
" Olivia, Olivia …" Rendy datang datang langsung berteriak-teriak dia memanggil istrinya dengan tak sabaran.
" Ada apa Ren Andre sedang tidur apa kau tidak bisa mengecilkan suaramu sedikit?" Kesel Olivia baru saja dia berhasil menidurkan anaknya tapi malah suaminya itu pulang-pulang malah berteriak-teriak melebihi di hutan saja.
" Kyaaaa …" tiada hari tanpa menjambak memukul yang selalu dilakukan Rendy kepada Olivia tak peduli jika wanita itu sudah luka-luka.
" Ada kesalahan apalagi yang aku lakukan kok padamu Ren, apa tidak cukup dengan membiarkan berselingkuh, membawa wanita lain ke rumah ini?" Olivia memberanikan diri untuk menjawab kesabarannya sudah melampaui batas.
" Berani kau sekarang melawanku hah?" Rendy semakin murka lagi-lagi dia memukuli Olivia hingga wanita itu sudut bibirnya mengeluarkan darah.
" Lantas aku harus apa, bahkan aku tidak melakukan apapun, kau datang langsung memukulku dan sekarang aku bertanya apa kesalahanku kau semakin memukulku. Sebenarnya apa yang kau inginkan, Ren?" Teriak Olivia dengan nada yang sangat tinggi namun kali ini dia tidak mengeluarkan air mata saat disiksa oleh laki-laki itu bahkan oleh virus akan menantang dia berdiri tepat di hadapan suaminya tersebut.
" Aku ini seorang manusia Ren, bukan binatang yang kau terus siksa. Kesabaranku juga ada batasnya, Rendy." Olivia berucap dia benar-benar mengeluarkan isi dalam.
" Selama ini aku selalu diam saat kau memperlakukan seperti seorang binatang aku selalu mencoba bersabar dan mencoba untuk bertahan demi Andre. Tapi apa yang kau buat aku bahkan tidak mengakuinya jika Andre adalah anakmu?"
" Hahahaha …" bukannya sadar tapi laki-laki itu malah tertawa layaknya seorang iblis.
__ADS_1
" Lantas sekarang kau mau apa? Mau bercerai! Tidak semudah itu Olivia? Sebelum aku puas menyiksamu kau jangan harap bisa lepas dariku," ucap Rendy sambil mencengkeram kuat dagu Olivia.
Olivia menampar wajah laki-laki itu, dia benar-benar sudah muak. Untuk apa lagi dia bertahan mempertahankan rumah tangga yang bagaikan neraka ini. Tak ada lagi ketentraman, tak ada masa depan apalagi kebahagiaan. Karena hanya air mata yang akan terus mengalir bagaikan air jika dirinya tetap mempertahankan pernikahan yang benar-benar tidak layak lagi ini.
Plaaaak, plaaak. Bug …
" Sekarang kau berani melawanku, kau bahkan mengadu pada Burhan yang serakah itu. Dan sekarang kau berani menamparku, apa kau ingin mati, hah!"
Andre terus memukuli Olivia bahkan mencekiknya membantingnya lalu menendangnya Andre benar-benar sudah kesurupan setan iblis yang Nurjanah tak peduli teriakan Olivia yang begitu kesakitan saat ini dan juga anaknya yang menangis di kamar karena mendengar suara teriakan ibunya.
" Akan kubunuh kau dasar ******, wanita tidak tahu diri. Seharusnya kau bersyukur aku masih mau menikahimu, memberikan mu Nafkah, tapi ini balasan yang kau berikan. Apa seperti ini orang tua mu yang sok bijak itu mengajari mu? Kau bahkan sama saja sepertinya, sama-sama murahan!" Setelah menjambak rambut Olivia, kemudian Rendy meludahi wajah istrinya.
" Andre, Andre Mama di sini Nak."
Merangkak dengan susah payah Olivia menuju kamarnya untuk menenangkan Andre yang tengah menangis menjerit itu.
Sungguh dirinya sudah tidak sanggup lagi dia ingin mengakhiri semuanya Olivia pun mengambil handphonenya dan membuka aplikasi WhatsApp kemudian entah kenapa hatinya ingin sekali memanggil mantan suaminya itu.
__ADS_1
" Halo, Olivia ada apa?" Hanya seseorang di seberang.
" Tolong, tolong aku," ucapnya dengan suara lemah sungguh dia benar-benar tidak kuat lagi namun ia berusaha untuk tidak pingsan karena Andre saat ini masih dalam keadaan menangis.
" Olivia ada apa, kamu kenapa Olivia! a
Apa yang terjadi?" Yang ditelepon Olivia adalah Riko dia begitu sangat panik. Riko terus memanggil Olivia untuk bertanya apa sebenarnya yang terjadi namun Olivia tidak tidak menjawab lagi namun sambungan telepon itu masih tersambung hingga Riko dapat mendengar suara tangisan anak Olivia yang begitu kencang.
" Apa yang sebenarnya terjadi, aku akan ke sana sekarang untuk memastikan. Semoga semuanya baik-baik saja." Dengan langkah cepat Riko mengambil kunci mobilnya, kemudian dia bergegas menuju ke rumah Rendy dan juga Olivia. Perasaannya menjadi tidak enak dia takut mereka kenapa-napa.
Perjalanan agak lumayan jauh hingga memakan waktu 20 menit setelah sampai di kompleks perumahan sederhana tersebut, buru-buru Riko memarkirkan mobilnya ia melihat tidak ada mobil Rendy sama sekali di rumah ini tanpa pikir panjang lagi Riko langsung masuk nyelonong begitu saja karena pintu keadaan tidak tertutup.
" Apa yang terjadi?" Riko terkejut melihat keadaan rumah ini begitu sangat berantakan di mana-mana barang-barang berjatuhan berserakan di lantai.
" Olivia, Olivia kamu di mana?" Bergegas Riko mencari Olivia karena mendengar suara tangis dari Andre teko mengetahui keberadaan Olivia sekarang yang saat ini ada di kamar di ujung pojok dekat dapur.
" Olivia, Olivia bangun Olivia apa yang terjadi denganmu?"
__ADS_1
Riko begitu sangat terkejut saat mendapati ternyata Olivia sudah tidak sadarkan diri, wanita itu sudah tergeletak di lantai, sementara anaknya berada dalam box bayi yang sedang menangis. Riko membelalakkan kedua matanya saat melihat badan Olivia penuh dengan luka-luka, memar merah kebiruan di sekujur tubuh. Darah di kepala dan juga di sudut bibirnya. Riko tak tahu lagi dia ingin berkata apa, melihat keadaan Olivia yang seperti ini jantungnya seakan berhenti berdetak, tubuhnya gemetar. Sngguh sangat sakit sekali hatinya melihat mantan kekasihnya yang masih sangat ia cintai itu terurai lemas tak berdaya seperti ini.
" Apa ini perbuatanmu, Rendy?" Teriaknya begitu emosi Riko yakin jika Olivia mendapatkan kekerasan tak lain tak bukan dari suaminya.