
" Tanda tangan itu, maka hubungan antara kau dan juga Olivia berakhir. Dan hak asuh anak tidak perlu khawatir, karena kau tidak menginginkannya maka kami tidak perlu repot-repot untuk mengurus hak asuh tersebut."
Rendy tersenyum sini kemudian dia menatap wajah mertuanya yang meminta dirinya untuk tanda tangan berkas perceraian yang diajukan oleh Olivia Rendy tidak membukanya apalagi menandatanganinya.
" Jika kau ingin menginginkan tanda tangan dariku maka memohonlah bersujud di bawah kakiku lalu dengan begitu aku akan menandatangani surat perceraian ini," ujar Rendy seenaknya begitu sangat senang saat orang yang selalu menghinanya bersujud di bawah kakinya dan memohon.
Braaak … " apa kau bercanda apa kau menginginkan aku bersujud di bawah kakimu jangan harap kau pikir kau ini siapa?" Bentak Burhan sangat emosi dengan menantunya itu. Burhan sampai memukul meja.
" Kenapa, tidak mau? jika tidak mau maka jangan berharap aku mau menandatangani surat perceraian ini jika kau tidak mau berlutut dan memohon di bawah kakiku."
Rendy semakin mempersulit keadaan dia tidak mau menandatangani surat percaya perceraian yang sudah diurus oleh Burhan sehingga membuat Olivia menggantung akan statusnya. Burhan begitu terlihat sangat marah sekali dia memukul wajah Rendy hingga laki-laki itu tersungkur ke lantai.
__ADS_1
" Kau jangan meremehkan aku Rendy. Kau pikir dengan mengancam ku untuk tidak menandatangani surat ini, aku akan melakukan apa yang kau pinta? Kita lihat saja, akan ku pastikan kau akan menyesal karena sudah memainkan aku Rendy. Akan ku pastikan kau tidak akan mau untuk hidup lagi dan memohon padaku!"
Burhan langsung mengambil berkas surat perceraian dengan emosi sekali kemudian dia meninggalkan Rendy yang masih terduduk di lantai dengan sangat emosi.
Rendy tertawa sambil mengusap darah di sudut bibirnya dia bangkit kemudian menatap punggung Burhan dengan tajam.
" Ayah sama anak sama saja, ck." Rendy kemudian kembali ke sel namun sebelum masuk dia menata petugas yang menjaga sel tersebut.
" Apa kau bisa memindahkan ku ke tempat yang lain? Dia benar-benar laki-laki gila tiap hari dia mau menyiksaku dan kau diam saja aku mengajukan protes," ucapnya protes karena hari-hari dia diperlakukan buruk di dalam sel tersebut oleh penghuni yang sudah lama membekam di dalam sel itu, dan bisa dibilang dia adalah rajanya karena tak ada yang berani kepadanya bahkan termasuk dirinya sendiri.
" Apa kau protes kepadaku?" Tanya polisi penjaga tersebut.
__ADS_1
" Jika kau ingin mengajukan protes maka ajukanlah di pengadilan, dan jika kau ingin hidup tenang maka berhentilah berbuat masalah, sekarang masuklah jangan sampai aku melakukan kekerasan terhadapmu!"
Rendy tubuhnya didorong oleh polisi tegar tersebut agar supaya masuk ke dalam sel Rendi tak bisa berkata apa-apa selain menahan emosinya.
" Brengsek!" Rendy memukul pintu besi sel tersebut dia benar-benar sangat marah sekali. Tidak ada yang mau berpihak kepadanya.
" Wah wah wah kau sepertinya banyak penggemar ya hampir setiap saat banyak sekali orang-orang yang menemui mu. Apakah kau mendapatkan sesuatu? Jika iya, maka berikan padaku!"
" Tidak ada," jawabnya singkat dengan datar ingin sekali sebenarnya Rendy memukul laki-laki di hadapannya ini namun dirinya tidak berani karena selain postur tubuh yang jauh lebih kalah jika dibandingkan dengan laki-laki di hadapannya ini yang begitu gagah dan besar tinggi. Dia juga mendapat pendukung dari orang-orang berada di sel tahanan ini semuanya berpihak kepada laki-laki bertubuh badan tinggi besar itu. Bahkan termasuk dirinya dipaksa untuk tunduk dan mematuhi semua perintahnya, tentu membuat Rendy benar-benar sangat kesal sekali dalam hatinya.
" Berani kau menatapku dengan tatapan seperti itu apa Aku ingin ku pukuli lagi, hah!" Laki-laki bertubuh tinggi besar itu mencengkeram kuat dagu Rendy karena Rendy saat menjawab ucapannya menunjukkan ekspresi tidak suka pada dirinya tentu membuatnya begitu sangat parah dan langsung seketika memukuli Rendy hingga membuat laki-laki itu tidak berdaya lagi di lantai.
__ADS_1
" Kenapa, kenapa kau selalu memukulku? kita tidak pernah saling kenal dan aku juga tidak pernah berbuat salah kepadamu?" Tanya Rendy dia sungguh tidak kuat lagi dengan terus-menerus dipukuli seperti ini dari laki-laki itu.
Rendy ingin bertanya apa sebenarnya kesalahan yang telah dia buat sehingga sampai laki-laki itu sangat membenci dirinya sementara dengan tahanan yang lain hanya dijadikan budak saja tidak sampai harus memukuli seperti yang dialami ini.