
Satu bulan berlalu pernikahan Olivia dan Rendy tidak seperti pernikahan pada umumnya yang di mana sepasang pengantin baru masih menikmati momen romantis mereka yang seakan tak ingin terpisahkan oleh apapun dan siapapun. Tetapi berbeda dengan pernikahan kedua yang Olivia alami, jangankan untuk momen romantis, momen makan bersama saja terasa sangat hambar, berbicara hanya seperlunya saja. Keduanya sama-sama berhati dingin dan keras kepala, bahkan tak ada yang mau mengalah sehingga pertengkaran hal sepele pun sering terjadi pada keduanya.
Sesuai perkataan Burhan setelah malam pertama di kediaman Burhan sepasang suami istri dan anak yang baru saja dilahirkan itu keluar dari rumah tersebut dan menempati di mana Rendy tinggal di rumah yang sangat sederhana. Tidak ada lantai 2 apalagi besar dan mewah. Rendy memang tinggal di sana walaupun dulu Riko selalu menawarkan untuk menempati apartemennya, akan tetapi Rendi menolak dengan alasan ingin mandiri dan memiliki rumah dengan uangnya sendiri. Dan dari hasil kerja sebagai asisten manager di perusahaan Rico Rendy hanya mampu membeli sebuah rumah kecil yang berukuran tidak terlalu luas, sebenarnya lebih dari cukup untuk keluarga kecilnya. Karena ini memang atas permintaan calon istri yang ingin hidup sederhana, bahkan rumah ini pun atas pilihan Bella mantan tunangannya sendiri yang menginginkan sehingga Rendy menurut saja asal wanita yang dia cintai itu bahagia.
Akan tetapi semua impian sederhana itu hilang begitu saja, Rendy sama sekali tidak pernah terpikir jika Riko mengetahui perselingkuhannya dengan Olivia. Rendy termakan omongan Olivia yang mengatakan jika Riko tidak akan pernah mengetahui rahasia mereka, sehingga Rendy pun begitu santai menikmati kehidupannya tanpa rasa bersalah hingga kemudian dia bertemu dengan Bella dan jatuh cinta padanya lalu rencana yang akan menikah itu pun semuanya sirna gara-gara rahasia yang mereka simpan dalam selama ini terbongkar begitu saja.
" Rendy dari mana saja kamu? Aku seharian sibuk mengurus anak, dan kamu malah enak-enakan nyantai, nongkrong sama teman-teman kamu dan main game. Apa tidak ada kegiatan yang lebih berguna lagi, hah?"
Rendy yang baru saja pulang ke rumahnya tiba-tiba sudah langsung dapat temukan dari sang istri. Rendy memang jarang ada di rumah ketika pulang hanya untuk istirahat mandi dan tidur setelah tidak melakukan kegiatan apapun apapun dia pun menyibukkan dirinya dengan bermain game tanpa mempedulikan Olivia maupun anaknya sendiri.
" Bisa diam nggak? Kepalaku sudah mau pecah mendengar suaramu yang berisik itu. Awas … aku mau mandi, mau tidur, capek."
Rendy mendorong tubuh Olivia hingga wanita itu terdorong mundur ke belakang dan membentur di tembok, tanpa peduli Rendy pun meninggalkan istrinya yang tercengang atas perilaku kasarnya dan malah mengambil handuk kemudian masuk ke kamar mandi dan membanting pintu begitu keras hingga anaknya terbangun karena terganggu, tetapi Rendi acuh saja tidak peduli.
" Dasar laki-laki gila, kau pikir aku senang hati menikah denganmu? Aku bukan tidak sudi dan jijik. Jika bukan karena Andre, aku tidak akan betah tinggal di rumah ini," teriak Olivia kesal kemudian dia menggendong anaknya dan menenangkan supaya anaknya kembali tidur.
" Cup … cup, kamu kebangun ya gara-gara papah kamu yang gila itu. Minuman susu ya abis itu bobo lagi." Dengan sangat sabar Olivia menidurkan kembali anaknya setelah memberikan sebotol susu Andre pun sudah tidur terlelap di box bayinya.
__ADS_1
Olivia memberi nama untuk putranya adalah Andre Saputra dia tidak ingin mencantumkan nama ayahnya untuk anaknya tersebut mengingat perilaku Rendy yang sangat tidak peduli kepada dari dagingnya sendiri bahkan sejak anak tak berdosa itu lahir ke muka bumi ini Rendy sama sekali belum pernah menggendong nya bahkan hanya untuk menatap mukanya saja Rendy seakan tidak Sudi padahal baik Malang tersebut adalah anaknya sendiri titisan dari darah dagingnya sendiri. Namun dengan sikap Andre yang seperti itu Olivia masih menyayangi anaknya karena bagaimanapun juga anak itu tumbuh di rahimnya dan iya kandung selama 9 bulan kemudian ia berjuang mati-matian untuk melahirkannya sehingga tidak mungkin dirinya mencampakkan anak yang tak bersalah tersebut.
" Apa kau tidak bisa hidup bersih sedikit? Apa susahnya menaruh handuk ini di tempatnya semula." Dengan sangat jengkel Olivia memungut handuk basah yang Rendy lempar seenaknya setelah habis mandi.
" Kau pikir seharian ngurus anak tidak capek, apa? Kau hanya bisa membuatnya saja tetapi tidak mau mengurusnya." Terus mendung mall karena sangat kesal kepada suaminya tersebut.
" Untuk apa aku mengurusnya, lalu apa gunanya kau sebagai seorang ibu?" Jawab Rendy.
" Kau itu bapaknya setidaknya bantu aku aku sudah capek seharian mengurus anak mengurus rumah dan lagi harus mengurus dirimu yang melebihi seorang raja."
" Kyaaaa, Rendy sakit!" Olivia berteriak seketika rambutnya dijambak oleh suaminya.
" Apa kau sekarang membandingkan aku dengan mantan suamimu, hah?" Marahnya sambil terus menjamak rambut Olivia tanpa peduli jika wanita itu menjerit kesakitan sekarang jambakannya benar-benar begitu kuat.
Rendy melepaskan tangannya dari rambut Olivia kemudian mendorong wanita itu hingga tersungkur di lantai.
" Kau mengurus anak atau nggak aku tidak peduli, karena itu bukan urusanku! karena dia anakmu, bukan anakku!"
__ADS_1
" Andre adalah anakmu Rendy, bagaimana mungkin kau tega mengatakan darah bagimu sendiri jika dia bukan anak." Sungguh sangat terkejut jika Rendy tidak mau mengakui bahwa Andre adalah darah dagingnya sendiri.
" Kenapa tidak mungkin? Kau bahkan mengatakan pada Rico jika anak yang kau kandung adalah anaknya, padahal sudah jelas-jelas bukan. Lalu mengapa aku harus percaya, bisa saja kau mengatakan hal yang sama padahal kau sendiri berselingkuh dengan laki-laki lain kala itu."
Olivia membulatkan matanya tidak percaya dengan yang di tuduhkan Rendy padanya.
" Aku tidak segila itu Rendy, aku tidak berselingkuh dengan laki-laki lain selain kamu! Dan Andre bener-bener anak kandung kamu, apa kamu lupa jika kamu selalu tidak memakai pengaman?"
" Hahahaha, Olivia, Olivia. Kau pikir aku bodoh! Rico yang bener-bener tulus mencintai mu saja kau tega menghianati dia, lalu apa kabar denganku?"
Rendy mencengkram dagu Olivia hingga wanita itu mendongak dan menatapnya.
" Kau itu wanita licik Olivia, kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan termasuk mendapatkan anak. Jika bukan karena mu, mungkin saja aku sudah menikah dengan Bella." Kemudian Rendy melepaskan cengkraman tangannya kemudian pergi dari kamar.
Olivia menjerit kesal, kemudian dia menangis sambil meringkuk memeluk lututnya.
" Apa ini doa mu Mas Rico? Aku sudah mendapatkan karma, dan aku bener-bener sangat menyesal."
__ADS_1