Penyesalan Seorang Istri

Penyesalan Seorang Istri
surat perceraian


__ADS_3

Kini sudah 3 hari Olivia dirawat di rumah sakit tersebut Karena kesehatannya sudah semakin membaik dia pun diperbolehkan pulang ke rumah. Sementara Burhan dan juga anak mereka mengurus perceraian dirinya dan Rendy Olivia yakin jika keputusannya ya ini sudah sangat yakin karena untuk dipertahankan pun tidak akan ada masa depan lagi bersama Rendy. Apalagi sekarang ini laki-laki itu mendekam di penjara selama 15 tahun.


Dalam setahun menjanda dua kali, dan menikah pun dua kali. Olivia tidak malu atas cibiran dari orang-orang yang tak suka dengannya. Karena yang dia pikirkan saat ini adalah kebahagiaan Andre, tak peduli apapun karena hanya ada Andre yang menjadi mayoritas utamanya.


" Kamu yakin mau tinggal di sini nggak mau tinggal sama orang tua kamu saja?" Tanya Riko laki-laki itu sedang mengeluarkan koper milik Olivia dari dalam bagasi mobil ternyata dia membantu kepulangan mantan istrinya sembuh dari rumah sakit.


" Iya Mas kan aku tidak ingin merepotkan mereka Andre adalah tanggung jawabku jadi biarlah aku hidup mandiri dan belajar untuk mengurusnya seorang diri." Olivia mah mengusap kepala anaknya yang saat ini sedang tidur dalam gendongannya.


Olivia memilih untuk tinggal di perumahan kecil memang tidak terlalu jauh dari kediaman orang tuanya sehingga kalau misalkan ada sesuatu atau terjadi apa-apa dia masih bisa minta bantuan kepada kedua orang tuanya tersebut. Olivia memilih untuk tinggal bersama anaknya karena memang tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya lagi toh dirinya bukan lah seorang gadis seperti dulu ini dia sudah memiliki anak dan anak itu adalah tanggung jawabnya. 

__ADS_1


" Baiklah kalau itu memang keinginan kamu tapi kalau ada apa-apa ingat selalu terus hubungi aku ya jangan pernah sungkan," ucap Riko sebenarnya sangat khawatir karena Olivia adalah seorang ibu dan usianya masih begitu muda untuk hidup mandiri tanpa seorang suami tentu begitu sangat mengkhawatirkan. Walaupun dirinya hanyalah sebatas mantan suami namun rasa khawatir itu masih selalu ada dalam dirinya.


" Iya mas terima kasih kamu selalu saja ada di saat aku membutuhkan. Tapi jangan sering-sering juga mas karena aku tidak ingin orang-orang akan memandang kita lain karena sejarah kita bukan lagi suami istri," kata Olivia dia tidak ingin orang-orang menjadi salah paham dan bahkan nantinya akan menimbulkan fitnah karena dirinya masih sah menjadi seorang istri Rendy dan malah begitu dekat dengan mantan suami tentu orang-orang memiliki pikiran lain.


" Aku mengerti kalau begitu aku pamit dulu ya," jawab Riko sambil tersenyum dia mengusap kepala Andre sebelum dia melangkah pergi dari kediaman rumah baru Olivia.


Di waktu yang bersamaan Burhan datang ke Polsek dia ingin bertemu dengan Rendy. Saat keduanya sudah dipertemukan Rendy memandangnya sini sementara Burhan acuh saja.


" Ada hal penting apa kau ingin menemui saya, Papah mertua?" Tanyanya dengan nada sinis.

__ADS_1


Braaak … Burhan melempar map ke hadapan Rendy.


" Cepet tanda tangan surat perceraian ini." 


Tidak ingin menunggu waktu begitu lama Burhan langsung mengurus surat perceraian anaknya dan sekarang ini tujuannya menemui Rendy agar supaya laki-laki itu menandatangani surat perceraian tersebut agar anaknya bisa lepas selamanya dari lelaki berhati iblis ini.


Rendy sontak tertawa dia membaca surat perceraian tersebut dalam dengan kasus KDRT.


" Lucu sekali, dulu kau memohon dan memaksa aku supaya aku menikahi anakmu, Dan sekarang kau kembali memaksaku supaya aku menceraikan anakmu

__ADS_1


__ADS_2