Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
bertemu dengan mantan


__ADS_3

Pertengkaran demi pertengkaran mereka lakukan setiap hari seakan tak pernah ada bosan-bosannya, padahal hanya masalah sepele akan tetapi pertengkaran itu begitu besar hingga pemukulan yang dilakukan oleh Rendy terjadi di setiap harinya. 


Bukan hanya luka fisik yang dialami oleh Olivia melainkan luka batinnya juga. Akan tetapi dia tidak berani untuk mengadu atas kekerasan yang dilakukan oleh suaminya itu, dia juga tidak ada tempat untuk mencurahkan hatinya kepada siapapun bahkan termasuk keluarganya sendiri. Sungguh wanita yang malang, penghianat yang dia lakukan balasannya begitu lebih menyakitkan hingga setiap harinya dia menangis dan menyesali perbuatannya, karena perbuatannya ini lah yang membuat hidup nya hancur, tak ada lagi kebahagiaan di masa depannya. 


Ingin pergi jauh dari suaminya itu dan membawa anaknya, namun akan kemana dirinya melangkah? Olivia kebingungan, maka dari itu dia tidak berani untuk mengambil jalan pintas dan hanya bisa bertahan dan bersabar. 


" Kita pergi berbelanja ya, bahan-bahan di rumah sudah pada habis." Melihat isi kulkas sudah mulai kosong, dengan uang seadanya Olivia mengajak Andre pergi berbelanja. 


Uang bulanan memang dia dapatkan dari Rendy, akan tetapi tidak bayak seperti dirinya saat menjadi istrinya Rico dulu. Olivia harus pintar -pintar mengatur keuangan yang di berikan oleh suaminya yang berjumlah 2 juta saja. Padahal kebutuhan jauh lebih besar ketimbang pemasukannya. Olivia tidak berani protes mengenai uang bulanan yang sangat terbilang kurang, boro-boro membeli peralatan kecantikan untuk dirinya, baju saja Olivia tidak pernah membelinya walaupun hanya sekedar daster saja mengingat keuangan yang sangat minim.


Olivia pergi dengan menggunakan celana jens dan baju kaos saja, dia tidak berdandan hanya saja menggunakan bedak tabur bayi dan lipstik di bibirnya. Olivia masih bersyukur setidaknya baju-bajunya dulu masih layak di pakai sehingga tidak perlu khawatir akan tidak ada baju. 


Dengan senyuman lebar dia mengunci pintu, sementara Andre dia gendong dengan menggunakan gendong monyet alisan gendongan depan. Rendy hanya memiliki satu mobil saja dan itupun di pakai olehnya ke kerjaan sehingga Olivia harus menggunakan angkot untuk menuju ke pasar. 


Olivia sudah mulai terbiasa sekarang, padahal dulu dirinya adalah seorang putri yang tak melakukan apapun bahkan kemana-mana saja harus menggunakan mobil yang ia setir sendiri. Setelah menikah dengan Rico dirinya menjadi seorang ratu yang semakin dimanjakan oleh suaminya tersebut. Namun kini semua hilang dalam sekejap, dari putri menjadi ratu, dan kini malah menjadi babu. Sungguh malang nian nasibnya. Namun Olivia tidak mengeluh akan hal tersebut.


Sesaat sedang menunggu angkot di pinggir jalan, tiba-tiba sebuah mobil hitam yang mewah berhenti di hadapannya. Olivia mengerutkan keningnya menatap mobil tersebut.


" Mobil siapa ya? Kenapa berhenti harus di depan orang sih, jika begini angkot gak bakalan melihat keberadaan ku," gerutu Olivia, dia pun berpindah tempat di belakang mobil tersebut.


"Olivia, kamu ngapain berdiri disini?" Tanya terkejut melihat penampilan Olivia yang berubah drastis. Dari wajah yang dulu putih kinclong, kini menjadi pucat dan kusam. Baju yang mewah bermerek kini ala kadarnya saja. 

__ADS_1


Mendengar namanya di panggil dan suara itu begitu familiar sontak Olivia menoleh, betapa terkejutnya dirinya setelah mengetahui si pemilik mobil hitam tersebut. Dengan cepat dia menunduk tak ingin menunjukkan wajahnya yang jelek ini ditambah lagi malu untuk bertatap dengannya.


" Olivia Kamu sedang apa di sini?" Tanyanya sekali lagi.


" Eh Mas Riko, Mas Riko ngapain di sini?" Bukannya menjawab justru Olivia balik bertanya dia pun sangat gugup dan canggung bahkan untuk menatap wajahnya dia tidak memiliki nyali.


" Aku tidak sengaja lewat dan kamu ngapain berdiri di sini? Ini sangat berbahaya," kata Riko ini benar-benar dibuat terkejut dengan Olivia yang nampak begitu sangat kurus ketika dia melihat dari dekat.


" A-aku aku mau pergi ke pasar dan sekarang lagi nungguin angkot," jawabnya jujur Olivia tidak memiliki nyali lagi untuk berbohong kepada Riko.


" Pasar … angkot?" Kembali dikejutkan seorang Olivia mau pergi ke pasar bahkan mau naik angkot sungguh keajaiban yang luar biasa. Namun Rico sangat heran, di mana Rendy? kenapa dia sampai membiarkan istrinya pergi ke pasar dan menaiki angkot sambil membawa anak yang masih bayi. Sungguh ingin sekali Rico bertanya namun dia urungkan. 


" A-aku, aku duluan ya Mas. Angkot nya sudah mau dekat," pamit Olivia dengan gugup sesaat dia hendak melangkah ingin memanggil angkot tiba-tiba tangannya dicegah oleh Rico.


" Tidak apa-apa Mas, kami sudah terbiasa. Terima kasih sudah menawarkan." Olivia menolak dengan tegas dia tidak ingin merepotkan mantan suaminya itu.


" Aku tidak menerima penolakan Olivia ayo masuk ke dalam atau kota record dengan paksa." 


Olivia tidak bisa menolak, dia sudah mengetahui sifat mantan suaminya itu. Jika Rico berkata tidak, maka tidak untuk semua. Begitupun juga sebaliknya, sehingga Olivia mau tak mau menerima tawaran dari mantan suaminya tersebut.


" Di mana Rendy?" Tanya Riko membuka keheningan.

__ADS_1


" Dia lagi bekerja, makanya dari itu dia tidak bisa mengantar kami untuk pergi berbelanja." Sedikit berbohong nyatanya suaminya itu kerja maupun tidak tetap saja tidak mau mengantarkan dirinya untuk pergi berbelanja.


 Riko mengangguk-angguk percaya." Tapi kenapa kamu harus belanja di pasar? Di supermarket bukannya ada, dan jauh lebih higienis. Bukannya dulu kamu jauh lebih mengetahui segalanya." 


Begitu banyak perubahan Olivia saat ini, dari gaya hidup dan juga penampilan yang paling diutamakan oleh wanita itu. Apa sebenarnya yang terjadi? Seakan Olivia memiliki tekanan batin yang begitu menyakitkan, namun Rico tidak ingin menanyai hal tersebut karena bukan lagi urusan dirinya. 


" Apa masalahnya belanja di pasar? toh di sana juga sayurannya seger-seger dan yang paling utama jauh lebih murah. Masalah higienis, semuanya sama-sama higienis tergantung kita saja pinter-pinter memilihnya atau tidak." 


Riko kembali dibuat takjub oleh perubahan drastis mantan istrinya tersebut, entah apa yang sudah Rendy lakukan hingga membuat mantan istrinya itu mengubah semua gaya hidupnya bahkan termaksud mengenai masalah makanan. Riko sedikit kagum kepada Rendi yang bisa mengubah hidup mantan istrinya. 


" Anak kamu sudah usia berapa bulan? Dia mirip sekali dengan Rendy." Riko mengubah topik dia tidak sengaja melihat wajah Andre dan ternyata wajah anak laki-laki tersebut sangat mirip dengan wajah mantan sahabatnya.


Olivia tawa kecil, orang lain saja bisa melihat dan menilai jika anaknya ini benar-benar sangat mirip dengan ayahnya. Akan tetapi Rendy justru mengatakan jika anaknya ini bukanlah darah dagingnya sendiri, sungguh sakit sekali hatinya.


" Oya, aku sangat kesal. Padahal aku yang mengandung dan melahirkan tetapi wajahnya malah mirip dengan orang lain," ujar Olivia. 


" Ayahnya, bukan orang lain. Kamu ini kalau di dengar Rendy pasti dia bakalan mengeluarkan tanduknya loh." Rico tertawa, dia menganggap ucapan Olivia hanyalah candaan saja. 


Olivia pun ikutan tertawa, biarlah semua yang dia alami tidak perlu ada yang tahu. Terutama oleh Rico.


" Brengsek kau Olivia, diam-diam ternyata selama ini kau masih menemui mantan suami mu ya. Hebat! Kau nampak begitu bahagia sekali." 

__ADS_1


Dari kejauhan ternyata saat sama-sama lampu merah tepat saling berhadapan Rendy tidak sengaja melihat mobil Riko dan kaca mobil itu sangat terlihat jelas hingga bisa tahu siapa orang yang berada di dalamnya, tentu dirinya sangat mengenali istrinya tersebut dan juga mantan sahabatnya itu. Tangannya terkepal kuat di setir mobilnya melihat betapa bahagianya istrinya itu bersama Rico. 


__ADS_2