
Setelah acara akad pun Riko dan juga Olivia tidak sama sekali meninggalkan bangsal rumah sakit karena tak ingin meninggalkan anak mereka sedetikpun. Kondisi Andre saat ini sudah lumayan baik keduanya merawat dan menemani tanpa mengenal lelah padahal hari ini adalah hari pernikahan mereka di mana seharusnya keduanya memiliki waktu untuk berdua apalagi di malam pengantin baru.
" Kalian pulang saja biar mama yang akan menjaga Andre." Ini sudah kesekian kalinya Mama Ana menyuruh anak dan menantunya itu untuk pulang ke rumah dia juga tidak ingin keduanya tidak istirahat dengan baik akibat terus menjaga Andre di rumah sakit ini. Dan yang paling utama mereka adalah pengantin baru tentu menginginkan momen malam pertama mereka.
" Tidak apa-apa mah Mama saja yang pulang Mama pasti jauh lebih capek dibanding kami," tahu trico lagi lagi laki-laki itu tidak menunjukkan keegoisannya.
" Mama tidak capek sama sekali Riko, justru Mama capek melihat kalian yang sudah sangat lelah menjaga Andre dari semalam. Pulang lah istirahat dulu, besok baru kalian ke sini lagi," bujuk mama Ana.
" Tapi Mah, Olive takut Andre bakalan mencari Olive apalagi saat sakit seperti ini dia sangat rewel tidak mau jauh-jauh dari Olive." Rasanya tidak tega meninggalkan anak di saat sakit seperti ini Olivia sungguh sangat mengenal anaknya di saat sakit pasti dirinya lah yang nomor satu dicari.
"Betul apa yang dikatakan oleh Olive Mah, jadi biarlah kami yang akan menjaga Andre malam ini sampai dia benar-benar sehat kembali. Mama sebaiknya pulang saja dan istirahat pasti Mama lelah kan mengurus semuanya dari kemarin."
Mama Ana menghela nafasnya memang sejujurnya dirinya sudah sangat lelah sekali tetapi dia sangat tidak enak karena hari ini adalah hari pernikahan anak dan menantunya dia tidak ingin momen pengantin baru mereka terganggu pasti semua pengantin baru menginginkan malam pertama, jadi Mama Ana berusaha agar anak dan menantunya dapat merasakan malam pertama juga walaupun bukan yang pertama tetapi rasa rindu ingin kembali menyatukan cinta mereka pasti ada apalagi setelah hampir setahun lebih keduanya berpisah.
" Tapi ini kan malam pertama kalian setelah 1 tahun berpisah, apa kalian tidak saling merindukan?"
Blus … wajah anda langsung merah merona mendengar tentang malam pertama. Kemudian dia melirik suaminya dengan malu-malu jantungnya langsung berdetak kencang. Benar ini adalah malam pertama mereka setelah setahun lebih berpisah Olive melupakan fakta tersebut. Olive menjadi kepikiran mungkin benar apa yang dikatakan mama Riko suaminya pasti sangat menginginkan momen tersebut apalagi mereka sudah sah menjadi suami istri. Tetapi Olive begitu mengkhawatirkan Andre dia tidak ingin jauh-jauh dari anaknya lalu dia harus bagaimana?
Riko yang mendengar pernyataan sang mertua membuatnya tertawa Olive mengurutkan kening yang menatap sang suami.
" Hahahaha, apa yang Mama pikirkan kenapa di saat seperti ini mama malah memikirkan tentang itu?" Tanyanya jangan gelak tawa.
" Kamu ketawa kenapa, Mas?" Tanya Olivia heran padahal dia takut jika suaminya pasti akan merasa sedih karena tidak menikmati indahnya malam pengantin seperti pasangan suami istri yang baru menikah pada umumnya.
" Tentu saja aku tertawa gimana tidak ternyata mama mau khawatirkan masalah itu," ucapnya.
" Mama tidak perlu khawatir toh kami bisa melakukannya kapan saja, benar kan sayang." Baju Olivia langsung bersemu merah saat suaminya merangkul dirinya laki-laki itu bahkan mengedipkan sebelah mata saya akan menggoda dirinya.
" Mas …" Olivia melototinnya tajam ya benar-benar sangat malu sekali.
" Jangan bilang kau akan melakukannya di rumah sakit ini?" Selidik Mama Hana karena perbuatan itu tidak baik jika dilakukan di sembarangan tempat bahkan rumah sakit ini yang bukan tempat privasi suami istri.
Riko kembali tertawa." Aku tidak akan melakukan itu Mah, Mama tenang aja aku masih bisa menahannya. Lagi pula setelah Andre sehat dan kembali ke rumah, Mama akan bersiap-siap menjaga cucu kesayangan Mama itu selama 24 jam karena aku tidak akan membiarkan Olivia keluar dari kamar sedetikpun saat itu," ucap Rico seraya tanpa malu.
Olivia mencubit perut suamiya karena sangat malu sekali. Suaminya itu benar-benar tidak tahu malu berkata demikian di depan mertuanya.
" Hahaha, baiklah baiklah berarti Mama akan istirahat penuh ekstra kali ini ya agar supaya nanti mama memiliki tenaga untuk menjaga Andri di saat kalian tengah bertemu Mama janji tidak akan membiarkan antri mengganggu kebersamaan kalian." Sambil mengedipkan sebelah mata Mama Ana keluar dari ruang rawat Andre dia mengerti mungkin inilah cara Rico untuk membalas dendam karena tertundanya malam pertama mereka.
" Iih, bisa-bisa kamu berkata seperti itu di depan Mamah, gak punya malu banget," cemberut Olivia.
" Hehehehe, terus mau jawab apa?" Jawab Rico seraya tanpa dosa.
" Ya tapi kan gak ngomong kayak gitu juga, kan malu," kesel Olivia dia duduk dengan tangan dilipat. Rico tertawa kecil lalu dia merebahkan dirinya dan menjadikan paha Olivia sebagai bantal.
" Gak usah malu, mama pasti ngerti kok. Dan aku juga ingin mama nantinya mau menjaga Andre setelah dia sudah benar-benar sehat. Karena aku ingin kita pergi berbulan madu berduaan saja di puncak."
Hariku berencana ingin berbulan madu yang kedua bersama istrinya di daerah puncak, sekarang dirinya masih bisa menahan diri karena sikon yang tidak memungkinkan tetapi jika anaknya sudah sehat dan kembali ceria itulah cara Riko untuk membalas dendam dengan membawa Olivia berlibur selama dua hari tanpa membawa Andre.
__ADS_1
" Bulan madu?" Ulang Olivia terkejut jika suaminya menginginkan bulan madu.
" Iya, setelah Andre sehat dan ceria kembali kita akan pergi ke puncak selama dua hari untuk bulan madu. Jadi biarlah Andre untuk sementara bersama mama Ana dulu."
" Tapi kan Mas bulan madu nggak harus pergi jauh-jauh, nanti gimana kalau Andre nyariin, lagi pula dia belum pernah berpisah sama aku selama ini."
Olivia merasa sangat keberatan sekali jika harus pergi jauh dari anaknya tentu rasa khawatir akan selalu ada dalam hatinya walaupun anaknya nanti sudah kembali sehat seperti sedia kala.
Riko bangkit dari tidurnya dia duduk kemudian menatap wajah istrinya yang sepertinya tidak menyetujui Hida rencananya itu kemudian Riko menghela nafasnya berat.
" Baiklah jika kamu tidak menyetujuinya aku juga tidak akan memaksa, toh lagian dulu kita selalu berbulan madu bahkan sampai ke luar negeri dan sekarang saatnya kita menikmati waktu bersama dengan anak. Aku saja yang terlalu bersemangat. Maaf ya karena aku tidak bertanya dulu yang tidak memikirkan perasaanmu yang begitu sangat mengkhawatirkan Andre."
Riko mengusap pucuk kerudung istrinya walaupun sebenarnya hatinya agak merasa kecewa tetapi dia tidak ingin memaksa jika istrinya itu tidak menyetujui rencananya. Riko mengerti karena Olivia sudah menjadi seorang ibu yang tidak ingin berpisah jauh-jauh dengan anaknya, Riko berpikir jika dirinya terlalu egois karena mementingkan keinginannya saja.
" Apa kamu marah Mas?" Olivia merasa tidak enak ya takut jika suaminya kecewa.
Jika tersenyum walau menggeleng kemudian dia menepuk. " Kemarilah aku tahu kamu lelah sudah waktunya kita istirahat. Aku tidak marah kok lagian ini bukan pernikahan kita yang pertama jadi untuk apa berbulan madu segala, tidak terlalu penting. Aku tadi hanya bercanda saja kok."
Olivia mengangguk kemudian dia membaringkan dirinya dan menjadikan paha suaminya sebagai bantal kedua mata Olivia terpejam karena nyatanya dirinya memang sangat lelah sekali.
Sementara Riko mengusap pucuk kepalanya dengan lembut dia menghela nafasnya panjang kemudian menetap ke arah ranjang pasien di mana Andri tengah tertidur lelap.
" Benar, ini bukan pernikahan kami yang pertama dan untuk bulan madu bukankah dulu kami juga sudah sangat puas sekali. Sekarang sudah saatnya menghabiskan waktu bersama dengan anak istri tanpa harus berpisah walaupun hanya sehari -dua hari. Toh rasanya juga sama kan, mau berbulan madu atau tidak yang penting Olivia dan Andre bahagia," batin Riko menyemangati dirinya sendiri.
Setelah tiga hari kemudian Andre dinyatakan benar-benar telah pulih dari demamnya dan sudah kembali sehat seperti sedia kala Riko dan Olivia sangat senang sekali karena hari ini Andre sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Olivia membereskan baju-baju Andre di rumah sakit sementara Riko dia menggendong anaknya dan mengajaknya bermain, Olivia tersenyum melihat keakraban keduanya begitu sangat dekat sekali. Alifia berandai-andai jika Andre adalah anaknya Riko pasti hidupnya terasa lebih sangat bahagia sekali namun sayangnya Andre bukanlah titisan Riko melalaikan titiskan laki-laki yang sudah membuatnya menderita dan itu semua kesalahan dirinya sendiri. Mungkin inilah sebuah karma dan Olivia sangat menyesali itu semua.
" Eh, iya Mas. Ayo kita pulang sekarang." Olivia hendak mengangkat tas baju-baju milik Andre tetapi Riko mencegahnya kemudian dia mengambil alih tas tersebut.
" Biar aku aja Mas, kamu pasti berat. Kamu udah gendong Andre loh."
" Suamimu ini bukan laki-laki lemah sayang antri dan tas ini bukan apa-apanya, sudahlah ayo." Sebelah kanan tangan Riko menggendong Andre sementara tangan kirinya mengenteng tas milik Andre laki-laki itu tidak membiarkan Olivia membawa beban berat sama sekali.
Olivia menghela pasrah dia tersenyum tipis karena suaminya begitu sangat pengertian padahal dirinya sanggup membawa tas milik Andre tersebut karena tidak terlalu banyak.
Sesampai di parkiran Olivia bergegas membuka pintu bagasi mobil agar suaminya bisa meletakkan tas tersebut setelah itu dia kembali menutup pintu bagasi mobil lalu keduanya sama-sama masuk ke mobil dan Olivia mengambil alih untuk menggendong Andri sementara Rico menyetir.
" Andre seneng kan hari ini kita bisa pulang, sehat terus ya Nak." Sebelum melajukan mobilnya Andre mengecup pipi gemes anaknya dulu.
" Iya Papa terima kasih." Olivia yang menjawab menirukan suara anak kecil. Sementara Andre hanya tertawa saja dengan ocehannya sendiri. Andre terlihat sangat bahagia sekali wajahnya sudah kembali ceria seperti sedia kala.
Setelah cukup lama diperjalanan kini mobil Rico sudah terparkir rapi di halaman rumah mama Ana. Mereka sementara tinggal disana karena Olivia tidak tega meninggalkan mamanya seorang diri.
" Assalamualaikum …" Rico dan Olive membuka pintu rumah.
" Waalaikumsalam." Dan ternyata sudah pada menunggu kedatangan mereka. Disana bukan hanya ada mama Ana saja tetapi ada juga kedua orangtuanya Rico yang turut hadir menyambut kedatangan mereka.
" Wah ramai sekali," ujar Olivia.
__ADS_1
" Iya dong, kami sengaja datang untuk menyambut si ganteng ini." Mama Sinta langsung menggendong Andre. Dia sangat senang sekali karena cucunya sudah sehat kembali.
" Kalian pasti lelah, sekarang istirahatlah lah biar kami yang menjaga Andre," ucap mama Ana.
" Kalian ini sengaja ya mau menculik Andre dariku," rajuk Olivia dia sudah didorong oleh mama Ana supaya cepat langsung pergi ke kamar.
" Kami orang tua yang penuh pengertian. Sebaiknya kamu bersikap saja, jangan lupa mandi yang bersih ya." Sambil mengedipkan sebelah mata mama Ana keluar dari kamar dan menutup pintu. Dia sengaja menyuruh anaknya masuk ke kamar lebih dulu supaya bisa menyiapkan diri. Tentu untuk menyambut sang suami karena mereka akan tidur sekamar lagi mulai malam ini.
" Oh iya Rico, ini Papah sudah menyewakan vila di puncak selama 3 hari. Jadi kalian besok sudah bisa berangkat, semuanya sudah kami siapkan disana."
Papah Wisnu sudah menyiapkan semuanya, Rico tadinya meminta tolong dengan papah supaya lebih cepat. Tetapi semuanya gagal total, Rico tersenyum pahit saja.
" Maaf ya Pah sudah merepotkan. Tapi kami tidak akan pergi bulan madu kemanapun," ujar Rico.
" Loh kenapa? Andre sudah sehat, lalu apa masalahnya? Kalau urusan kantor kamu bisa serahkan semua ke Papah," sahut Sinta.
Rico menggeleng." Rico yang terlalu egois sampai-sampai tidak bertanya lebih dulu pada Olivia."
" Apa Olivia menolak untuk pergi bulan madu?" Mama Ana langsung menyela. Rico menoleh arahnya kemudian tersenyum tipis.
" Ini salah Rico, seharusnya Rico memikirkan perasaan Olivia. Pasti dia tidak ingin jauh-jauh dengan Andre. Apalagi Andre baru saja sembuh, toh dulu kami selalu pergi berbulan madu terus bahkan hampir di setiap negara hingga puas. Dan sekarang sudah waktunya menikmati kebahagiaan bersama dengan Andre."
Ana menghela nafasnya kemudian dia melirik ke arah besannya yang hanya diam saja, Ana merasa tidak enak sekali padahal mereka sudah sangat begitu baik entah apa yang dipikirkan oleh anaknya itu sungguh sangat mengesalkan hati.
" Rico ke kamar dulu ya mau mandi, titip Andre dulu ya," pamit Rico.
" Sayang sama Oma dan Opah dulunya, jangan nakal oke." Setelah mengecup pipi Andre, Rico pergi ke kamar Olivia.
" Mas …" Olivia baru saja selesai mandi dia sedang mengeringkan rambutnya.
" Kamu mau mandi? Aku siapkan air dulu ya." Riko mengganggu kemudian Alifia meletakkan hair dryer nya kemudian pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air.
Riko berjalan ke arah tempat tidur kemudian dia merebahkan dirinya dan memejamkan matanya sejenak untuk menghilangkan rasa lelah karena jujur saja selama di rumah sakit Riko merasakan kurang tidur dan tubuhnya begitu pegal-pegal akibat tidur di sofa.
Beberapa menit kemudian Olivia keluar dari kamar mandi. " Mas air mandinya sudah siap."
Saat mendekati suaminya ternyata Riko sudah tertidur dengan lelap Olivia tersenyum lalu perlahan dia duduk sambil membelai pucuk kepala suaminya dengan pelan lalu tersenyum.
" Kamu pasti capek, tidurlah sebentar." Olivia mengecup kening suaminya dengan sangat lembut kemudian dia keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malam dan membiarkan suaminya itu tidur untuk menghilangkan rasa kantuknya, Karena Olivia tahu pasti Riko sangat begitu lelah sekali.
Olivia menurut anda dia melihat mertuanya tengah asik bermain dengan Andre sementara mamahnya berada di dapur membantu pelayan rumah menyiapkan makan malam karena hari sudah sore Olivia pun berjalan menuju dapur untuk membantu juga menyiapkan makan malam mereka.
" Masak apa malam ini kita, Mah?" Tanya Olivia.
Ana menatap anaknya kemudian dia meletakkan pisau yang ia pegang untuk memotong sayur lalu dia mencuci tangannya lebih dulu.
" Olivia Mama boleh bicara?" Tanyanya dengan nada serius.
__ADS_1
" Kenapa kamu menolak pergi bulan madu bersama Riko Olivia?" Langsung bertanya pada intinya.