Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
bab 34


__ADS_3

Sesampai di rumah sakit Andre langsung dibawa ke ruang UGD untuk pemeriksaan lebih lanjut Olivia tentu tidak bisa tenang dia terus berdoa sambil menangis. Ya benar tidak tahu kenapa Andre bisa mengalami seperti ini biasanya tidak pernah sama sekali, Olivia benar-benar sangat takut dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada anaknya trauma mendalam atas kepergian sang ayah membuatnya benar-benar merasakan kekhawatiran yang sangat amat dalam. 


" Kamu yang tenang Olivia." Mamah Ana selalu saja menenangkan anaknya agar berharap Olivia bisa jauh lebih tenang lagi.


" Olive takut Mah olif takut terjadi sesuatu sama Andre aku tidak mau kehilangan orang yang Olive cintai lagi," ucapnya dengan suara lirih wanita itu benar-benar terlihat sangat ketakutan di wajahnya. Tangan gemetar air mata terus mengalir. 


" Apa kamu sudah menghubungi Riko?" Tanya Mama anak mungkin hanya Riko yang bisa menenangkan anaknya itu. Olivia menggeleng karena panik dan rasa takut pikirannya menjadi tidak karuan sehingga tidak ingat untuk menghubungi calon suaminya.


Mama Ana menghela kemudian dia mengambil handphonenya untunglah saat dalam keadaan mendesak dia masih mengingat untuk membawa tas dan juga HP takut diperlukan saat berada di rumah sakit dan benar saja hp-nya ternyata sangat diperlukan untuk menghubungi Riko karena Ana pikir Olivia tidak mungkin kepikiran sampai ke sana.


" Assalamualaikum Maaf ya Riko malam-malam mengganggu." Sebenarnya Mama anda tidak ingin mengganggu tidur nyenyak selalu menantunya itu namun dia harus terpaksa menghubunginya karena keadaan mendesak dan Riko berhak tahu.


" Iya Mah nggak apa-apa, lagian Riko lagi nyantai kok. Ada masalah apa?" Riko masih saja mengecek dokumen-dokumen perusahaannya tiba-tiba dirinya mendapatkan telepon dari calon i mertuanya. Tumben, pikir hati Rico karena tak biasanya calon mertuanya itu menelpon dirinya jika bukan hal masalah penting.


" Anu Rico mama dan Olivia berada di rumah sakit sekarang Andre demam tinggi, dia kejang-kejang," ucap Mamah Ana.


" Apa! Baiklah Riko segera ke sana sekarang." Sontak Riko sangat terkejut mendengar calon anaknya masuk rumah sakit tempat di malam hari pernikahannya. 


Rico segera mengganti pakaian tidak mewah hanya menggunakan celana pendek dan baju kaos saja kemudian dia bergegas keluar dari kamar untuk segera pergi ke rumah sakit.


" Loh Riko ada apa?" Papa Wisnu sedang minum kopi dia melihat anaknya menuruni anak tangga dengan buru-buru sekali pasti ada sesuatu pikirnya. 


" Andre masuk rumah sakit Pah, dia demam tinggi katanya sempat kejang-kejang jadi Riko mau ke sana," katanya dengan raut wajah khawatir. 


" Astaghfirullahaladzim … ya udah kamu ke sana duluan nanti papa sama mama menyusul." 


Riko mengganggu kemudian dia segera keluar dari rumah dan melajukan mobilnya dengan kecepatan agar segera sampai ke rumah sakit. Sementara Wisnu, dia segera menghubungi istrinya yang berada di dalam kamar dia memberitahu jika calon cucunya masuk rumah sakit tentu saja kedua suami istri itu sangat khawatir mereka sudah sangat menyayangi Andre sama seperti cucu kandung mereka sendiri dan segera menyusul Riko yang sudah berada dalam perjalanan.


Setelah tiba di rumah sakit Riko langsung bergegas dia sedikit berlari menuju ke ruangan UGD dia melihat Olivia tengah menangis di pelukan ibunya. 


" Olivia, Mama. Bagaimana keadaan Andre?" Tanya Riko dia duduk di samping Olivia.


" Dokter masih memeriksanya semoga Andre tidak kenapa-kenapa, kita doakan saja ya." Berusaha untuk tenang agar anaknya tidak terlalu khawatir dan tetap berpikir negatif karena Ana tahu jika Olivia sangat ketakutan mengingat kepergian suaminya takut terjadi kepada Andre.


" Andre, maafkan Mama Nak." Olivia menangis dia menyalahkan dirinya. 


" Jangan menangis, Andre tidak suka melihat mamanya menangis. Andre adalah anak yang kuat Aku yakin dia tidak akan kenapa-napa percayalah." Riko menenangkan calon istrinya sambil mengusap punggung Olivia dengan lembut.


" Ini semua salahku Mas, aku tidak bisa menjaganya sampai dia seperti ini, dia masih terlalu kecil." Olivia masih menyalakan dirinya.


" Jangan menyalahkan diri kamu, ini semua sudah rencana dari Allah kita sudah berusaha melakukan yang terbaik. Ayo sekarang kita doakan saja semoga anak kita tidak kenapa-napa dan segera diberi kesembuhan." Sambil menarik tangan Olivia dan membawa ke pelukannya.


Mamah Ana tersenyum bahagia karena Riko memang laki-laki yang tepat untuk mendampingi anaknya dia sangat bersyukur Riko mau menerima Andre walaupun bukan darah dagingnya tetapi rasa sayang Riko terhadap Andre melebihi ayah kandungnya sendiri. 

__ADS_1


Tak lama kemudian dokter keluar dari ruang UGD segera Riko Olivia dan juga mama Ana langsung berdiri dan ternyata kedua orang tua Riko pun juga sudah ada di sana mereka segera bergegas ingin mengetahui bagaimana keadaan cucu mereka.


" Bagaimana keadaan anak saya?" Ujar Riko dia masih merangkul pundak Olivia.


" Anak kalian terkena demam DBD tapi syukurlah dia sudah tidak apa-apa tetapi dia harus dirawat di rumah sakit ini selama 3 hari atau sampai sembuh. Besok dia akan dipindahkan ke ruang inap jika keadaannya sudah membaik." Jelaskan dokter itu.


Olivia menutup mulutnya dia kembali menangis dia tidak tahu jika anaknya sampai terkena demam berdarah ternyata dirinya masih begitu lalai sehingga membiarkan seekor nyamuk menggigit anaknya. Namun masih bersyukur anaknya sudah tidak kenapa-napa walaupun harus dirawat di rumah sakit.


" Terima kasih, Dok," sela mama Ana. 


" Sudah jangan menangis lagi, Alhamdulillah Andre tidak kenapa-napa sekarang kita doakan ya supaya anak kita segera sembuh. Aku yakin dia anak yang kuat kok, kamu yang tenang ya." Riko menghapus air mata calon istrinya.


Wisnu dan juga Sinta saling pandang mereka sangat bersyukur karena calon cucu mereka tidak kenapa-napa namun mendengar Andre harus dirawat di rumah sakit itu artinya pernikahan mereka anak mereka besok akan tertunda lantas bagaimana dengan semua persiapan yang sudah 99% itu. Sinta bingung dia harus bagaimana sebab tamu undangan sudah tersebar walaupun tidak banyak yang diundang tetap saja mereka pasti akan datang. 


" Kalian pulang saja istirahat biar mama yang makan menjaga Andre di sini," ucap Mama Ana dia tidak ingin calon pengantin kelelahan sebelum hari pernikahan.


Mamah Ana berpikir pernikahan besok tetap akan dilaksanakan biarlah dirinya yang akan menjaga Andri di rumah sakit sementara yang lainnya tetap harus menjalankan hari pernikahan karena tidak mungkin untuk ditunda semuanya sudah hampir siap dan tinggal menunggu waktu saja. Mamah ana juga tidak ingin menjadi malu dan bahan omongan karena pernikahan besok jika harus ditunda.


" Tidak mah biarkan Olive di sini Olive tidak ingin jauh-jauh dari Andre." Tentu saja Olive menolak seorang ibu mana yang mau jauh-jauh dari anaknya apalagi saat keadaan sakit seperti ini. 


" Biar kami yang akan menjaga Andre Mah, kalian pulang saja istirahat, kalian juga harus menjaga kesehatan, bukan. Biar Rico yang menemani Olivia di sini untuk menjaga Andre." Imbuh Rico, dia mengerti perasaan calon istrinya.


" Tapi jika kalian di sini nanti sebagaimana dengan acara pernikahan besok?" Tanya Mama Hana.


" Tapi …" 


" Andre jauh lebih penting dibanding pernikahan jadi sebaiknya pernikahan besok kita tunda saja sampai Andre benar-benar sembuh." Aku berkata dengan sangat tegas dia tidak ingin egois hanya mementingkan diri sendiri sementara calon anaknya terkapar di rumah sakit ayah macam apa dirinya jika bahagia di atas penderitaan anak yang sedang berjuang untuk sembuh itu. 


" Tidak, pernikahan kalian harus tetap terjadi. Mamah yang akan menjaga Andre, sementara kalian bisa kembali pulang dan tetap harus menikah besok." Mamah Ana bersih keras agar supaya pernikahan tidak ditunda dia tidak ingin menjadi bahan omongan lagi terutama dari keluarga Andre dia tidak mau Olivia semakin dibenci oleh keluarga Rico.


" Setuju setelah acara selesai Mamah akan ke rumah sakit dan bergantian dengan Jeng Anna untuk menjaga Andri. Jadi kalian tetap harus menikah besok," Mama Shinta setuju dengan pendapat anak dia juga tidak ingin pernikahan yang sudah dia tunggu-tunggu akan kembali ditunda. 


" Tidak, Riko tidak setuju. Bagaimana mungkin kami menikah sementara Andre berada di rumah sakit. Yang ada bukan kebahagiaan yang kami dapatkan, melainkan kesedihan dan rasa khawatir, maka dari itu sebaiknya kita tunda saja pernikahan sampai Andre benar-benar sehat kembali ceria lagi, baru kita bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya." 


Riko tetap menolak dengan tegas dia tahu jika Olivia sangat mengkhawatirkan anaknya. Dan dia juga tidak ingin jika saat di hari kebahagiaan itu tetapi hati dan pikiran calon istrinya tidak berada di dalam acara pernikahan melainkan di rumah sakit dia tidak ingin menjadi egois karena pernikahan hanya ditunda bukan berarti tidak jadi menikah.


" Mas …" Olivia menggenggam tangan Riko. 


" Aku tahu kamu begitu khawatir dengan Andre dan juga aku terima kasih atas pengertian kamu Mas. Tapi aku tidak ingin pernikahan kita ditunda besok," ucap Olivia sambil terus menggenggam tangan calon suaminya erat.


Riko menatapnya serius." Tapi Olivia …" 


" Kita akan tetap melanjutkan pernikahan besok tapi tidak di rumah melainkan di rumah sakit ini, bagaimana?" Usul Olivia dia benar-benar sangat serius. 

__ADS_1


Sebenarnya Olivia juga sangat mengkhawatirkan anaknya dan tidak ingin jauh-jauh dari anaknya apalagi harus meninggalkan rumah sakit ini dan melangsungkan acara pernikahan tentu saja Olivia sebagai seorang ibu tidak rela bahagia di atas penderitaan anaknya yang sedang berjuang. Namun mendengar ucapan calon suami yang benar-benar sangat peduli dengan perasaannya dan juga anaknya tentu dia tidak ingin membuat calon suaminya itu kecewa, maka dari itu Olivia mengusulkan untuk tetap melanjutkan pernikahan tapi di rumah sakit tepat di hadapan anaknya.


" Olivia apa kamu serius?" Tanya Riko memastikan. 


" Iya Mas, Aku serius. Maaf karena kejadian ini pernikahan kita tidak sesuai rencana, tapi apa kamu mau kita menikah di rumah sakit ini di depan anak kita agar supaya semuanya merasakan kebahagiaan termasuk juga dengan Andre." 


" Papa setuju dengan itu biar Papah yang atur semuanya, untuk tamu undangan kita hanya perlu mengundang satu dua orang saja dan juga saksi sementara di rumah, kita adakan selamatan saja agar semua tamu undangan tidak merasa datang dengan sia-sia." Wisnu sangat setuju dengan usul Olivia.


" Baiklah untuk mengurus tamu undangan di rumah biar Rizal dan istrinya yang akan mengatur semuanya," ucap anak mau tidak mau dia harus setuju setidaknya pernikahan tetap dilaksanakan.


" Kita akan rekam secara live agar semua tamu undangan melihat dan mengetahui jika pernikahan tetap dilangsungkan walaupun di rumah sakit." Mama Sinta ingin agar semuanya berjalan dengan lancar dan mempercayai jika ya pernikahan anak-anak mereka mereka benar-benar terjadi. Agar tidak menjadi omongan dan sebagai alasan saja.


" Baiklah jika memang sudah menjadi keputusan, Riko hanya bisa nurut saja." Tidak ada bantahan lagi jika calon istrinya sudah berkata demikian Riko pun menurut asal semuanya berjalan dengan baik itulah menjadi harapannya.


Setelah semuanya menyetujui kini di rumah sakit hanya tinggal Olivia dan juga Riko saja untuk menemani Andre yang masih terbaring sementara orang tua mereka sudah kembali pulang agar bisa istirahat dan menyiapkan acara besok dengan sempurna. 


Riko membawa kepala Olivia untuk bersandar di bahunya kemudian tangan mereka saling menggenggam satu sama lain dengan erat.


" Tidurlah aku tidak ingin kamu ikutan sakit juga," ucap Riko dia mengecup kening Olivia dengan penuh cinta.


" Kamu juga harus tidur Mas aku juga tidak ingin kamu sakit. Dan terima kasih karena selalu ada untuk kami." 


" Aku mencintaimu dan juga mencintai Andre akan kuusahakan akan selalu ada bersama kalian saat susah, duka maupun senang. Tergantunglah kepadaku aku akan berusaha untuk melindungi kalian sekuat tenaga bahkan nyawaku menjadi taruhannya." 


" Tidak, aku tidak ingin kehilangan kamu. Jadi tolong hargai nyawamu, jangan sampai pergi meninggalkan kami. Aku tidak akan memaafkan kamu jika itu terjadi," ujar Olivia dia semakin mempererat pelukannya walaupun sangat bersyukur jika Riko bisa mau melindungi dirinya dan juga anaknya tetapi tidak ingin sampai laki-laki yang dia cintai itu harus kehilangan nyawa apalagi hanya untuk dirinya dan juga Andre.


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba sesuai rencana penghulu dan juga beberapa saksi sudah tiba di rumah sakit Olivia juga sudah didandani oleh mua dia bahkan sudah mengenakan kebaya putih hingga membuat dirinya begitu sangat cantik. Riko tidak mau mengedipkan matanya sedetikpun pandangannya saat ini tidak mau lepas dari Olivia karena calon istrinya itu benar-benar sangat cantik sehingga dia takut akan kehilangan jika dia mengedipkan matanya. 


Di ruangan rawat Andre sudah dipenuhi dua saksi dua tamu yang diundang kedua orang tua Riko dan Mamah anak serta keluarga yang lainnya dan tak lupa dengan penghulu serta wali hakim untuk mewakili Olivia menjadi wali karena Burhan sudah tidak ada sehingga terpaksa harus membeli wali hakim untuk menjadi wali akad mereka nanti.


Sementara di rumah dengan televisi yang sangat besar bioskop sudah dinyalakan sehingga para tamu undangan warga kerabat bisa melihat secara langsung akad pernikahan tersebut.


Jam sudah ditentukan jam 09.00 tepat kini Riko sudah duduk berhadapan dengan wali hakim mereka berjabat tangan lalu mengucapkan ijab Kabul hingga kata sah dari para saksi terdengar rantang dan membuat Riku sudah sah menjadi suami Olivia.


" Alhamdulillah," ucap syukur semua orang bahkan di kediaman Olivia yang menonton acara live tersebut.


Riko memasangkan cincin sebagai mas kawin di jari manis Olivia kemudian Olivia mengecup punggung tangan suaminya dan dibalas Riko mengejut keningnya dengan lembut. Air mata Olivia mengalir dia sangat bahagia sekali karena akhirnya dirinya menjadi istri kembali dari laki-laki yang sangat ia cintai itu. 


" Terima kasih karena sudah mau menjadi istriku kembali Olivia. Aku berjanji akan terus menjaga dan melindungi kamu juga anak kita hingga maut yang memisahkan." 


" Aku mencintaimu," sambung Rico, dia kembali mengecup kening istrinya penuh bahagia.


" Aku yang seharusnya terima kasih Mas, aku tidak bisa mengucapkan apa-apa selain kata terima kasih karena sudah mau menerima dan mencintai aku kembali." 

__ADS_1


" Aku juga sangat mencintai kamu lebih dari apapun." Keduanya berpelukan tanoa peduli jika banyak mata yang melihat haru mereka di dalam ruangan tersebut.


__ADS_2