
Sudah 3 bulan sejak kematian Burhan, Olivia menjadi wanita pendiam dia tersenyum jika anaknya bertingkah lucu saja dan jarang berbicara seperti biasanya. Olivia bahkan memutuskan untuk tinggal bersama mamanya saja karena merasa kasihan namanya akan merasa kesepian karena sang suami sudah tiada sehingga Olivia memutuskan untuk pindah ke tempat rumah kedua orang tuanya.
Olivia tersenyum melihat anak dan ibunya begitu bahagia saat bermain bersama keputusannya untuk tinggal di rumah kedua orang tuanya adalah pilihan tepat sehingga mamanya tidak merasa kesepian karena ada Andre yang selalu menemaninya dan dirinya juga bisa mengurus orang tuanya yang hanya tinggal satu-satunya itu yaitu Mamah Ana.
Olivia mau mengabadikan momen tersebut dia mengambil handphonenya kemudian merekam kedua orang yang sangat dia sayangi itu untuk menjadi momen tenang-tenangan suatu saat nanti.
Setelah selesai Alifia tersenyum puas melihat apa yang dibiarkan begitu jelas dan jernih kemudian dia simpan di memorinya bahkan ia upload di media sosial. Olivia menoleh ke arah pintu mendengar suara bunyi bel rumahnya kemudian dia bangkit dari tempat duduk lalu membukakan pintu.
" Mas …" Olivia terkejut ternyata yang datang adalah Riko mantan suaminya.
__ADS_1
" Hai gimana kabarmu?" Tanya Riko sudah satu minggu dia tidak bertemu dengan mantan istrinya karena pekerjaan di luar kota sehingga membuatnya tidak bisa menemui mantan istrinya.
" Emmm, Alhamdulillah sehat Mas. Yuk masuk yuk." Olivia menjadi gugup jantungnya berdetak melihat kedatangan Faro.
" Di mana Andre dan juga Mama Ana? Aku bawain oleh-oleh untuk mereka." Rico menunjukkan 3 buah paper bag di tangannya.
" Mereka ada di tamane, Mas. Lagi main, tapi terima kasih karena sudah repot-repot mau membawaku oleh-oleh untuk mereka," ucap Olivia merasa tidak enak hati. Mantan suaminya sudah begitu banyak membantu dan sangat baik sekali.
Olivia menutup mulutnya, ternyata dirinya juga mendapatkan oleh -oleh dari Rico. Mau menolak rasanya tidak mungkin takut nya nanti tidak menghargai pemberian orang yang sudah baik hati. Olivia pun meraih paper bag di tangan Rico.
__ADS_1
" Terima kasih banyak, Mas. Kamu begitu baik sekali pada kami, aku jadi gak enak karena selalu merepotkan kamu. Padahal kita kan sudah tidak memiliki hubungan apa -apa lagi." Olivia merasa tidak enak, dia sangat malu karena Rico masih saja baik padanya padahal sudah sangat jelas jika dirinya telah menyakiti perasaan mantan suaminya itu.
Rico tersenyum lalu dia meraih tangan Olivia kemudian menggenggamnya. Rico menatap dalam kedua bola mata indah mantan istrinya itu.
" Kita memang bukan lagi suami istri, Olivia. Tetapi aku ingin memulai hubungan kita dari awal lagi dan hidup bahagia bersama sesuai janji kita dulu. Dan kita akan bersama-sama membangun rumah tangga dari nol kembali dan membesarkan Andre hingga dia dewasa." Rico begitu sangat serius ingin memulai hubungan dari awal lagi.
" Apa ini karena permintaan papah? Mas tidak perlu memikirkan permintaan Papah, yang penting kita sama-sama hidup bahagia walaupun masing -masing itu sudah cukup. Aku gak mau kalau kamu terpaksa dan menjadi kepikiran karena permintaan Papah. Aku …"
Rico membungkam mulut Olivia dengan mulutnya. Hingga wanita itu sontak sangat syok dengan mata yang nyaris keluar. Rico menciumnya padahal di rumah ini ada banyak orang, bahkan anak dan mamanya ada di taman tetapi Rico begitu tidak memperdulikan semuanya dia malah menghisap bibir Olivia dengan sangat lembut.
__ADS_1
" Aku masih sangat mencintaimu, Olivia. Kamu mau kan memulai semuanya dari awal lagi dan memperbaiki semua kesalahan dengan kebahagiaan." Rico membelai pipi Olivia lembut, dia menyatakan perasaannya jika dirinya masih sangat mencintai wanita yang sudah mengkhianati hatinya itu.
"Apa kamu mau menikah lagi denganku?"