
" Hey, kamu kenapa?" Riko kaget melihat air mata istrinya mengalir membasahi wajah cantiknya. Dengan cepat Riko mengusap air mata tersebut.
" Aku minta maaf Mas, aku bener-bener minta maaf," ucapnya menangis.
Riko kebingungan maaf untuk apa bahkan sampai istrinya itu menangis apa Olivia kembali melakukan kesalahan tetapi kesalahan apa selama ini semuanya baik-baik saja berikut tidak mengerti.
" Maaf untuk apa?" Tanyanya kebingungan.
Olivia menangis, kemudian dia menatap suaminya sambil mengusap air matanya. Olivia meraih salah satu tangan Rico kemudian ditempelkan pada wajahnya.
" Aku mohon jangan lagi menahan diri Mas, aku tahu jika kamu sangat menginginkannya. Hanya karena tidak ingin membuatku lelah kamu rela menahan diri." Dengan nada serak Olivia berucap lirih.
" Aku tidak mau menjadi seorang istri yang berdosa, maka dari itu tolong sentuhlah aku Mas. Aku ini istrimu, dan kamu adalah suamiku. Kita sudah halal, jadi tolong sentuhlah aku malam ini," lanjutnya memohon.
" Aku tidak apa, justru aku sudah menunggu women ini. Karena sejujurnya aku sangat merindukanmu, Mas. Aku mencintaimu. Tolong berikan surga dunia untukku malam ini, Mas."
Dengan kata lain sejujurnya Olivia sangat merindukan sentuhan suaminya, walaupun dirinya sudah sangat kotor akibat perbuatan Rendy tetapi Olivia tidak munafik. Tubuhnya sangat menginginkan belaian kasih dari suaminya itu, tubuhnya sangat merindukan kemanjaan dari suaminya itu.
Olivia mengecup telapak tangan Rico lembut, dia memberikan kode dengan terus terang. Kemudian Olivia mengemut jari telunjuk suaminya bak mengemut lolipop rasa strawberry. Penuh penghayatan hingga membuat pikiran Riko travelling ke mana-mana.
" O-Olivia, apa kamu yakin?" Dengan wajah yang sudah amat sangat merah tubuhnya akan menahan sesuatu yang hendak meledak. Riko masih sempatnya bertanya apakah istrinya itu begitu yakin menyerahkan dirinya malam ini. Walaupun bukan yang pertama tetapi mereka sudah berpisah lebih dari satu tahun pasti Riko tidak ingin sembarangan menyentuh istrinya tanpa persetujuan.
" Aku sudah menggodamu seperti wanita murahan Mas, apakah masih kurang yakin?"
Olivia merangkak dan duduk di atas tubuh Riko kemudian dia mengeliuk-ngeliukkan tubuhnya lalu tangan nakalnya meraba-raba dada suaminya yang bidang itu.
Riko memejamkan kedua matanya dia merasakan sesuatu yang berdenyut di bagian bawah sana tepat didudukin Olivia itu.
__ADS_1
Olivia tersenyum puas dia merasakan sesuatu menusuk-nusuk dirinya dia yakin jika milik suaminya sudah berdiri tegak Namun bukan keadilan seakan meminta lebih kemudian Alifia dengan nakal dia kembali menggoyang-goyangkan tubuhnya hingga membuat Riko mengeram.
Karena sudah tak tahan lagi akhirnya Riko bangkit kemudian dia mengambil ahli dan sekarang dirinyalah yang menindihi Olivia. Dia tetap dua bola mata istrinya ya sangat dalam kemudian dia menciumnya begitu lembut.
" Kau benar-benar membuatku gila Olivia, jangan salahkan aku jika besok kamu tidak bisa bangun."
Dengan senyumannya ringan Riko membuka baju kaosnya kemudian dia dengan penuh nafsu mencium kembali bibir Olivia yang merah bagaikan ceri itu dengan sangat rakus.
Olivia hanya pasrah sebisa mungkin dia membalas suaminya, dia merangkul leher suaminya hingga memperdalam ciuman mereka. Tubuh Olivia merasakan begitu panas sentuhan lembut yang diberikan oleh Riko membuatnya sangat bergairah sekali, kecupan demi kecupan yang diberikan Riko hingga keduanya sama-sama tidak lagi memakai apapun.
Berikut terpesona melihat tubuh indah istrinya walaupun wanita itu sudah melahirkan namun keindahan tubuh milik istrinya itu masih tetap terjaga sama seperti dulu tidak pernah berubah sama sekali.
" Cantik, masih terlihat sangat cantik," ucapnya penuh pujian saat melihat si gunung kembar padahal anaknya saat ini masih menyusu namun bentuk nya masih tetap terlihat sangat indah bahkan membuatnya jauh lebih besar dari sebelumnya. Riko pun sangat menyukainya kemudian dia melahapnya dengan penuh nafsu bak anak kecil yang tengah kehausan.
Olivia hanya mendesah menikmati apapun yang di berikan oleh suaminya itu benar-benar berbeda saat Rendy menyentuh dirinya yang sangat begitu kasar. Olivia sangat menikmati indahnya surga dunia ini.
" Aku sangat mencintaimu mas aku benar-benar mencintaimu." Kicaunya memeluk erat Riko saat mereka sudah menyatu dengan sempurna.
Dengan irama romantis yang disetel oleh Riko semakin membuat pertempuran mereka malam ini begitu indah dengan diiringi irama dan ******* memenuhi ruangan kamar tersebut.
Ronde pertama cukup menguras tenaga mereka berdua, kemudian keduanya saling melempar senyum lalu kembali berpelukan. Dan malam ini tak ada kata tidur bagi pasangan pengantin baru ini karena mereka berdua menghabiskan waktu penuh cinta dengan berbagai macam gaya saling melepas rindu, seakan membalas dendam karena sudah lama tidak merasakan indahnya bercinta.
Setelah puas bertempur hingga tenaga benar-benar terkuras habis barulah keduanya tidur nyenyak sambil berpelukan saat ayam sudah mulai berkokok.
" Ibu belum turun?" Tanya Eni pengasuh Andre, dia bertanya pada Ana yang sedang menyuapi cucu nya makan.
" Biarkan saja, jangan di ganggu dulu. Mungkin mereka sangat lelah." Dengan senyum Ana menjawab, dia mengerti sekali mengapa anak dan menantunya masih belum bangun padahal matahari sudah bersinar terang.
__ADS_1
Mbak Eni manggut-manggut mengerti, dia menemani Ana menyuapi Andre makan.
" Mulai sekarang kamu harus bekerja keras menjaga Andre ya, jangan pikirkan soal gaji nanti akan saya tambahin," ucap Ana. Mbak Eni tidak mengerti.
" Maksud Nyonya?" Ana tersenyum sambil terus menyuapi cucunya makan dengan sangat telaten.
" Mereka akan selalu begadang setiap malam, dan akan bangun siang setiap hari. jadi tugas kamu akan bertambah untuk ekstra menjaga Andre karena mulai dari sekarang Andre akan jarang bertemu dengan ibunya."
" Oh …" Mbak Eni mengerti karena dirinya dulu pernah menikah walaupun sekarang dia seorang janda tentu sangat mengingat sekali saat memiliki suami. Mbak ini pun mengacungkan jempolnya tanda setuju.
Olivia merasakan perutnya lapar kemudian dia perlahan membuka mata dan melihat jam alarm, Olivia sangat terkejut luar biasa melihat hari sudah semakin siang patut saja perutnya sudah sangat lapar karena jam sudah pukul 10.00 lewat dan dirinya baru saja terbangun dari tidurnya.
" Mas bangun mas hari Sudah siang kita akan segera terlambat," kata Olivia membangunkan suaminya.
Riko perlahan membuka mata lalu dia mengucap-ngucek kelopaknya melihat istrinya yang sudah bangun dari tempat tidur. Adikku melihat jam ternyata hari sudah siang kalau dia meregangkan otot-ototnya.
" Terlambat ke mana sih?" Tanya Riko saat melihat Olivia bergegas mengambil koper dan membuka lemarinya lalu memilih baju-baju yang akan dibawa.
" Kan hari ini kita mau pergi ke puncak, jika semakin siang kita pergi kesana. Semakin sedikit pula waktu kita untuk menikmati bulan madu," ucapnya sambil terus melipat baju-bajunya yang akan dibawa dan kemudian memasukkan ke dalam koper.
Riko tersentak kemudian dia bangkit dari tempat tidurnya menatap sang istri heran. Bukannya tidak setuju pikir Rico, lalu mengapa sekarang bergegas ingin pergi ke puncak apa sebenarnya yang terjadi?
" Kamu berubah pikiran, kenapa?" Tanyanya kebingungan. Kemarin menentang keras dengan alasan tidak jauh-jauh dari Andre. Lalu sekarang bangun dari tidur langsung buru-buru agar segera pergi ke puncak untuk menikmati bulan madu berdua tentu membuatnya kebingungan.
Olivia menghentikan tangannya yang lagi melipat baju kemudian Olivia menghampiri Rico lalu duduk di bibir ranjang tepat di samping suaminya tersebut.
" Kemarin aku begitu khawatir karena Andre baru saja sembuh dari sakit. Namun melihatnya yang sudah sehat dan ceria kembali aku menjadi berubah pikiran dan ingin menghabiskan waktu bersama denganmu selagi masih ada kesempatan. Maafkan aku ya soal kemarin aku terlalu banyak kekhawatiran."
__ADS_1
Tentu saja levia tidak ingin menceritakan mengapa dirinya bisa berubah pikiran, biarlah itu menjadi rahasia dirinya dan juga kedua mertuanya.
" Sebenarnya tidak masalah jika kita tidak jadi pergi bulan madu sayang, karena seperti ini saja aku sudah sangat bahagia sekali." Riko menarik untuk istrinya dan memeluknya.