Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
amarah Rendy


__ADS_3

" Dari mana saja kau?" 


" Ya Allah, Rendy kamu mengagetkan aku saja. Tapi kenapa kamu ada di rumah jam segini?" 


Terkejut saat membuka pintu habis pulang dari pasar melihat suaminya ada di rumah, padahal sekarang ini masih jam kerja. Tak ingin anaknya mendengar pertengkaran dirinya dan juga suaminya itu karena sepertinya Rendy terlihat sangat marah. Olivia pun meletakan lebih dulu anaknya ke box bayi karena pas kebetulan sekali anak pintar itu sedang tidur nyenyak.


" Kyaaaa, Rendy sakit." 


" Aku bertanya kau habis dari mana, beraninya kau mengabaikan ku." 


Rendy menjambak rambut Oliva lantaran kesal karena wanita itu mengabaikan dirinya. Padahal sudah sangat jelas jika Olivia sedang menaruh anaknya ke kamar tidak mungkin meladeni amarah suaminya, malah yang ada pertengkaran terjadi di hadapan anaknya tersebut.


" Aku tidak mengabaikan mu, apa kamu tidak melihat jika aku sedang menaruh Andre di kamar dulu. Nanti dia terbangun," jawab Olivia sambil mencoba melepaskan tangan Rendy dari rambutnya. Dia meringis kesakitan.


" Aku tanya kau habis darimana? Tapi kau malah mengabaikan ku, apa kau sengaja menghindar, hah?" Rendy mencengkram dagu istrinya padahal tangan kanan masih menjambak rambut Olivia.


" Aku habis dari pasar, apa kamu gak melihat jika aku bawa sayur-sayuran? Ada sih denganmu? Kenapa selalu marah-marah terus sama aku. Apa salahku Rendy."  Olivia membentak. 


" Oh, habis dari pasar atau habis pergi berkencan dengan mantan suamimu itu?" Rendy mendorong tubuh Olivia hingga wanita itu tersungkur, Olivia terkejut Rendy mengetahuinya.


" D-dari mana kamu tahu?" Cicit nya pelan. Ada rasa takut di hatinya, pasti suaminya itu semakin murka terhadap dirinya.


" Hahahaha, jadi jika aku tidak tahu kau akan terus berselingkuh dengan mantan suami tercinta mu itu, iya?" 

__ADS_1


" Tidak! Aku tidak berselingkuh dengannya. Kami tidak sengaja bertemu saat aku sedang menunggu angkot tadi, dan dia menawarkan tumpangan, itu saja tidak lebih." Olivia mencoba menjelaskan.


Plaaak … " Kau pikir aku bodoh, hah? Kau tertawa bahagia bersamanya, apa kau sangat merindukan mantan suami mu itu hah?" Rendy bener -bener sangat marah. Setiap kali Olivia menjawab tangan yang akan terus dia dapatkan. 


" Lantas kenapa jika aku masih sangat merindukan nya? Aku bahkan masih sangat mencintai!"


 Olivia sudah habis kesabaran, berkata bohong jika tidak merindukan pun percaya, jadi lebih baik saja dia berkata jujur karena memang sesungguhnya dirinya masih sangat merindukan laki-laki itu bahkan masih sangat mencintai nya. 


Rendy semakin murka mendengar perkataan Olivia, dia terus memukuli wanita itu bahkan menjambak nya kuat. Kemudian Rendy melepaskan ikat pinggangnya lalu tidak segan-segan untuk mencambuk tubuh Olivia. 


" Kyaaaa, sakit …" hanya meringis kesakitan, tidak bisa melawan dengan tubuh yang kecil itu. 


" Sini kau, kau harus menerima hukuman karena sudah beraninya mencintai orang lain. Kau akan ingat seumur hidup mu jika aku adalah laki-laki yang perkasa yang pernah kau temui." 


Setelah sesampainya di dalam kamar, Rendy menghempaskan tubuh istrinya di kasur lalu kembali memukul wajahnya berkali-kali, setelah selesai laki-laki itu melepas paksa baju yang di kenakan Olivia. 


" Tidak, jangan lakukan ini?" 


Olivia menolak, entah sejak ketahuan selingkuh dirinya tidak mau lagi disentuh oleh Rendy. Bahkan semenjak menikah dengannya beberapa bulan lalu dia sama sekali tidak memberikan hak nya, bisa di bilang keduanya belum melakukan hubungan suami istri selama menikah. 


Plaaak … " Beraninya kau menolak ku, apa karena kau sudah puas tidur dengan mantan suami mu, hah?" 


Rendy semakin menggila, dia melepaskan bajunya cepat setelah pakaian yang di kenakan Olivia sudah lepas semua. Rendy meremas buah dada Olivia begitu kuat bahkan air susunya sampai keluar dan mengingatnya hingga menimbulkan bercak kebiruan. 

__ADS_1


" Sakit Ren …" Olivia menangis menahan rasa sakit. 


Rendy tidak peduli, dia terus melakukannya dengan paksa bahkan saat miliknya sudah berhasil masuk ke milik Olivia. Rendy melakukannya dengan sangat kasar, menghentakkan tubuhnya kuat- kuat, tangannya terus meremas buah dada tanpa henti. Perlakuan kasar Rendy terus berikan tak peduli tangisan Olivia meminta berhenti karena merasa sakit. 


Olivia tidak menyangka jika Rendy menjadi seorang monster yang sangat kejam, padahal sebelumnya laki-laki begitu lembut penuh kasih sayang. Tidak pernah terpikir oleh Olivia jika sosok Rendy yang pendiam lugu dan polos ternyata memiliki sistem monster yang sangat menakutkan bahkan begitu kejam menyiksa dirinya berhari-hari tanpa belas kasihan. 


Mungkin Rendy berubah seperti ini karena dirinya yang sudah mengubah sosok malaikat menjadi seorang monster Olivia tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah menahan rasa sakit yang terus diberikan oleh Rendy tanpa ada kelembutan sedikitpun.


Setelah perang gemuk selesai Rendy mencabut miliknya kemudian laki-laki itu berdiri memandang bisnis pada Olivia.


" Ck kau memang wanita ******, milikmu tidak seenak dulu lagi. Sudah berapa banyak laki-laki yang tidur dengen mu?" 


Olivia menggeleng lemah tubuhnya tak sanggup lagi untuk bergerak dengan air mata yang terus mengalir Olivia tidak menjawab pertanyaan pedas yang dilontarkan oleh suaminya itu. 


" Kau benar-benar tidak berguna. Keluar dari kamarku!" 


Dengan tanpa perasaan dan belas kasihan Rendy menarik Olivia dan mengusirnya keluar dari kamar setelah diambang pintu Rendy mendorong tubuh yang lemah itu tanpa menggunakan penutup sama sekali dan membiarkan tubuh Olivia polos begitu saja. 


Karena tidak memiliki tenaga lagi tubuh Olivia tumbang ya tersungkur di lantai seluruh tubuhnya penuh bercak kebiruan entah itu dari perbuatan kasar Rendy saat melakukan hubungan intim atau kekerasan yang dilakukan laki-laki itu saat memukuli dirinya yang jelas wanita itu benar-benar sangat memprihatinkan keadaannya. 


" Ya Allah hukuman Apa yang kau berikan kepada hamba ya Allah. Hamba benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan, hamba memang sangat berdosa kepadamu ya Allah. Dan sekarang hamba benar-benar sangat menyesal atas perbuatan hamba karena telah menghianati suami hamba dulu. Sekarang hamba telah menuai karma yang engkau berikan ya Allah, balasan rasa sakit suami hamba sekarang sudah terbalaskan berkali-kali lipat, hamba benar-benar sangat menyesal dan hamba mohon pengampunan darimu." 


Olivia memasukkan tubuhnya di bak mandi, dia berdoa meminta ampunan kepada yang maha kuasa atas dosa-dosa yang telah dia buat dulu sehingga hukuman yang ia dapatkan benar-benar begitu menyakitkan, rasanya dirinya tidak sanggup lagi untuk bertahan. Akan tetapi masih ada anak di dunia ini yang harus iya jaga dan besarkan, jika bukan dirinya lalu siapa lagi anak itu bersandar. 

__ADS_1


__ADS_2