Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
Rico menjenguk Rendi


__ADS_3

Dua hari setelah kejadian itu Riko masih dengan begitu setianya menemani Olivia di rumah sakit bahkan dia rela tidak pulang dan bahkan tidak berangkat ke kantor hanya demi menemani Olivia di ruang rawatnya bahkan dengan sangat ikhlas Riko mau merawat Andre yang tidak ingin ikut dengan siapa-siapa selain dirinya selama Olivia masih belum sadarkan diri. Memang terdengar aneh padahal dirinya bukanlah ayah kandung atau saudara hanya mantan suami saja tetapi anak yang dilahirkan oleh oleh via dan Rendy itu tidak ingin orang lain yang menggendongnya selain Riko seorang namun Riko tidak mengeluh dia justru senang bisa menggendong bayi mungil yang begitu tampan itu.


Saat Andre sedang tidur di ruang rawat Olivia disediakan box bayi untuk Andre dan di sanalah Riko baru bisa istirahat. Dan sekarang ini Riko duduk di samping tempat tidur Olivia dia menatap sedih wajah mantan istrinya itu yang begitu terlihat sangat pucat. 


" Hei mau sampai kapan kamu tidur, hem? Lihatlah Andre dia sudah sangat merindukan ibunya, dan dia benar-benar bikin semua orang kewalahan karena Andre sama sekali tidak mau ikut siapa-siapa. Tapi untunglah denganku dia menjadi anak yang pintar, tidak menangis dan tidak rewel. Aku sudah seperti ayahnya sendiri, ya kan," ucap Riko lihat terus memperhatikan wajah mantan istrinya itu. 


Mungkin tadi malam Riko sedikit begadang akibat Andre yang tidak bisa tidur nyenyak hingga hari ini dia terasa sangat ngantuk Riko menyandarkan kepalanya di samping Olivia berbaring kemudian perlahan matanya mulai menutup dan tanpa sadar dia pun langsun nyenyak dalam tidurnya. 


" Tidak, tidak Rendi. Tolong jangan sakitin aku tidak …" 


Di alam bawah sadar Olivia wanita itu berteriak dia benar-benar ketakutan hingga membuat Riko terbangun dari tidurnya dan langsung terkejut mendapati Olivia yang sedang mengigau di alam bawah sadarnya.


" Olivia tenanglah Olivia, tidak apa-apa b******* itu sudah tidak akan bisa menyakitimu lagi." Riku mencoba untuk menenangkan Olivia yang terus berontak ketakutan memohon agar supaya Rendy tidak menyakiti nya.

__ADS_1


Riko langsung menggenggam tangan Olivia erat dan tangan kanannya mengelus pucuk kepala Olivia dia terus menenangkan wanita itu.


" Tidak apa-apa, jangan takut Olivia. Aku di sini, aku yang akan melindungimu Rendy tidak akan berani lagi untuk menyakitimu. Tidak akan kubiarkan siapapun yang akan menyakitimu lagi jadi aku mohon jangan takut lagi, oke." 


Ikut terus menenangkan Olivia, ajaibnya kata-katanya itu membuat Olivia perlahan menjadi tenang walaupun wanita itu belum membukakan mata namun sepertinya dia sudah kembali ke mimpi yang indah.


" Maafkan aku, aku berjanji akan melindungimu!" 


Riko terus mengusap lembut lucu kepala Olivia dan tangannya masih menggenggam erat tangan mantan istrinya tersebut perasaannya sungguh sangat sakit melihat wanita yang masih ia cintai itu begitu menderita. 


Seharusnya dia tidak marah dan seharusnya dia mengerti mengapa Alifia melakukan perselingkuhan semua itu karena dirinya yang tidak bisa memiliki anak. Wajar saja jika seorang istri menginginkan anak dan rela melakukan apa saja demi mendapatkan anak demi kebahagiaan di masa depan bahkan dengan cara mengkhianati sekalipun. Seharusnya Riko memiliki pikiran jernih untuk mendengarkan penjelasan yang masuk diakal dari Olivia. Namun karena rasa sakit hati itu yang sudah dikhianati istri dan sahabatnya membuatnya tidak bisa berpikir lagi dan sekarang rasa sesal dan penyesalan itu ada dalam dirinya. 


" Aku tidak akan pernah memaafkanmu, Ren. Aku sudah sangat menyesal telah mempercayakan Olivia kepadamu!" Dengan penuh amarah Riko terhadap Rendy dan dia pun tidak akan pernah memaafkan laki-laki itu.

__ADS_1


Sejahat jahatnya seorang wanita bahkan dikhianati diselingkuhi atau seluruh hartanya diambil, namun Rico tidak akan pernah untuk melukai fisiknya apalagi sampai tega melakukan kekerasan pada seorang wanita. Karena bagi Riko wanita itu adalah surga, Karena tanpa adanya wanita surga tidak akan pernah ada, dan Riko pun mengatakan jika sampai melakukan kekerasan pada wanita, itu sama saja dirinya melakukan kekerasan kepada ibunya sendiri. 


Riko berpamitan kepada kedua orang tuanya Olivia yang kini sudah datang menjenguknya Riko menitipkan Andre kepada mereka walaupun dia tahu Andre tidak mau bersama mereka namun Riko terpaksa karena dirinya hari ini ingin menemui mantan sahabat lamanya itu dipenjara. Jadi dia mau tidak mau harus meninggalkan Andre dan menitipkannya kepada kedua orang tuanya Alifia dan dia percaya jika mereka bisa menenangkan Andre di saat Andre sedang menangis.


Sesampai di penjara Rendy langsung dipanggil oleh polisi yang berjaga dan yang keduanya pun langsung dipertemukan. 


Riko ingin sekali menghajar mantan sahabatnya itu yang sudah begitu tega menyakiti istrinya sendiri, namun aku mencoba untuk menahannya karena jika dia sampai melakukan itu berarti dirinya sama saja seperti Rendy.


" Kau terlihat sangat menyukai tempat tinggal baru mu, Ren?" Ucap Riko dengan nada mengejek, dia melihat wajah tampan mantan sahabatnya itu begitu banyak nomor kebiruan Riko yakin jika Rendy mendapatkan kekerasan di dalam sel namun dia tidak peduli anggap saja itu sebagai balasannya.


" Jika kau hanya ingin menertawakanku sebaiknya kau pergi saja aku tidak butuh untuk dijenguk," jawab Rendy begitu sombong. Riko tertawa kecil kemudian dia menggeleng-geleng kepala menatap mantan sahabatnya itu.


" Kenapa kau tega melakukannya Ren, dia adalah istrimu, ibu yang sudah melahirkan anakmu. Tapi kenapa kau malah tega menyakitinya bahkan membuatnya nyaris kehilangan nyawa. Aku bahkan tidak bisa berpikir, apakah orang yang di hadapanku ini benar-benar Rendy, sahabatku dulu." 

__ADS_1


Rico sedih mengucapkannya dia sungguh masih tidak percaya jika Rendy sosoknya dia kenal begitu baik lembut dan luku ternyata memiliki sisi yang begitu kejam awalnya dia pikir atas penghianatan Rendy kepadanya itu karena hasrat sesaat saja oleh godaan setan. Karena hal itu wajar sebagai laki-laki normal. 


Akan tetapi sisi kejam Rendy yang begitu tidak bisa dimaafkan sulit untuk dipercaya. Apa sampai segitu hancurnya masa depan hingga melampiaskan amarahnya kepada seorang wanita yang tak lain adalah istrinya sendiri. Padahal jika dipikir-pikir, bukan hanya Olivia saja yang patut untuk disalahkan atas dosa yang mereka lakukan. Di sini Rendy pun ikut terlibat karena jika imannya kuat godaan sehebat apapun itu tidak akan pernah termakan jika memiliki pikiran dan hati yang jernih.


__ADS_2