Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
bab 39


__ADS_3

Tiga bulan sudah perjalanan pernikahan kedua mereka, kebahagiaan selalu saja menyelimuti keduanya. Riko selalu saja memberi kejutan untuk istrinya itu hingga membuat Olivia tidak bisa berkata apa-apa selain mengucapkan kata i love you. Seperti hari ini diam-diam Riko mengirim sebuah paket untuk istri tercintanya.


" Permisi paket," ucap kurir saat mengantarkan paket.


" Paket atas nama siapa Om?" Tanya salah satu pembantu rumah mama Ana.


" Atas nama Nyonya Olivia," jawab sang kurir kemudian dia menyerahkan paket tersebut dan Mbak Inah pun mengambil paket tersebut kemudian dia mengucapkan terima kasih lalu kembali menutup gerbang dan kurir pun pergi meninggalkan karangan rumah itu.


" Bu ada paket," ucapnya sembari memberikan bingkisan paket tersebut kepada Olivia yang sedang duduk santai bersama Andre di pinggir kolam renang.


" Paket?" Olivia kebingungan dia merasa tidak memesan paket. " Dari siapa ya …" lalu dia mencari siapa pengirim paket tersebut. Namun sayangnya si pengirim tidak memberi tahu identitasnya malah tertulis dari pengagum rahasia. 


Olivia jadi sedikit ragu saat ingin membukanya. Dia takut jika itu adalah paket sesuatu yang membahayakan seperti bom misalnya. 


" Mbak Ina … Mbak," teriak Olivia. Mbak enam berlari langsung menghampiri majikannya itu.


" Saya Bu, ada apa?" Tanyanya lalu pandangan matanya melihat ke arah paket yang belum dibuka oleh Olivia bahkan paket tersebut berada di atas meja.


" Saya tidak berani membuka paket itu, soalnya saya tidak memesan apapun dan saya juga tidak tahu siapa yang mengirim. Saya takut isinya membahayakan," ujar Olivia.

__ADS_1


" Membahayakan bagaimana, Bu?" Tanya bingung mbak Ina. Olivia menarik nafasnya kemudian dia menggendong Andre lalu agak menjauh dari paket tersebut. Olivia benar-benar takut sekali jika paket itu isinya membahayakan dirinya dan juga Andre.


" Membahayakan misalnya bom isinya," ujar Olivia.


" Waaaah, bom …" sontak Mbak Mbak enak meloncat kaget dia pun berlari menjauh dari kotak paket tersebut. Sambil memegangi dadanya dia juga ikut takut seperti Olivia.


" Ibu benar, bagaimana jika isinya adalah bom. Saya nggak mau mati Bu, gimana ini?" Mbak Ina langsung panik seketika hingga membuat seisi rumah berlari menghampirinya.


" Ada apa? Kenapa dengan kalian berdua?" Tanya Mama Ana dia kebingungan melihat anak dan art-nya begitu panik dan terlihat sangat takut sekali.


" Ada bom, Nyonya." Sambil menunjuk arah kotak paket tersebut. Mama Ana mengikuti arah yang ditunjuk oleh mbak Ina kemudian dia mengerutkan keningnya.


" Bom?" Ujarnya tak percaya sambil menatap Olivia.


Mama Ana agak tidak terlalu percaya jika isi paket itu adalah bom namun dia juga takut untuk membukanya.


Dia bahkan tidak berani melihat kotak paket tersebut dia berdiri dengan jarak yang cukup jauh bersama semua orang seisi rumah ini.


" Cepat kamu telepon Riko," ujar Mama Ana. 

__ADS_1


Olivia mengangguk cepat kemudian dia menyerahkan Andre kepada pengasuhnya lalu mengambil handphone yang ada di saku celananya kemudian mencari nomor kontak di ponselnya tersebut.


" Halo Mas assalamualaikum." 


" Waalaikumsalam, ada apa sayang? Apa kamu sudah membuka isi paketnya?" Tanya Riko di seberang sana.


Olivia sontak saja terkejut." Apa itu paket dari kamu Mas?" Tanyanya memastikan.


" Hehehe … kejutan. Gimana kamu suka nggak?" ucap Ricko, karena sengaja ingin memberi kejutan kepada istrinya dan menyembunyikan nama pengirim dan mengganti dengan si pengagum rahasia. Toh memang nyatanya Riko sangat mengagumi istrinya itu.


" Astaghfirullahaladzim Mas, Mas. Kamu ini bikin semua orang panik tahu nggak." Olivia menempuk keningnya namun dia sangat lega kemudian berjalan mendekati paket tersebut. 


Sekarang Riko yang dibuat kebingungan kan cuma paket tapi kenapa malah membuat semua orang panik? Pikir Rico. 


" Jadi itu paket dari Riko?" Tanya Mama Ana. 


" Iya Mah ternyata paket ini dari kiriman Mas Riko dia sengaja memberi kejutan ke Olive," jawabnya Olivia yang masih belum mematikan sambungan telepon tersebut hingga membuat Riko kembali mengerutkan keningnya memang ada masalah apa dengan paket itu pikir Riko lagi.


" Fiuuuh, bikin orang deg-degan saja untung tadi Nyonya nyuruh telepon Pak Rico coba kalau tidak mungkin pemadam kebakaran sudah ramai datang ke rumah ini," celoteh Mbak Ina. 

__ADS_1


" Bukan pemadam kebakaran Ina tapi penjinak bom," imbuh rekannya sesama ART. Kemudian mereka kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


" Sebenarnya ada apa sih apa yang kalian ributkan?" Tanya Riko bingung.


__ADS_2