Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
Rindu orangtua


__ADS_3

Seminggu kemudian setelah kejadian itu Rendy terus melakukan hubungan suami istri walaupun katanya sudah tidak enak lagi, tetapi masih saja dihajar juga walaupun dengan kekerasan dia melakukannya. 


Olivia pasrah saja, toh sudah sah dan Rendy adalah suaminya walaupun hatinya sangat menolak akan tetapi mau tidak mau dia pun tetap melayani suaminya tersebut. Air mata terus mengalir di pipi dan rasa sakit yang amat menyakitkan pada tubuhnya yang terus di lakukan oleh Rendy, Olivia tidak melawan sama sekali. 


Pagi ini Rendy bekerja, Olivia sangat merindukan ibunya dia pun berniat untuk pergi mengunjungi sang Ibu dan juga ayahnya di Jakarta Selatan, sementara dirinya di Jakarta Utara hingga dia harus mengenakan angkot untuk menuju kesana. Dan cukup lumayan lama untuk menempuh perjalanan ke rumah orang tuanya tersebut. 


Sebelum pergi Olivia minta izin terlebih dahulu kepada Rendy sebelum laki-laki itu berangkat kerja tadi pagi, walaupun dengan debat dan tuduhan-tuduhan pedas yang dilontarkan oleh Rendy hingga pada akhirnya laki-laki itu pun mengizinkan walaupun ucapannya sebenarnya bukan memberi izin melainkan kata terserah dan Olivia pun nekat untuk pergi mengunjungi rumah orang tuanya itu.


" Kita pergi berkunjung ke rumah nenek sama kakek ya sayang ya, kamu pasti bingung nanti karena sudah lama sekali tidak bertemu dengan mereka," ucap Olivia sesaat memandikan anaknya. Anaknya itu hanya tertawa gemes saja sambil tangannya memainkan air.


Walaupun Rendy sering melakukan kekerasan terhadap Olivia namun Olivia masih mampu membesarkan anak hingga sampai sekarang ini dan anaknya tersebut tumbuh dengan sehat dan berkembang dengan baik tanpa tahu jika ayahnya tidak peduli. Olivia sebenarnya sangat kasihan kepada Andre yang belum pernah digendong sekalipun oleh Rendy. Namun dia terus mengatakan kepada anaknya jika suatu saat nanti ayahnya pasti akan menggendongnya dan menyesali apa perkataannya karena Olivia percaya karma itu ada karena nyatanya dirinya tengah mengalami karma yang ia tuai dulu. 


" Duh gantengnya anak Mama ya Allah, gemes banget sih. Sini cium lagi ya, cium lagi ya." Olivia begitu gemas dengan anaknya sehingga dia tidak bisa berhenti untuk terus mencium pipi gembul anaknya tersebut. 


" Dah selesai sekarang giliran Mamah yang ganti baju, kamu yang pinter dulu ya Nak ya, jangan nangis oke." 


Olivia meletakkan anaknya di kereta bayi sementara dirinya berganti pakaian ala kadarnya saja. Seperti biasa dia menggunakan jeans dan kali ini kemeja dan rambutnya diikat kemudian mengoles mukanya dengan bedak dan juga lipstik. Olivia tak kenal lagi dengan namanya dandanan yang glamour. Toh peralatan make up nya saja tidak ada, hanya ada bedak tabur dan lipstik saja yang ia punya. Itu pun sudah sangat bersyukur karena Olivia lebih mementingkan perlengkapan anaknya ketimbang dirinya sendiri.

__ADS_1


Setelah selesai Olivia  memasukkan Pampers, botol susu, minyak kayu putih dan lain sebagainya khusus perlengkapan bayi di dalam tas bayi, kemudian ia memasukkan handphone benda berharga yang satu-satunya iya pegang. Setelah semuanya siap, Olivia kembali menggendong anaknya menggunakan gendongan monyet setelah itu barulah ia mengunci pintu. 


Uang yang dia pegang tidaklah banyak hanya 10- 200 saja untuk ongkos karena niatnya benar-benar ingin bertemu dengan kedua orang tuanya karena sudah beberapa bulan tidak bertemu rasa rindu dalam hatinya itu tidak bisa tertahankan lagi, walaupun orang tuanya begitu dingin, acuh terhadapnya namun sebagai anak dirinya tidak bisa membenci orang yang sudah melahirkan dirinya tersebut. 


" Alhamdulillah angkotnya udah datang jadi kita tidak terlalu lama menunggu." Olivia bersyukur baru satu menit saja dirinya menunggu, dan angkotnya sudah lewat sehingga tidak perlu menunggu lama seperti biasanya. Setelah angkot itu berhenti dia pun masuk dan duduk di belakang Pak sopir dengan nyaman supaya anaknya tidak terganggu oleh banyaknya asap rokok dan pencemaran udara yang tidak sehat. 


Karena di dalam angkot begitu ramai dan penumpang penuh hingga berdesak-desakan dan membuat Andre rewel mungkin karena sesak. 


" Mbak anaknya suruh diamin dong, berisik tahu," ujar penumpang di sebelahnya yang sangat terganggu oleh tangisan Andre.


" Iya mbak maaf mungkin karena sesak makanya jadi rewel," ucap Olivia, kemudian dia menenangkan anaknya dengan memberikan sebotol susu. 


Setelah di terminal Olivia harus menggunakan ojek untuk menuju ke kompleks orang tuanya, dia harus mengeluarkan uang rp20.000 untuk membayar ojek tersebut. Olivia bersyukur akhirnya sampai dengan selamat dan tersenyum saat menekan bel di pagar depan rumah orang tuanya.


" Eh mbak Olivia selamat datang kembali Mbak, udah lama sekali kita tidak ketemu ya Allah." Kedatangan Olivia disambut oleh pembantu rumah orang tuanya yang sudah cukup lama bekerja di sana, pembantu itu terlihat sangat bahagia melihat dirinya lagi.


" Iya Mbak Neng, Mbak Neng apa kabar?" 

__ADS_1


" Alhamdulillah baik mbak ayo masuk-masuk Ibu sama Bapak ada di rumah." Mbak Neneng mempersilahkan Olivia masuk.


" Ya Allah sekarang Dede bayinya udah besar ya Mbak, sehat pula. Tapi kenapa Mbaknya kurusan apa Mbaknya sakit?" 


Olivia menggeleng sambil tersenyum." Enggak kok Mbak, mungkin karena Dede Andre menyusu terlalu kuat jadi apa yang aku makan diambil olehnya," jawab Olivia. 


" Oh gitu, pantes dedek bayi nya sangat sehat dan gemuk. Boleh saya gendong?" 


Olivia mengganggu dan memberikan Anda kepada Mbak Neneng untungnya Andre begitu pintar sehingga tidak menangis ketika digendong oleh orang yang baru dikenal. Olivia pun masuk ke dalam dan langsung menemui orang tuanya. 


" Assalamualaikum Mah, Pah." 


" Waalaikumsalam." 


Olivia langsung mencium pucuk punggung tangan kedua orang tuanya kemudian dia duduk di sofa berhadapan dengan kedua orang tuanya yang tengah duduk santai sambil memainkan HP mereka masing-masing tanpa melihat ke arahnya. Olivia hanya tersenyum getir dalam hatinya.


" Mama sama Papa apa kabar?" Tanya Olivia.

__ADS_1


" Untuk apa kamu ke sini, apa kamu memerlukan?" Bukan menjawab Burhan malah menuduh jika kedatangan anaknya itu hanya ingin meminta uang.


__ADS_2