Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
bab 30


__ADS_3

Rico mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Kemudian dia berlutut tepat di hadapan Olivia. Sambil menyodorkan sebuah kotak kemudian membukanya. Rico menatap kedua bola mata mantan istrinya penuh cinta dan harapan.


Olivia begitu sangat terkejut dia tidak menyangka jika Riko mantan suaminya hendak ingin melamarnya sungguh sangat tidak dapat dipercaya padahal dirinya sudah menyakitkan hati dan perasaannya tetapi Riko masih saja mau memaafkan dirinya dan mau memulai semuanya dari awal dan bahkan masih mencintainya sama seperti dulu dia tidak habis pikir mengapa mantan suaminya itu begitu baik hati entah terbuat dari apa hatinya itu hingga dia tidak bisa untuk tidak menolaknya Karena sejujurnya Olivia sendiri masih sangat mencintai diriku.


" Olivia aku memang memiliki kekurangan aku tidak bisa memberimu keturunan dan aku juga masih belum bisa membahagiakanmu tetapi aku hanya bisa mampu memberikanmu cinta kesetiaan hingga sampai akhir hayatku. Dan akan berusaha untuk membahagiakanmu dan menjagamu melindungimu dengan jiwa dan ragaku." 


" Olivia maukah kau menikah lagi denganku dan memulai semua nya dari awal?" Dengan penuh harapan Rico berucap begitu sangat lantang.


Momen mengharukan itu disaksikan oleh Mama Ana yang kini tengah tersenyum bahagia bersama cucunya di dalam gendongan dan ternyata bukan hanya Mama ana saja yang menyaksikan kedua orang tua Riko pun juga turut hadir karena ini sebuah kejutan dan Riku sengaja mengundang kedua orang tuanya untuk menyaksikan lamarannya hari ini. Karena Riko tidak ingin menunggu lebih lama lagi, dia tidak mau kehilangan wanita yang dia cintai lagi maka dari itu dia sangat berharap agar supaya Olivia mau menerima dirinya walau tanpa harus memberikan keturunan.


" Aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu, dan aku akan berjanji akan selalu menyayangimu dan juga Andre. Akan ku besarkan Andre seperti anak kandungku sendiri, menyayangi dan memberikan cinta. Apakah kamu mau hidup bersamaku sampai akhir hayat mau menerima kekuranganku ini, Olivia!" 


Riko tidak bisa berharap banyak karena dirinya begitu banyak kekurangan sementara Olivia adalah seorang wanita yang sempurna wajar saja jika dirinya dikhianati karena kekurangannya ini. Apalagi sekarang tak ada jawaban dari wanita itu membuatnya tertunduk sedih pupus sudah harapannya cinta mungkin tidaklah cukup karena tanpa adanya keturunan rumah tangga tidaklah sempurna adikku hendak berdiri, dia hendak menutup kembali kotak yang berisi cincin permata indah tersebut dengan senyum paksa di wajahnya.


" Maafkan Aku," ucap olivi lirik mulutnya bergetar air matanya mengalir dia tidak bisa berkata apa-apa selain meminta maaf. 


Riko tersenyum kecut miris sekali hatinya kemudian dia menghapus air mata yang mengalir di wajah Olivia sambil menggelengkan kepala. " Tidak perlu minta maaf aku mengerti Aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun terima kasih karena sudah hadir dalam hidupku aku hanya bisa berdoa semoga kamu mendapatkan kebahagiaan bersama laki-laki lain." 

__ADS_1


Begitu hancur hati dan perasaannya untuk yang kedua kali dulu dikhianati dan sekarang cintanya ditolak sungguh sangat memalukan dan memberiku masih berusaha untuk bisa tersenyum di hadapan wanita yang dia cintai itu kemudian dia kecup kening Olivia untuk terakhir kalinya dalam hati berdoa semoga mantan istrinya itu bisa dapat bahagia dengan laki-laki yang sempurna untuknya.


" Dasar bodoh untuk apa aku bahagia dengan laki-laki lain sementara kebahagiaanku ada di depan mata aku minta maaf bukan berarti aku menolakmu," ucap Olivia sambil memukul pelan dada mantan suaminya itu. 


Riko mengurungkan keningnya dia tidak mengerti apa maksud dari Olivia begitupun juga dengan yang lainnya menyaksikan momen tersebut.


" Apa maksud kamu jadi sebenarnya kamu menerima Riko lagi atau tidak?" Kata Mamah anak dia sangat greget dengan anaknya tersebut.


" Aku minta maaf karena tidak bisa berkata apa-apa, bukan berarti aku menolaknya kan? Aku terlalu gugup," Ujar Olivia. 


Riko mengembangkan senyumnya lebar kemudian dia menggenggam kedua tangan Olivia.


" Bukan aku yang mau terima kamu tapi justru kamu yang mau terima aku lagi. Jika aku ditanya tentu saja aku mau namun aku takut kamu masih membenciku karena penghianatan itu." Mata Olivia berkaca-kaca.


" Aku selalu tidak percaya diri, jika bersama kamu Mas. Aku merasa sudah menjadi wanita yang kotor dan tidak layak lagi bersamamu, mendapatkan cintamu." Air matanya kembali mengalir, Olivia merasa minder karena dirinya yang sudah kotor.


" Kenapa kamu masih begitu baik sama aku, Mas? Bahkan masih mencintai aku, mau menerima aku lagi. Padahal aku sudah kotor untukmu Mas. Apa kamu tidak menyesal, dan tidak malu mendengar cemohan dari orang-orang di luar sana?" 

__ADS_1


" Aku tidak akan pernah malu dan juga menyesal karena kamu adalah satu-satunya wanita yang aku cintai. Semua orang memiliki kesalahan dan juga kekurangan." 


Riko kembali berlutut kemudian dia kembali menyodorkan kotak cincin tersebut.


" Olivia apa kamu mau memulai hidup bersamaku dari awal? Dan bersama selamanya hingga akhir hayatnya hingga hanya maut yang mampu memisahkan kita." 


" Iya, Mas aku mau." Tanpa keraguan dan juga rasa gugup Olivia mengangguk, tentu dia mau menerima Riko kembali menjadi suaminya dan memulai semuanya kembali dari awal tanpa ada penghianatan untuk pernikahannya kali ini.


" Alhamdulillah," ucap semuanya sambil tepuk tangan mereka begitu sangat terharu.


Riko langsung memasangkan cincin di jari manis Olivia kemudian dia mengecup kening mantan istri dan sekaligus calon istrinya itu dengan lembut penuh cinta dan perasaan. 


" Terima kasih Olivia, terima kasih karena sudah mau menerima aku dan mau menerima kekurangan aku. Mulai sekarang, apapun yang terjadi, apapun masalahnya, kita bicarakan baik-baik ya dan berusaha untuk saling terbuka dan saling percaya. Kamu mau kan?" 


Olivia mengangguk." Iya Mas, aku janji tidak akan mengulangi kesalahan seperti dulu lagi dan akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untukmu." 


Berikut tersenyum puas kemudian mereka berpelukan penuh rasa bahagia. Kemudian kedua orang tua mereka menghampiri sambil tepuk tangan, semuanya merasakan kebahagiaan dan berharap akan selalu bahagia seperti ini selamanya. 

__ADS_1


" Lihatlah Pah sekarang harapanmu sudah terkabul anak kita sudah bahagia bersama laki-laki yang mau mencintainya dan menerimanya kembali. Semoga kamu tenang di sana Pah, karena anak kita sudah mendapatkan laki-laki yang tepat dalam hidupnya." 


Ana tidak menginginkan apa-apa lagi selain kehidupan anaknya, dia merasa sangat bahagia karena Riko mau menerima anaknya kembali walaupun sudah disakiti tetapi laki-laki itu masih mau memaafkannya dan bahkan menerimanya dan juga menerima cucunya yang bukan dari dagingnya. Masalah Rico yang tidak bisa memberi keturunan, Ana tidak mempermasalahkan itu, karena kebahagiaan anaknya sudah cukup untuknya. Anak merupakan bonus, karena masih ada jalan lain untuk menuju kebahagiaan tanpa harus adanya perselingkuhan dan pengkhianatan. 


__ADS_2