Penjara Cinta Pria Dingin

Penjara Cinta Pria Dingin
episode 46 PCPD


__ADS_3

sera berlari menghampiri regan yang jatuh pingsan gadis itu panik dan takut dia hanya bisa menangis


badan regan yang lebih besar dari nya membuat sera tidak bisa membawa nya sendiri


dia pun menggeledah kantong baju regan mencari smartfhone nya akhirnya ketemu juga


sera langsung menghubungi natan karena hanya nama itu yang terlintas


sambungan telepon beerbunyi terdengar jawaban dari sana


" halo... regan ada apa ?


" ka natan ini sera hik... hik.. hik... "


" sera kenapa kamu menangis ada apa ?


" ka tolong cepat ke sini hik... hik.. sera


tidak kuat....


telepon pun mati karena dari kemaren regan belum mencarger smartfhone nya


" halo... halo... ka natan ?


achhh... pake mati lagi bagai mana ini hik.. hik...ka regan bangun jangan seperti ini sera takut... "


sedangkan natan yang mendengar sera menangis dia sudah salah paham natan kira regan benar benar sudah keterlaluan memperlakukan sera sampai sampai gadis itu menangis lagi


dia kecewa pada regan harus kah natan mendukung lucas saja memikirkan nya sudah membuat dia pusing


pemuda itu pun langsung tancap gas dia yakin sera pasti ada di sana


setelah sampai natan langsung berlari menuju apartement regan di lantai atas


pemuda itu langsung membuka pintu dengan keras


" ser.. raaa... ?


natan nggos ngosan dia memanggil nama sera sambil menjeda nya


pemuda itu di kejutan kan dengan pandangan yang berbeda 180 derajat dari bayangan nya


dia malah melihat regan tergeletak di lantai dengan sera memangkunya sambil menangis


" sera.. apa yang terjadi kenapa seperti ini ?


natan langsung menghampirinya dan memegang badan regan


" badan nya panas sekali, ayo kita bawa ke kamarnya ?


" iyah... "


mereka pun memapah regan berdua di sisi kiri natan di sisi kanan sera


Sambil membawa regan natan bertanya


" jadi yang di maksud kamu takut itu ini


karena regan pingsan ?


" iya sera juga ngga kuat bawa ka regan sendirian tapi belum selesai bicara HP nya lowbet "


" huh... syukurlah saya sempat berfikiran buruk tadi tapi sempat tidak percaya juga "


mereka pun sampai di kamar regan dan langsung membaringkan nya di ranjang


" ka natan tolong gantikan baju nya yah saya akan mencari dokter di sekitar sini supaya memeriksa ka regan "

__ADS_1


" tidak usah sera biar saya saja yang memanggil dokter, dia langganan regan dia juga selalu siap kapan pun jika di panggil


kamu di sini saja jaga regan "


" baiklah "


sebelum natan keluar kamar dia memberikan intruksi lagi pada sera


" ganti bajunya nanti saja lebih baik kamu kompres dia dan buka kancing kemeja nya agar panas nya berkurang !


sera pun menurut gadis itu membuka satu persatu kucing nya


perlahan tangan nya menyentuh dada regan dia malah melamun memandangi tubuh regan


gadis itu langsung sadar dari lamunan nya dia memukul kepala nya sendiri


" sera sadar.... dia sedang sakit huh... kenapa saya mau saja tadi di suruh ka natan "


gadis itu pun melanjutkan membuka kancing regan dengan tangan gemetar


akhirnya selesai dia pun merasa lega


" yey... akhirnya hah... sekarang tinggal ambil kompres "


sera berdiri untuk pergi mengambil tapi tangan nya di tarik dia pun jatuh tepat di dada regan


" aduh... "


setelah mengatakan itu sera menelan ludah karena pandangan mata nya langsung di dada regan yang kancing nya sudah terbuka


" sudah puas melihat nya ? apa masih mau menyentuh nya lagi ?


sera langsung mendongakan kepala mendengar suara regan


" ka... kamu sudah sadar hhhuuuaaaaa kamu jahat aku benci kamu....hik... hik.. "


sebenarnya tadi regan sudah sadar saat natan dateng tapi pemuda itu memang masih pusing dan lemas makanya membiarkan dirinya di papah oleh natan dan sera


ya sekalian mengetes gadis itu


natan yang menyadari rencana regan hanya mengikuti nya saja tadi di saat sera ingin mencari dokter dia langsung mencegah


karena ingin memberikan waktu lebih untuk mereka


tapi dia memang memanggil teman nya yang seorang dokter karena regan butuh nutrisi dari kemaren dia belum istirahat dan tidak mau makan


regan masih memeluk sera dalam posisi masih seperti tadi sera di atas dada regan gadis itu masih menangis tapi sudah tidak memukul lagi


" maafin ka regan yah... kamu boleh melakukan apa pun pada ka regan udah jangan nangis lagi "


" jangan seperti itu lagi sera takut ?


" iya akan ka regan usahakan "


setelah mendengar jawaban regan sera jadi sadar regan masih sakit dia pun ingin pergi mengambil kompresan tapi regan malah memeluk nya erat


" ka... jangan seperti ini ?


kaka masih sakit sera mau ambil obat dulu


" tak perlu sayang karena obat nya sudah di sini "


" iiiihhhh... awas nggak "


" plis... jangan pergi biarkan seperti ini dulu "


mendengar itu sera pun jadi kasihan akhirnya membiarkan regan memeluk nya seperti itu

__ADS_1


" regaannnn I'm coommmiinggg...


ya tuhan... saya tidak melihat apa pun sungguh "


dia adalah saka dokter yang di panggil natan untuk memeriksa regan sekaligus teman nya


natan sudah bilang jangan buru buru datang


tapi pemuda itu tidak mendengarkan


jadilah dia melihat pemandangan yang membuatnya kaget


di mana kancing baju regan terbuka dan terlihatlah otot perut nya di tambah ada seorang gadis di atas nya dan apa lagi mereka seperti sedang....


dokter itu pun langsung menutup pintu


" kenapa ?


natan yang melihat saka keluar dengan wajah yang panik pun jadi penasaran


" kan sudah saya bilang ke sini nya nanti saja "


" natan benar kah saya tidak salah liat


regan dengan seorang wanita ?


natan hanya menganggukan kepala


dokter itu pun jadi kepo


" sejak kapan ?


natan hanya mengangkat bahunya dan pergi meninggal kan saka


" hey... kalo ada yang tanya itu di jawab jangan main pergi saja...!!!!


sedangkan di dalam kamar gadis itu jadi malu setelah kepergok tadi


" ka... udah... jangan kaya gini terus itu pasti dokter yang di panggil ka natan "


" berikan obat mu dulu ?


" awas dulu sera akan mengambilnya "


" kan sudah saya katakan obatnya ada disini "


regan langsung mencium nya dia sudah rindu dengan bibir itu


sera kaget mendapat serangan mendadak dia pun melototot kan mata nya tangan nya sudah mulai mendorong tapi pemuda itu juga tidak mau mengalah


regan masih saja mencium nya dan sera yang kalah


dia pun sebenarnya juga rindu dengan ciuman nya dengan regan


cuma pikiran sera pemuda itu sedang sakit


kini mereka berdua malah hanyut oleh permainannya sera pun meremas pundak regan tindakan itu membuat pria itu sadar dan melepas kan ciuman nya


" hah..hah...aku rasa tak perlu di periksa lagi karena saya sudah sehat "


sera langsung memukul lengan nya


" ah... sayang ini sakit "


" syukurin... "


gadis itu langsung pergi dari situ karena akan memanggil natan dan dokter tadi

__ADS_1


regan sungguh senang hari ini dia pun rela sakit terus asalkan sera yang merawat nya


__ADS_2