Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
bab 31


__ADS_3

" Mah, Pah. Tolong izinkan Rico untuk kembali menikahi Olivia!" Pintanya pada kedua orangtuanya untuk meminta izin agar mendapatkan restu supaya kelak pernikahan nya yang kedua akan langgeng sampai akhir hayat.


" Apa kamu yakin dengan keputusanmu itu Nak? Kamu tidak akan menyesal?" Tanya Sinta sambil menggenggam tangan anaknya dia tidak ingin Riko mengambil keputusan yang salah karena apapun keputusan Rico, dia pasti akan mendukung asal anaknya itu bahagia.


" Kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan semoga kelak kamu mendapatkan kebahagiaan bersama keluargamu nanti." Tidak menginginkan yang lain asal anak bahagia itu sudah cukup bagi mereka.


" Iya Mah Rico benar-benar yakin, dulu Riko merasa gagal karena sudah membiarkan Olivia berselingkuh dan sekarang Riko sadar dengan kekurangannya yang menyebabkan istri Rico berselingkuh. Tetapi dengan memaafkannya dengan tulus, Rico yakin jika Olivia lah adalah wanita yang memang ditakdirkan untuk Rico," ucap Rico meyakinkan.


"Mama, Papa tahu kan jika Riko masih sangat mencintainya. Rico akan belajar lebih banyak lagi untuk menjadi suami yang baik dan memenuhi semua kebutuhannya lahir maupun batin. Rico juga akan berusaha untuk saling terbuka, berkomitmen apapun masalah yang kami hadapi, kecil maupun besar. Insya Allah kami siap untuk menghadapi semua cobaan yang akan datang. Dan Rico percaya jika Olivia akan berubah untuk menjadi yang lebih baik lagi."


Sinta tidak bisa untuk menghalangi niat baik anaknya yaitu kembali menikah membina rumah tangga dengan mantan istrinya. Karena bagi Sinta asal anaknya itu mendapatkan kebahagiaan hidup damai dan tentram bersama keluarga kecilnya itu saja sudah cukup menurutnya, dia akan mendukung apapun yang akan dilakukan oleh anaknya itu dan akan berusaha menjadi orang tua yang lebih perhatian lagi dan menasehati anaknya jika melakukan sebuah kesalahan. 


" Baiklah jika itu keinginan kamu Riko, Papa sama Mama tidak bisa melarang. Hanya satu pesan Papa jangan pernah sakiti hati wanita walaupun dia sering membuat kamu sakit hati, kesal ataupun marah. Nasehati dia, tegur dia Jika dia berbuat salah. Dan sayangilah anaknya walaupun dia bukan darah dagingmu sendiri." Nasehat Wisnu. Sinta tersenyum dia sangat bersyukur karena hidup bersama laki-laki yang tepat.


" Iya Pah Riko akan ingat selalu nasehat papa terima kasih karena sudah mengizinkan Riko untuk membina rumah tangga kembali bersama Olivia dan terima kasih sudah memaafkan semua kesalahannya." 


Riko merasa lega setelah lamarannya diterima oleh mantan istrinya tersebut dia kembali meminta restu kepada orang tuanya sekali lagi agar pernikahannya yang kedua kali ini tidak mendapatkan masalah seperti sebelumnya. Riko yakin dengan doa kedua orang tua kebahagiaan lah yang akan selalu datang menyelimutinya dan apapun nanti masalahnya cobaannya Riko akan berusaha untuk menghadang badai tersebut dan berusaha untuk tidak gagal menjadi seorang suami seperti sebelumnya.


Rico mencium kedua tangan ayah dan ibunya kemudian mencium kening Sinta. Setelah itu baru dia pergi untuk menemui calon istrinya tersebut karena sudah sangat rindu sebab ini sudah hampir satu bulan sejak lamaran itu dirinya jarang bertemu apalagi pernikahan mereka tidak lama lagi sehingga kesibukan tak kunjung usai.


" Assalamualaikum." Riko sudah berada di depan pintu rumah mamah Ana tak lupa membawa barang bawaan seperti mainan untuk Andre dan juga seikat bunga mawar merah lalu buah-buahan untuk mama aneh Riko begitu perhatian sekali kepada ketiga calon keluarganya itu. 


Riku terlihat gugup padahal ini bukan pernikahan mereka yang pertama kali namun rasa gugup nya sama seperti dahulu saat pertama kalinya melamar Olivia. Dia tersenyum kala mengingat kejadian itu, Rico menarik nafasnya kemudian dia hembuskan pelan lalu pintu di buka oleh seseorang.


Deg … detak jantung Rico berdetak kencang saat melihat bidadari cantik yang membukakan pintu untuk nya. Sangat cantik jadi tidak sabar ingin cepat-cepat menikahinya kembali.


" Assalamualaikum," ujar Olivia saat melihat Rico yang sedang bengong menatap dirinya.


" Mas …" Olivia melambaikan tangannya karena Riko masih saja bengong menatap dirinya bahkan salam nya saja tidak dijawab oleh calon suaminya ini.


" Eh … i-iya waalaikumsalam," jawabnya gugup sambil garuk-garuk kepala Rico tersenyum malu dia menjadi salah tingkah. 


Olivia begitu cantik hari ini apalagi wanita itu tengah berhijab sontak saja membuat record tak berkedip menatapnya. Terlihat jauh lebih cantik bagaikan bidadari dia terasa begitu sangat senang melihat mantan istrinya sekaligus calon istrinya tersebut menggunakan hijab. Ingin sekali dia menangis terharu karena perubahan Olivia begitu banyak dari sebelum-sebelumnya.


Olivia memutuskan untuk berhijab niat dari hati Karena Allah, dia tidak ingin menjadi wanita yang menyedihkan seperti masa lalu. Tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, maka dari itu dia ingin mendekatkan diri lagi kepada sang pencipta dan mengabdi kepada imamnya kelak. Olivia ingin menjadi istri sekaligus yang ibu yang baik untuk mereka. 


" Apa aku terlihat aneh?" Kata Olivia karena calon suaminya sampai tak berkedip menatap dirinya bahkan lalat saja mungkin bisa bersarang karena mulutnya.


" Cantik." Satu kata terucap dari bibir Riko dan tentu satu kata tersebut begitu banyak makna bagi Olivia hingga hatinya berbunga-bunga dia tersenyum malu karena dipuji. 


" Aku senang kamu memutuskan untuk berhijab dan terlihat sangat jauh lebih cantik," sambungnya.


" Terima kasih Mas, ini semua hidayah dari Allah dan aku ingin lebih dekat lagi dengan yang maha kuasa dan menetapkan diri sebagai wanita muslimah yang menutup aurat. Maaf karena dulu aku belum menyadarinya, aku pikir kecantikan itu dari segi penampilan, bukan dari dalam hati." 


Rico tersenyum bangga, kemudian dia menyodorkan seikat bunga mawar merah untuk calon istrinya.


" Ini untukmu," ujarnya sambil menyerahkan seikat mawar merah tersebut.

__ADS_1


" Terima kasih Mas, aku suka." Olivia menyambutnya kemudian dia mencium aroma wangi bunga mawar merah tersebut dia tersipu malu jantungnya berdebar kencang. Keduanya sama-sama merasakan perasaan yang sama berdebar bagaikan anak remaja yang baru merasakan kasmaran. Terus melempar senyum malu-malunya. 


" Emmmm, apa aku boleh masuk?" 


" Oh iya …" Olivia menepuk keningnya.


" Maaf ya, aku sampai lupa nyuruh kamu masuk." Olivia menggerutu kebodohannya bisa-bisanya dia tidak membiarkan calon suaminya itu masuk semua ini gara-gara hatinya yang terus berbunga-bunga. 


Para tersenyum kemudian dia masuk ke rumah dan langsung mencari di mana keberadaan calon anaknya.


" Apa Andre tidur? Aku membawakan mainan untuknya."


" Enggak kok, dia lagi main di kamar sama mbak." Olivia berjalan lebih dulu memasuki kamar Andre dia membuka pintu dan benar saja anaknya setengah asik bermain dengan pengasuhnya.


" Andre, lihat siapa yang datang," ucap Olivia. Andri menoleh ke arah pintu dia langsung tertawa lebar tangannya mengangkat-angkat seakan ingin digendong oleh Riko terlihat sekali wajah bahagia Andre menyambut kedatangan calon papahnya tersebut.


" Halo anak Papa, ya Allah sudah semakin besar kamu sekarang ya Nak. Papa rindu sekali sama kamu." Riko menggendongnya lalu mengecup mengecup pipi cabi Andre yang gembul. 


Andre semakin tumbuh besar dan sehat tentu saja membuat Riko begitu senang dan sangat menyayangi anak dari mantan sahabatnya itu. Setidaknya Riko ada rasa bersyukur akibat kejadian itu dirinya bisa memiliki anak walaupun bukan dari darah dagingnya sendiri mungkin inilah yang Olivia pikirkan saat berselingkuh dengan Rendy. Agar bisa membuat dirinya bahagia dapat memiliki anak sehingga istrinya itu rela tidur dengan laki-laki lain dan memilih menghianatinya demi seorang anak.


" Pa- pa …" ucap Andre yang sudah bisa mengucapkan sepatah kata Papa terkadang mama bahkan yang lainnya. Andre sudah bisa merangkak bahkan sesekali berusaha untuk berdiri anak itu tumbuh berkembang dengan cepat.


Olivia tersenyum senang melihat keakraban anak dan calon suaminya, dia benar-benar sangat bersyukur tak lepas dengan ucapan Alhamdulillah karena bisa merasakan kebahagiaan selepas dari penderitaan saat bersama rendy. Jika diingat-ingat lagi dia begitu bodoh dan sangat menyesalinya. Namun nasi sudah menjadi bubur yang tidak bisa diubah lagi menjadi nasi namun bubur tersebut bisa dinikmati dengan taburan ayam atau bumbu lainnya hingga begitu nikmat saat menyantapnya begitupun juga dengan kehidupannya setelah mendapatkan penderitaan akhirnya dia bisa merasakan nikmatnya hidup bahagia dan bisa kembali bersama dengan mantan suaminya atau sekarang ini adalah calon suaminya. Memang kalau kata pepatah jodoh tidak lari ke mana. 


" Gimana kalau malam ini kita makan di luar bersama Andre?" Usul Riko dia ingin makan malam bersama calon keluarganya itu menikmati menghabiskan waktu bersama. 


" Boleh, makan di mana?" Tanyanya.


Selepas isya keduanya sudah bersiap-siap hendak pergi makan malam bersama Riko tidak kembali ke rumahnya lebih dulu karena tanpa siap-siap pun dirinya sudah begitu sangat tampan. Bahkan jika belum mandi sekalipun.


" Wah-wah, kalian mau pada kemana?" Tanya Mama Ana dia baru saja pulang dari acara arisan teman-temannya. 


" Kami mau makan malam di luar, Mah," jawab Olivia, dia sedang memakaikan sepatu pada Andre.


" Mama mau ikut?" Tawar Riko pada calon mertuanya.


" Tidak, tidak. Mama tidak ingin mengganggu momen kebersamaan kalian, pergilah jangan hiraukan mama." Tentu saja Mama anda tidak ingin mengganggu dia tidak inginkan menjadi obat nyamuk di tengah-tengah kebahagiaan mereka.


" Sayang sekali padahal kalau mama ikut pasti tambah seru," ujar Riko.


" No, lagian Mama sudah makan kok tadi udah pergilah nanti keburu malam." Mama Anas secepatnya mengusir mereka untuk segera pergi. Dia tersenyum senang melihat anaknya kembali ceria seperti dulu lagi.


" Baiklah kalau begitu kami pamit dulu ya Mah assalamualaikum." Sebelum pergi Riko dan juga Olivia mencium pucuk punggung tangan anak kemudian Ana mencium cucunya dengan gemas barulah mereka pergi meninggalkan karangan rumah menuju restoran terdekat untuk menikmati makan malam bersama.


Di dalam mobil Olivia menggendong Andre sambil memberikan mainan untunglah Andre tidak rewel bahkan dia terlihat sangat senang sekali saat diajak jalan jadi tidak perlu membawa pengasuhnya. 


" Ayo kita turun." Mereka sudah sampai karena jarak tidak terlalu jauh hingga perjalanan begitu cepat Riko membukakan pintu mobil untuk Olivia dan juga Andri.

__ADS_1


" Terima kasih ya Mas." Saat hendak masuk ke dalam restoran Olivia pun tangannya digandeng oleh Rico hingga darahnya mengalir deras. Entah mengapa jantungnya itu seakan terus berdebar jika di dekat Riko sama seperti saat masa pacaran dulu. 


Setelah sesampai di dalam keduanya memilih tempat duduk Olivia memangku Andre sementara Rico memesan makanan karena sudah sangat hafal apa yang akan dipesan oleh calon istrinya itu tanpa bertanya Riko pun memesan makanan untuk Olivia. Sementara Andre Olivia sudah menyediakan dari rumah karena anak seumuran Andre masih belum bisa memakan makanan di luar apalagi tidak ada menu khusus untuk bayi.


" Makan ya nak yuk mama suap yuk." 


Setelah makanan sudah siap dihidangkan Olivia belum menyantap makanannya karena dia masih sibuk menyuapi anaknya terlebih dahulu. Merasakan kasihan melihat Olivia yang belum menyentuh makanannya karena sibuk mengurus Andre Riko pun berinisiatif untuk menyuapi calon istrinya itu.


" Mamanya juga harus makan dong nanti kalau sakit maag gimana." Riko menyodorkan sesendok nasi ke mulut Olivia.


" Malu Mas dilihat orang." Olivia sempat menolak lantaran banyak mata melirik ke arahnya. Dia merasa sangat malu sekali.


" Jangan pedulikan orang ayo cepat buka mulut kamu tangan aku pegel nih." 


Dengan sangat terpaksa Olivia pun membuka mulutnya. 


" Aku bisa makan sendiri Mas tapi aku ngurus Andre dulu ya malu ih," ujarnya dia benar-benar sangat malu.


Sementara Riko tidak peduli dia masih terus saja menyuapi calon istrinya itu.


" Hei kamu Riko dan Olivia kan?" Tiba-tiba dua orang datang menghampiri meja mereka. Riko dan Olivia menoleh keduanya terkejut saat melihat ternyata sahabat lama mereka yang menghampiri.


" Ya ampun Gaby, Roy. Kalian apa kabar?" Olivia langsung berdiri sambil menggendong Andre lalu dia cupika-cipiki dengan sahabat yang bernama Gaby itu sementara Roy dan Riko bersalaman ala laki-laki.


Mereka duduk bergabung di meja makan Riko dan juga Olivia, untuk keduanya tidak merasa keberatan.


" Udah lama banget kita nggak ketemu loh hampir 2 tahun nggak nyangka kamu banyak berubahnya," ujar Gaby dia begitu pangling melihat perubahan Olivia saat ini yang sudah mengenakan hijab.


" Kamu malah nggak ada perubahannya, sama seperti dulu." Keduanya tertawa.


" Ya ampun ganteng banget, anak kalian baru satu ini aja?" Tanya Gaby, dia menggendong Andre dengan gemes.


Olivia dan juga Riko saling berpandangan. " Satu aja sudah bersyukur," jawab Rico, sementara Olivia hanya tersenyum saja menanggapinya.


" Kalian pacaran terus sih, padahal banyak anak itu masih rame loh." Ujar Roy sembari terkikih.


" Mau gimana lagi, belum rezekinya," jawab Rico. Roy pun mengangguk.


" Memangnya anak kalian sudah berapa?" Tanya balik Olivia dia mengalihkan pembicaraan karena sangat canggung sekali.


" Alhamdulillah sudah mau tiga satunya masih di dalam perut." Roy meraba perut istrinya yang masih rata.


" Wah, selamat ya. Semoga sehat selalu ibu dan dedek bayinya dan persalinannya kela dipermudahkan." 


" Amin …" 


Kemudian mereka menikmati makan malam bersama sambil terus mengobrol ketawa-ketiwi. Mereka hampir 2 tahun tidak bertemu karena Roy dan juga Gaby tinggal di provinsi lain daerah Kalimantan dan baru kali ini mereka pulang ke kampung halaman dan sangat kebetulan sekali bertemu dengan sahabat lama. 

__ADS_1


" Oh iya di mana Rendy apa dia sudah menikah?" 


Deg … 


__ADS_2