Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
bab 25


__ADS_3

Burhan menyeringai, tentu saja dia mengetahui apa yang terjadi di dalam sel tersebut, lebih tepatnya pada menantunya. Apalagi seperti sekarang ini, jika bicara dengan kepala dingin tidak mempan, maka kekerasan lah yang akan berbicara supaya menantunya itu mau menandatangani surat perceraian anaknya. 


" Kau pikir kau itu siapa, berani-beraninya mengancam ku. Ck!" Burhan keluar dari Polsek dengan perasaan marah. 


" Tunggu saja, Rendy. Besok akan ku pastikan kau bertekuk lutut dihadapan ku dan langsung menandatangani surat perceraian ini." Burhan menyeringai, lalu dia pergi meninggalkan polsek menuju rumahnya.


" Bagaimana Pah, apa Rendy sudah menandatangani surat perceraian itu?" Tanya Ana, dia menyajikan secangkir kopi hitam untuk suaminya.


Burhan menghela nafasnya." Anak itu memang keras kepala, bahkan dia beraninya mengancamku. Tidak dapat dimaafkan." Dengan penuh emosi Burhan mencengkram tangannya kuat mengingat perilaku Rendy terhadap anaknya.


" Semoga saja dia di dalam penjara jera dan bertaubat dengan hukuman 15 tahun nya itu," ujar Ana, dia merasa cukup setimpal dengan apa yang di alami oleh anaknya dengan hukum Rendy yang kena pasal 15 tahun penjara.


" Hanya dengan hukuman 15 tahun penjara tentu saja tidak cukup dengan apa yang dialami oleh Olivia. Aku akan pastikan dia menderita sampai mau mati dengan sendirinya," ucap Burhan menggebu. 

__ADS_1


Tentu saja tidak cukup hanya dengan hukuman 15 tahun saja, sementara metal anaknya terguncang bahkan nyaris kehilangan nyawa akibat perbuatannya. Tidak ada ayah yang rela jika seseorang menyakiti anaknya, hanya dengan menghukum nya di dalam penjara saja tidak membuat Burhan puas, Rendy harus merasakan penderitaan yang sama seperti apa yang dirasakan oleh anaknya. Dan tentu saja Burhan tidak hanya tinggal diam, dia bahkan rela mengeluarkan uang berjumlah besar untuk membuat menantunya itu menderita di dalam sel tersebut.


" Maksud Papah apa?" Ana tidak mengerti, dia menatap suaminya dengan kening mengerut. Sementara Burhan, dia tersenyum menyeringai lagi. 


****


Bug … " Aaahhhk … uhuk, uhuk …" 


" Hahahaha, kau memang tidak memiliki masalah apapun sama aku. Tapi uang yang membuat masalah dengan kau," ujar nya seraya tertawa dan di ikuti oleh teman-temannya yang berjumlah 5 orang tersebut.


" Apa maksud, mu?" Rendy menatapnya tidak mengerti, uang? Apa hubungannya uang dengan dirinya yang selalu dipukuli dan di bully tanpa sebab. Apapun yang dia lakukan selalu saja berakhir dengan kekerasan yang membuatnya harus meringis kesakitan.


Dan anehnya lagi polisi yang menjaga tidak merespon sama sekali seolah tidak melihat dan tidak terjadi apapun. Rendy merasa ada yang salah.

__ADS_1


" Ini, cepat tanda tangan." Sambil melempar map ke wajah Rendy. Laki-laki bertubuh kekar itu berkata dengan serius. 


Rendy mengambil map dan membukanya, setelah dia membaca apa isi map tersebut dia tertawa. Sekarang barulah dia mengerti. Ternyata memang uang yang membuat semuanya terus memukuli nya, membully bahkan melecehkannya. 


" Ck, ternyata kalian menjadi budaknya. Tidak heran!" Rendy menutup kembali map tersebut lalu tersenyum remeh pada kelima orang yang sedang berdiri di hadapannya.


" Baguslah jika sekarang kau sudah mengerti. Dan sekarang cepat tanda tangan surat ini sebelum aku melakukan dengan kekerasan."


" Hahahaha, berapa banyak kalian dibayar oleh-nya sampai-sampai mau menjadi budaknya, ck benar -benar memalukan," ejek Rendy dia tidak takut sama sekali. 


Bug … tanpa kata orang itu memukul perut Rendy. 


" Jika kau berani membayar ku dua kali lipat, hidupmu akan aman disini. Aku bukan budak siapapun, jika dia berani bayar mahal, dialah bosku apapun yang dia perintahkan akan aku turuti bahkan termasuk membunuh mu!" 

__ADS_1


__ADS_2