papa selim orang itu sudah di ketahui berkat papa regan dan orang kepercayaan nya
ternyata selama ini papa regan yang pergi ke turki dan masalah itu sudah di bahas saat regan di panggil ke ruang kerja papa nya
kini regan sedang di kursi kebesaran nya dia sedang sibuk mengamati file data siapa saja yang ikut andil dalam masalah colaps nya perusahaan papa sera tiba tiba sasa datang
" maaf pa menganggu tadi asisten Mr abraham menelfon saya untuk memastikan apakah tuan presiden direktur akan hadir di acara ulang tahun istri Mr abraham ?
regan memijat pelipis nya dia sedang berfikir apakah di batalkan saja tapi dia sudah terlanjur janji akan datang dengan pasangan nya
sedangkan sera kondisinya seperti ini
" sasa nanti saya kabari lagi bisa apa tidak nya saya datang
sekarang belum pasti lagian acaranya masih lusa "
" baik Pak akan saya konfirmasi "
wanita itu ingin pergi tapi regan menghentikan nya
" tunggu...!!!
" iya pa ?
" saat kau di lamar suami mu seperti apa ?
" hah... maksudnya pa ?
" hhhmmm iissshhhh....ta jadi pergi sana...!!!!
regan kesal sendiri dia pun gengsi ingin meminta tolong pada sasa coba saja sahabatnya dalam keadaan sehat pasti bisa membantu nya
sedangkan sasa wanita itu bingung maksud pertanyaan bos nya
melihat bosnya jadi biang es lagi wanita itu pun mulai paham
" pa regan ingin melamar gadis... ?
regan hanya membuang nafas nya dia jadi menyesal bicara pada sekertaris nya itu
kadang suka lemot tapi dia yang terbaik
karena selama ini sasa tidak pernah menggoda nya di samping sudah menikah dan punya anak dia sekretaris yang tahan dengan sifat regan itulah mengapa pemuda itu merasa cocok dengan nya
" saya bilang kan pergi... ?
sana pergi...!!!
" iya pa... "
wanita itu hanya mengelus dada nya karena sifat bos nya itu sampai di meja kerja nya wanita itu ngedumel
" sabar sasa sabar ingat gajimu sangat besar
tapi siapa ya yang akan di lamar pa regan apa dia tahan dengan sifat nya yang arogan kasihan sekali gadis itu harus bersama nya ckckck... "
kini di rumah sakit sera mulai sadar gadis itu mengerjapkan mata dan jari tangan nya mulai bergerak dia merasakan kepala nya terasa berat dan mulai bertanya dalam hati ini kenapa badan nya terasa lemas
__ADS_1
sera pun membuka matanya dia mengamati sekeliling ruangan itu
" rumah sakit "
di saat gadis itu ingin bangun tiba tiba kepala nya terasa pusing dia tidak jadi bangun dan hanya memegangi kepala nya
" sssstttt... aaahhh... sakit sekali kepala ku "
mama agata yang baru masuk karena tadi keluar ingin memanggil dokter dia penasaran kenapa sera belum juga bangun
melihat sera bergerak dia pun senang
" sera... sayang kau bangun juga baru saja mama pangil dokter suruh ke sini "
" mamah... ?
" iya sayang ini mamah "
ta lama saka muncul dari balik pintu
" halo... akhirnya kau sadar juga
boleh ku periksa .. ?
saka bertanya pada mama agata karena wanita itu dari tadi memegangi tangan sera mendengar itu mama agata segera berdiri membiarkan dokter saka memeriksa sera
" sayang mama telefon regan dulu ya dia pasti sangat senang mendengar kau siuman "
gadis itu mengangguk kan kepala dia melihat mama agata keluar
" dok ada apa dengan saya kenapa badan saya terasa lemas saya seperti berhalusinasi entah itu asli apa hanya mimpi saja "
" kalo boleh tau apa yang kamu lihat waktu itu "
saka sabar mendengar sera bercerita lagi tapi gadis itu seperti ragu untuk bercerita
" bukan begitu hanya saja saya takut jika itu bukan halusinasi "
gadis itu mulai menangis saka yang melihat itu jadi bingung mau menenangkan dengan cara apa sebenarnya dia pengin sekali peluk sera tapi jika iblis tampan nya tau habis dia
apalagi tadi mama nya memberi kabar kalo sera bangun
saka yakin sebentar lagi dia sampai di sini
" ini ambilah "
akhirnya dokter muda itu hanya memberinya tisu saja dia pun melanjutkan bicaranya
" apa yang kamu takutkan semua sudah berakhir justru kamu harus mengeluarkan semua apa yang ada di pikiran mu apa yang kamu rasakan supaya jadi tenang "
" saya samar samar melihat dan sedikit merasakan seseorang sedang menciumi saya
dan membelai juga dari ujung rambut sampai ujung kaki
di saat saya ingin berontak tapi saya tidak bisa bergerak itu seperti mimpi tapi saya seperti bisa merasakan
apa itu hanya halusinasi ku saja
saya... saya... takut jika itu nyata ka regan pasti kecewa lebih baik saya tidak bangun selamanya "
tanpa mereka ketahui semua penjelasan sera di dengar oleh pemuda yang sedang berdiri di belakang pintu dari tadi tangan nya mengepal dia menahan amarah nya karena mendengar semua tapi yang membuat dia marah kata terakhir sera gadis itu tidak mau bangun selama nya dia pun langsung medorong pintu dengan kerasa
" sseeeraaaa...!!!!
regan sangat marah hingga dia berteriak dan membuat kaget orang yang di dalam
__ADS_1
dokter saka pun langsung mengelus dada nya sedang kan sera mukanya sudah pucat pasi gadis itu menduga regan pasti mendengar semua nya
pemuda di balik pintu itu adalah regan
saat mama agata keluar ingin memberi kabar ternyata regan sudah datang jadi dia langsung menuju kamar sera dan mama agata pamit pulang untuk mengurus papa nya
" ka... "
" stop... sera... jangan bicara apapun "
regan menghampiri sera dengan langkah cepat sedangkan gadis itu sudah bersiap regan akan marah atau bisa jadi memukulnya dia memejamkan mata
tapi apa ini regan malah memeluk nya pemuda itu menangis bisa sera rasakan karena bajunya basah
sekarang dokter saka yang bingung dia kira juga regan akan ngamuk tapi apa...
pemuda itu malah menangis seorang regan menangis sungguh luar biasa pikir dokter saka
dia pun akhirnya keluar meninggalkan pasangan itu agar lebih leluasa berbicara
" ka.. "
" sudah saya bilang stop.. jangan bicara biarkan seperti ini dulu "
gadis itu pun menurut dan tangan nya kini menepuk nepuk pundak regan agar dia tenang seperti seorang ibu yang sedang membujuk anak nya agar berhenti menangis
regan sudah tenang sekarang dia melepaskan pelukan nya pemuda itu pun mulai bicara
" sera jangan ulangi lagi kata kata itu tau kah kamu jika kamu tidak mau bangun selamanya duniaku hancur sera saya sangat takut kamu tidak bangun jadi stop bicara seperti itu "
sera mengangguk dia menangis sebesar itu cinta regan
" ka... bagaimana jika yang sera alami itu nyata bukan halusinasi apakah ka regan tidak
" ssssttttt... sera saya sudah berjanji akan selalu mencintaimu apapun yang
terjadi hhhhmmmm... "
sera mengangguk gadis itu ingin bangun tapi regan langsung menahan nya dia mendekatkan wajahnya sera tau apa yang akan regan lakukan dia pun menginginkan nya gadis itu menutup matanya dan merasakan bibir mereka sudah menempel
mereka berciuman sangat lama ciuman yang saling merindu satu sama lain tangan sera menyentuh dada regan dia membelai nya tangan nya kini naik keleher regan
pemuda itu sudah mulai panas dan dia langsung melepas ciuman nya itu
tampak wajah kecewa sera regan tidak ingin kekasih nya salah paham
" sayang... jangan seperti ini "
" kenapa ka... ? apa karena
" bukan... bukan itu ini masih di rumah sakit "
" tapi sera ingin memberikan yang berharga untuk ka regan "
" sayang kaka juga ingin
ingin sekali tapi tidak sekarang
kaka ingin malam pertama kita di lakukan di tempat yang indah banyak lilin serta wangi bunga di mana mana dan kita sudah sah di mata hukum dan agama kita "
mendengar penjelasan regan sera jadi terharu disaat yang lain dengan senang hati akan menerima nya tapi regan tidak pemuda itu menjunjung tinggi normanya hanya akan melakukan itu jika sudah menikah
betapa beruntung nya sera dia sangat bersyukur dapat di cintai regan tak salah para wanita menginginkan nya karena selain tampan dan kaya dia juga tidak brengsek seperti yang lain
sera langsung memeluk regan pria itu ikut tidur di tempat sera karena ranjang rumah sakit yang di tempati nya lumayan besar bisa di tempati dua orang
__ADS_1
akhirnya mereka menghabiskan waktu untuk saling berbicara dan regan bercerita tentang keadaan natan dan lucas serta celin tentu nya sambil berpelukan