
" Oh iya di mana Rendy apa dia sudah menikah?"
Rendy Roy dan juga Riko adalah sahabat lama saat masa kuliah dulu. Tentu mereka kenal dengan Rendy begitupun juga dengan Gaby karena sebelum mereka pindah ke Kalimantan selalu bersama-sama dan hanya Rendy sendiri yang masih lajang saat itu.
Deg … Riko dan juga Olivia saling pandang mereka bingung ingin menjelaskannya seperti apa karena kehidupan mereka bertiga begitu rumit dan sulit untuk dijelaskan. Sementara sahabat mereka tidak tahu tentang kejadian tahun lalu di mana Olivia dan Rendy berselingkuh dan pernikahan Olivia dan juga Riko hancur saat itu.
" Iya ya di mana Rendy udah lama nggak ketemu sama dia rindu juga sama dia. Jangan-jangan sampai sekarang dia masih jomblo lagi dasar bujang lapok," ujar Gaby seraya tertawa karena selalu Rendi yang menjadi olok-olokan mereka dan selalu Rendy pula yang menjadi saksi bisu keromantisan mereka. Rendy selalu saja menjadi obat nyamuk kala itu karena hanya dirinya yang masih belum memiliki pasangan.
" Emmm …" Olivia tidak tahu harus menjawab apa dia melirik ke arah calon suaminya.
" Rendy sudah tidak tertinggal bersama aku lagi dia sudah pergi ke luar negeri," jawab Riko.
" Rendy ke luar Negeri? Jangan bilang dia berhasil." Ucap Gaby tidak menyangka.
" Wah beneran, nggak nyangka tuh anak tercapai juga cita-citanya ingin melanjutkan studi di luar negeri."
Mereka memang mengetahui jika Rendy memiliki keinginan pergi keluar negeri untuk melanjutkan studi disana supaya bisa menjadi orang yang hebat.
" Ya begitulah," jawab Rico, tentu saja dia berbohong karena sangat sulit untuk menjelaskan jika mereka mengetahui bahwa Rendy berada di dalam tahanan.
" Syukurlah kalau begitu." Woi ikut merasa senang karena sahabatnya berhasil mencapai tujuannya pergi ke luar negeri. Mereka tidak curiga sama sekali dengan kebohongan Riko ciptakan karena memang itulah alasan satu-satunya supaya kedua sahabatnya itu tidak lagi bertanya tentang Rendy yang sangat amat dia benci.
" Kalau gitu boleh dong aku minta nomornya, kali aja pas kami jalan-jalan ke luar negeri ketemu sama dia ya kan?" Ujar Gaby dengan sangat semangat.
Lagi-lagi pertanyaan mematikan itu membuat Olivia dan juga Riko sangat kebingungan mereka saling pandang kembali bingung harus menjawab apa kali ini.
" Semenjak dia pergi ke luar negeri 1 tahun yang lalu kami lost contact aku tidak tahu di mana dia dan apa kabarnya. Aku sudah berusaha mencari tahu tentangnya tapi tidak menemukan jejak keberadaan dia."
Lagi-lagi Rico berbohong kembali, entah kenapa mulutnya seakan bergerak sendiri.
" Ya Allah, terus gimana keadaan dia? Apa kamu sama sekali tidak mengetahuinya keberadaannya, Rico?" Tanya Roy sangat terkejut. Rico menggeleng tidak peduli dia terus melanjutkan makannya. Sementara Olivia hanya diam saja.
__ADS_1
" Aku tidak tahu, lagi pula dia sudah senang disana. Dia nya sendiri yang tidak ingin kembali pulang, dan dia sendiri lah yang memutuskan hubungan denganku. Aku tidak tahu apa masalahnya," jawab Rico, dia kembali berbual.
" Aku tidak menyangka dia berbuat seperti itu, padahal karena siapa dia bisa hidup hingga sampai ke luar negeri. " Gaby percaya dengan cerita Rico. Tentu saja karena mereka mengetahui jika Rendy adalah anak angkat dan di besarkan oleh keluarga Riko.
Gaby dan Roy berpikir jika Rendy menjadi lupa diri setelah menjadi orang sukses. Memang tidak salah kata pepatah kacang lupa pada kulitnya. Gaby yakin hal ini pasti akan terjadi karena manusia itu memiliki hati yang tamak dan serakah. Setelah diberi hati pasti minta jantung dan itulah Rendy.
" Bener-bener anaknya tidak tahu di untung, tidak tahu diri, tidak punya malu." Gaby menjadi kesal mungkin bawaan hamil sehingga dia menjadi sensitif sekali.
" Sudah biarkan sajalah dia, kita doakan saja semoga dia bertobat dan kembali ke jalan yang benar," ujar Riko. Toh, memang kenyataannya kan jika harapan mereka adalah Rendy bisa bertobat dan kembali ke jalan yang benar selama di dalam sel tahanan tersebut.
Setelah makan malam selesai mereka berpisah kembali ke rumah masing-masing tak lupa minta nomor kembali agar hubungan persahabatan mereka terus berlanjut karena sempat putus akibat pindah kota hingga jarak mereka menjadi renggang apalagi nomor kontak selalu berganti-ganti dan nyaris saja terlupakan.
Riko dan Olivia kembali pulang saat ini Andre setengah tidur terlelap di dalam gendongan ibunya.
" Aku tidak nyangka kamu bisa berbohong seperti itu tentang Rendy," ucap Olivia. Riko menaikkan sebelah alisnya dia merasa kesal karena calon istrinya menyambut nama mantan suaminya.
" Kenapa apa kamu masih merindukannya?" Tanya Riko dengan raut wajah cemburu.
" Sudahlah toh dia juga tidak akan pernah lagi kembali, dan aku tidak suka kamu menyebut-nyebut namanya Aku cemburu tahu," ujarnya merajuk karena Riko tidak ingin Olivia menyebut-nyebut lagi laki-laki yang sudah menghancurkan hidup calon istrinya itu.
Olivia tertawa kecil merasa lucu dengan kecemburuan Rico. " Jangan marah, aku janji tidak akan menyebut-nyebut namanya lagi."
Olivia menggenggam tangan calon suaminya hingga membuat reda api kecemburuan dalam diri Riko tersebut dan kini menjadi tenang dan kembali tersenyum kemudian dia kecup lah tangan calon istrinya dengan lembut…
" Aku tidak sabar menunggu hari pernikahan kita," ucap Riko iya semakin mengerti. Rasa tak sabar ingin memiliki kembali wanita yang ia cintai itu.
Olivia tersipu malu karena dirinya juga sudah tidak sabar.
" Kita serahkan saja semuanya kepada Allah Mas semoga di hari pernikahan kita nanti, lancar tanpa adanya halangan."
" Amin." Rico kembali mengecup tangan mantan istrinya.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Olivia."
Olivia tersenyum." Aku juga sangat mencintaimu mas, terima kasih karena sudah mau menerima aku kembali dan memaafkan semua kesalahanku sehingga aku bisa kembali mendapatkan cintaku yang tadinya aku pikir sudah hilang selamanya."
" Allah maha pemaaf begitupun juga dengan umatnya Tidak ada salahnya untuk saling memaafkan. Semoga kejadian dulu tidak pernah terulang lagi ke depannya karena memaafkan ada batasnya."
Mungkin jika Olivia melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, hingga kata maaf tidak akan pernah mau dia dengar lagi. karena jika itu benar-benar terjadi, dirinya akan melupakan semua kenangan indah bahkan cintanya kepada Olivia. Kesempatan tidak akan pernah datang untuk yang kedua kalinya dan jika memang itu terjadi kembali mungkin sudah takdir mereka untuk berpisah selama-lama.
" Tolong percaya padaku untuk kali ini mas aku sudah berjanji kepada Allah tidak akan melakukan kesalahan seperti dulu lagi karena aku sudah berjanji kepadanya jika selain kepadanya, aku juga akan mengabdi padamu, suamiku untuk selamanya sampai maut yang memisahkan kita. Tolong ajari aku Mas, tegur aku jika aku berbuat salah."
Olivia kembali meyakinkan jika dirinya benar-benar akan berubah dan tidak akan melakukan kesalahan yang bodoh lagi seperti dulu dia berjanji apapun masalahnya nanti pasti akan dia bicarakan baik-baik dengan suaminya entah terus setuju atau tidak yang penting ada pembicaraan yang tak perlu lagi ditutup-tutupi hingga sampai berakhir pengkhianatan.
Rico tersenyum, kemudian dia mengusap kepala Olivia lembut.
" Aku percaya sama kamu, semoga kedepannya hanya kebahagiaan yang kita dapatkan ya sayang. Janji lah akan selalu setia dan hanya mencintai aku seorang seumur hidupmu."
Olivia menggeleng cepat." Maaf tapi aku tidak bisa hanya mencintai kamu aja."
Riko mengerutkan keningnya, apa mungkin Olivia masih mencintai laki-laki lain selain dirinya? Olivia pun tertawa kemudian dia menyentil kening suaminya yang mengkerut itu.
" Ada tiga laki-laki yang aku cintai di dunia ini jadi kamu jangan cemburu ya sama mereka," ucap Olivia sambil terkekeh.
" Apa maksud kamu? Jadi kamu mencintai dua laki-laki lain selain aku?" Ingin marah dong tentunya mengetahui jika Olivia mencintai laki-laki lain selain dirinya. Olivia kembali tertawa.
" Tentu saja selain kamu aku juga mencintai papa dan juga Andre jadi kamu jangan marah ya," ledeknya dia kembali tertawa.
Riko menghela nafasnya nyari saja dirinya ingin meledak. Betapa bodohnya dirinya. Dia pun ikut tertawa.
" Bodohnya Aku sampai melupakan keberadaan papa dan juga Andre." Tentu saja dia merasa bodoh karena dirinya juga mencintai dua wanita dalam hidupnya, selain Olivia tentu saja orang yang sudah melahirkannya yaitu sang mama yang selalu nomor satu di hatinya. Dia melupakan fakta tersebut.
Keduanya kembali tertawa hingga Andre tidurnya sampai terganggu dia pun menangis kemudian Olivia harus kembali menenangkannya.
__ADS_1