Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
Perselingkuhan Rendy


__ADS_3

Sesampai di rumah Olivia meletakkan barang-barangnya dulu di kursi bagian teras rumahnya, setelah itu dia merogoh kunci rumah tersebut yang ia simpan di dalam tas. Setelah berhasil ketemu Olivia hendak memasukkan anak kunci tersebut ke pintu, tetapi dia begitu terkejut karena pintu tersebut ternyata tidak dikunci sama sekali dan hanya tertutup rapat saja. Sontak membuat Olivia panik seketika, dia takut jika ada maling yang menyusup masuk di rumahnya.


" Aku yakin tadi beneran dikunci kok, aku udah ngeceknya dua kali. Jangan-jangan ada maling di rumah!  Aduh … bagaimana jika malingnya masih ada didalam ya, aku takut!" 


Olivia tidak berani untuk masuk ke rumah, dia begitu gelisah bahkan sampai intip-intip di kaca jendelanya melihat ke dalam kira-kira ada orang atau tidak.


" Apa aku masuk aja ya, mudah-mudahan sih malingnya sudah pergi. terserah deh dia mau ngambil barang apa aja asal jangan nyawa gue dan anak gue aja yang diambil," ucapnya mencoba sedikit berani untuk masuk. 


Dengan menarik nafas dalam-dalam, kemudian ia hembuskan keluar. Lalu ia tarik lagi, kemudian ia hembuskan lagi, barulah dia memberanikan diri untuk membuka pintu secara perlahan, setelah berhasil pintu dibuka Olivia sedikit mengintip ke dalam memastikan jika benar-benar tidak ada maling di rumahnya. 


" Sayang jangan berisik ya Nak, coba kita masuk pelan-pelan. Jika ada maling kita langsung berlari keluar." 


Olivia membuka pintu rumahnya lebar-lebar supaya jika nanti dirinya bertemu dengan si maling yang bersembunyi, dan dia bisa dengan mudah berlari keluar. 

__ADS_1


Perlahan Olivia melangkah dengan anak yang masih dalam gendongannya, ia peluk anaknya tersebut kemudian ia terus menelusuri rumahnya itu diam-diam. Seketika saat dirinya sedang berjalan dengan hati -hati, tiba-tiba Olivia mendengar suara samar-samar yang berada di dalam kamar jantung Olivia langsung berdetak kencang. 


" Jangan-jangan itu malingnya di dalam kamar?" Olivia panik saat hendak dia ingin berlari tiba-tiba suara itu kembali ia dengar, dan kali ini lumayan cukup jelas. 


Olivia mendengar suara rintihan orang mendesah di dalam kamar tersebut, bukan seperti orang ingin maling pada umumnya. Olivia pun menghentikan langkahnya kemudian ia berdiri diam di tempat untuk kembali mendengar suara tersebut.


" Apa aku cuma salah dengar kali, ya? mana mungkin maling mengeluarkan suara seperti itu?" Pikirnya lucu.


" Apa mungkin malingnya membawa ceweknya kali ya? lalu melakukan itu di rumah ini? Gila," ucap Olivia masih saja mengira jika suara tersebut adalah dari perbuatan si maling dan pacarnya yang membawa ke rumah dan melakukan perbuatan hubungan suami istri di sela -sela saat aksi sedang maling.


Olivia kembali melangkah sedikit demi sedikit, dia hampir mendekati kamarnya dan betapa terkejutnya Olivia saat mendapati baju berserakan di lantai. Olivia sedikit memperhatikan salah satu kemeja baju yang ada di ambang pintu ia sangat mengenali baju tersebut karena dirinyalah yang mencuci dan menggosoknya dan sangat yakin jika baju kemeja itu adalah milik suaminya sendiri. 


" Baju ini …" kemudian Olivia kembali melihat sepatu yang sudah entah ada di mana-mana, sepatu yang ia sangat kenal. Dan sepatu tersebut adalah milik Rendy. Kemudian Olivia terkejut kembali saat melihat tak jauh dari sepatu tersebut ada sandal sepatu wanita berwarna pink muda, kemudian Olivia memungut sepatu wanita tersebut. 

__ADS_1


" Tidak, Rendy tidak mungkin melakukan ini kan?" Dengan langkah cepat Olivia membuka pintu kamar milik Rendy.


Sementara baju mereka yang berserakan ada di ruang tamu, ada juga di ruang makan bahkan di depan pintu kamarnya. Tetapi manusianya tidak ada terlihat dan Olivia sangat yakin jika suara-suara itu berasal dari kamar Rendy dengan tangan yang gemetar. Olivia menyentuh handle pintu lalu mendorongnya perlahan dan alangkah terkejutnya dia saat melihat dua manusia tengah bergulat hebat di tempat tidur tanpa menggunakan sehelai benang pun ia menutup mulutnya tak percaya tanpa sadar air matanya keluar dari kelopaknya dengan sendiri.


Olivia tidak menyangka jika Rendy berselingkuh dengan wanita lain, sungguh sakit hatinya walaupun dia tidak pernah mencintai laki-laki itu tetapi hatinya begitu sangat hancur melihat suaminya tengah melakukan hubungan suami istri dengan wanita lain.


Olivia mundur melangkah dia tidak ingin melihat adegan yang sangat menyakitkan itu, lalu dia perlahan melangkah menuju kamarnya sambil menahan isak tangis dengan menutup mulutnya. 


Kini Olivia menyadari mungkin seperti ini rasanya Riko dulu setelah mengetahui jika dirinya tengah berselingkuh dan bahkan sampai melakukan hubungan suami istri dan melakukannya di rumah mereka tempati sama seperti sekarang ini yang Rendi lakukan. Pantas saja Riko begitu marah dan murka sontak saja dirinya langsung diceraikan, karena perasaan yang amat menyakitkan ini sungguh tidak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata. Hatinya benar-benar hancur, hancur sehancur-hancurnya hingga berkeping-keping. 


Olivia menangis dia sendiri sebenarnya tidak tahu mengapa harus menangis sih laki-laki b******* itu yang nyatanya sudah membuat hidupnya sangat menderita. Selalu melakukan kekerasan fisik dan juga selalu melukai batinnya dan sekarang malah tengah asik berselingkuh. Lalu untuk apa dia tangisi lagi, harusnya dia bahagia bukan, dengan cara seperti ini dia bisa berpisah dengan laki-laki itu. Tetapi lagi-lagi hatinya menolak, karena ia melihat Andre, dia sungguh sangat kasihan dengan anak malang itu memiliki bapak yang bukan lagi memiliki hati manusia. Olivia sangat menyesal, benar-benar menyesal. sekarang ia sudah mendapatkan karmanya. 


" Kamu memang benar-benar b******* Ren, aku tidak menyangka ternyata kau monster yang berwujud manusia ada di dalam kehidupanku. Kamu tega membawa selingkuhanmu di dalam rumah ini." 

__ADS_1


__ADS_2